
Maaf banget kemarin gak bisa up...udah dapet setengah jalan eehhh ada perlu sampai malam......semangatin othornya ya hehehehee
othor usahain hari ini up 2x sebagai ganti yang kemarin gak upðŸ¤ðŸ¤
**********
brummm...brummm... brummm
suara deru knalpot sebuah mobil terdengar begitu nyaring! Disebuah mobil seorang lelaki muda sedang mengawasi targetnya malam ini!
"Dia orangnya?" tanya Lelaki itu pada teman sebelah nya.
"Bener Dra! namanya Raka, dia pembalap terbaik di sini!"
"Ciihh sombong!! gue pastiin bakal ngalahin dia!" ucap Andra menyombongkan diri.
"Hati-hati loe! dia gesit banget di jalanan!"
"Gue gak peduli!! atur supaya gue bisa balapan sama dia!"
"Wokey...entar gue bilang kakak gue buat atur waktu balapan sama dia!"
"Ntar malam bisa kan? loe atur gue balapan sama dia!" tanya Andra.
"Beres bos!! ini gue udah di wa kakak gue! loe bisa datang malam ini!" kata Geri teman Andra mengakhiri perbincangan mereka dan pergi dari tempat itu dengan cepat.
Malam hari tiba, Raka mendapatkan kabar dari pemilik arena balap untuk memenuhi tantangan seseorang, dan Raka mengiyakan tantangan tersebut.
"sayang....ikut ya sekarang!" tanya Raka saat di apartemen Valeria, setelah mengantarkan pulang tuan Adrian dan Ray pulang, Raka melajukan mobilnya ke apartemen sang kekasih.
"Emang ada apa lagi?" kata Valeria sambil membuat omelet kesukaan Raka.
"Aku ada balap!'" ucapnya sambil menciumi tengkuk Valeria.
"Raka hentikan!!" sentak Valeria sambil melepaskan tangan Raka yang sudah masuk ke dalam kaos oblong yang di pakai Valeria.
"Diam sayang jangan gerak-gerak dong!" pinta Raka yang sudah semakin gencar memainkan tangannya di balik kaos oblong milik Valeria.
"Sayang...bantu aku ya?" bisik Raka.
__ADS_1
Valeria yang tau maksud dari kekasih nya hanya mendesah pelan, Valeria memang lebih tua dari Raka tapi soal percintaan mereka Raka selalu menjadi pemimpin yang tak terbantahkan, Valeria segera menghindari brondong mesumnya tersebut, namun sia-sia tenaga Raka lebih besar dari Valeria.
"Raka!! " Teriak Ria ketika Raka berhasil mengendong nya dan meletakkan nya di sofa apartemen miliknya.
"Bantu aku sayang!!! gak tahan ini!" bisik Raka di telinga Ria, dan ritual making out yang di minta Raka pun terjadi tentu saja dengan bujuk rayu Raka yang tak pernah bisa di tolak Ria, Raka tak mau membobol gawang sebelum mereka resmi menjadi suami istri, namun hasrat yang kadang kala tak bisa di bendung nya membuat Raka mengajari kekasihnya cara bagaimana memuaskan diri mereka dengan kegiatan making out, kegiatan itu menjadi kekuatan tersendiri untuk mengobati rasa lelah di tubuh Raka.
"Pinter nya pacar aku?" ucap Raka setelah selesai ritual nya malam ini, dia memeluk dan mencium kening Ria yang masih tersengal-sengal di sampingnya. Setelah mandi Raka berganti baju yang memang sudah ada di apartemen Ria, dia dan sang kekasih berniat menuju arena balap malam ini.
Ditempat lain di sebuah kamar di apartemen yang cukup luas terdapat begitu banyak foto Ray dari berbagai sudut pengambilan gambar, wajah Ray terpampang nyata bersanding dengan wajah Beniqno dengan begitu banyak sayatan pisau pada foto tersebut.
Seorang wanita memandang dengan mata penuh dendam pada mereka berdua!.
"Tunggu mereka ya sayang.....aku akan mengirim mereka padamu!... mereka bisa menjadi mainan kamu di sana nanti! okey sayang....!" ucapnya pada sebuah foto besar yang tersenyum manis di ruangan itu juga. Kemudian dia berjalan keluar kamar apartemen tersebut dan segera meninggalkan apartemen untuk menjalankan misinya sendiri.
*********
"Ada dokter baru ya di sini?" kata Tian pada Nayla
"Eh iya dok! katanya pengganti dokter Danu" jawab Nayla.
"Oya suster nanti kirim berkas-berkas ini ke klinik, pasien bilang dia akan mulai kontrol di klinik saja! lebih dekat dari rumahnya!"
"Baik dok!"
Ketika melintasi ruang ICU tampak dokter wanita keluar dari sana, dan baru pertama kali ini Tian temui.
Akhirnya dia menyapa si dokter wanita tersebut, sekalian memperkenalkan diri.
"Selamat siang dokter?" sapa si dokter wanita itu.
"Selamat siang! dokter baru?" tanya Tian
"Eh iya...nama saya Veronica! saya biasa di panggil dokter Ica!" jawabnya dengan sopan dan tersenyum manis.
"Senang bisa bekerja sama dengan anda dokter Ica!" ucap Tian sambil menjabat tangan dokter Ica.
"Terima kasih dokter Tian!"
"Baiklah dokter Ica saya permisi dulu!"
__ADS_1
"Silahkan dokter!'" .
Dokter Ica memberikan jalan pada Tian, dia berbalik menatap kepergian dokter Tian.
dokter Ica tersenyum mengangkat ujung bibirnya, entah mengapa itu malah membuat dia terlihat menyeramkan.
"Jalannya semakin mulus!" ucapnya lirih kemudian berbalik dan melangkah kan kakinya ke ruang rawat pasien-pasien barunya, dia tersenyum manis dan ramah pada semua pasien nya.
Sedangkan Tian sudah berjalan jauh menuju ke kantin rumah sakit menemui Ray yang sengaja datang melakukan medical cek up setiap 4 bulan sekali, karena hari ini adalah hari di mana jadwal papa Arya periksa juga.
Kewaspadaan Ray meningkat sejak kejadian Monica kala itu, dia tak ingin kejadian yang menimpa keluarga Maysha akan terulang lagi, entah kenapa firasat nya mengatakan masih ada musuh yang mengintai dirinya dan keluarganya.
Rasanya waspada perlu dia tingkat kan. Ray sedikit tenang karena Jaya bodyguard nya sangat tangkas dan bisa di percaya begitu juga dengan Bams yang bertugas di rumah utama menjaga Clarissa nyonya besar keluarga Mahendra.
Ray sangat peka terhadap musuh-musuh nya, radarnya terlalu kuat untuk menditeksi musuh-musuhnya.
"Sorry gue telat! papa mana?" kata Tian
"Sudah periksa sama May!" jawab Ray.
"Siapa?" lanjut Ray dia melihat Tian sedang berbicara dari kejauhan sebelum masuk ke kantin tadi.
"Dokter baru! cantik!" ucap Tian dengan senyuman nya.
"Waspada!" saut Ray.
"Haiiissshh kau ini! iya..iya...aku gak akan terpikat lagi sama wajah cantik! tapi hati busuk!" ucap Ray seolah di tujukan pada mantan kekasihnya.
"Kenapa?" tanya Tian heran, tidak seperti biasanya Ray terlalu mengawatirkan dirinya yang biasa ber ganti-ganti pacar.
"Entahlah! sudah abaikan!"
Mereka akhirnya ngobrol di temani secangkir teh karena Ray tidak di perbolehkan minum kopi saat ini....
tiba-tiba saja....
"Kak Nara!" panggil Kila
"Hai kak Cris, lama gak ngapelin Kila! kemana aja? selingkuh ya?" ucap Kila sedikit keras, hingga membuat beberapa Suster yang lewat menengok padanya, ya..siapa yang tidak kenal dengan dokter unyu-unyu seperti Tian.
__ADS_1
"Ohh Tuhan Ray....!" keluh Tian,rasanya Tian ingin menenggelamkan gadis kecil di depannya itu ke dalam kolam ikan di taman rumah sakit tersebut.
bersambung...