Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Berkat Kecerdasan Kevin.


__ADS_3

Beniqno masih terlihat marah dan menghancurkan semua barang-barang yang ada di ruangannya!! di luar Antoni sudah mengatur strategi untuk mencari keberadaan Nayla, Antoni menyebarkan semua anak buahnya agar keberadaan Nayla segera di ketahui, sang Singa yang sedang mengamuk di dalam benar-benar bisa membunuh banyak orang kalo sampai tak mendapatkan keinginannya.


Baru kali ini Beniqno marah besar! hingga Antoni merasa kewalahan menghadapi tuannya tersebut, dan tanpa di sangka bantuan datang tepat waktu.


"Dimana tuan Beniqno?"


"Dia ada di dalam tuan Ray!" jawab Antoni dan segera berjalan untuk menunjukkan letak ruangan tuan nya.


Ray segera masuk sendiri karena Antoni terlihat tak ingin masuk ke dalam kandang Singa tersebut.


ceklek.... suara pintu terbuka, membuat Ben yang marah berkesiap.


"Sudah ku bilang jangan menganggu ku!!!" teriak Ben sambil melempar vas bunga ke arah pintu masuk, dengan sigap Ray menghindari nya.


"Ciiihhh anda benar-benar sudah gila tuan Ben!" ucapan Ray membuat Ben menoleh pada suara tersebut.


"Ray!!! apa yang kau lakukan di tempat ku!!" nada marah masih terdengar jelas di sana.


"Aku datang dengan informasi penting taun Ben!"


"Katakan??"


Flashback on


"Tuan Ray, kita bisa bertemu? ada hal penting yang harus tuan tau!" kata Kevin di balik teleponnya.

__ADS_1


"Datanglah ke rumah sekarang Vin!"


Kevin sering ke rumah Ray dengan menyamar menjadi berbagai profesi, kali ini dia datang sebagai pengantar bunga. dengan cepat dia menyelinap masuk ke dalam ruang kerja Ray yang berada di lantai dua.


"Tuan Ray!"


"Duduklah Vin!"


Dua gunung Everest tersebut saling berhadapan, ya...sifat Kevin sama persis dengan Ray, Kevin ditemukan Ray saat Kevin berada di bangku kuliah, Ray kala itu menolong seorang lelaki parubaya yang ternyata adalah ayah dari Kevin, Ray membawa dan memberikan pengobatan pada ayah Kevin sampai sembuh,dia melihat lelaki parubaya tersebut masih bekerja sebagai seorang security karena menginginkan anak jeniusnya yaitu Kevin agar tak berhenti kuliah,dan siapa yang menyangka bahwa Ray menggratiskan semua biaya kuliah Kevin dan membuatnya bekerja di salah satu perusahaan dimana Ray menjadi salah satu pemegang saham perusahaan tersebut, ajaran sang ayah yang harus selalu setia pada Ray sebagai penolong hidupnya,membuat Kevin mengabdikan dirinya pada Ray.pria itu juga mengagumi sosok seorang Ray.


"Informasi apa yang kamu bawa?"


"Tentang dokter Veronica tuan!"


Ray mendengarkan dengan seksama apa yang di katakan oleh Kevin, ternyata tanpa di perintah Ray, Kevin membuntuti sendiri dokter Veronica selama ini setelah Ray ingin tau tentang siapa dokter Veronica.Hal yang tak bisa di lakukan Jaya dan Raka nyatanya mampu di lakukan oleh Kevin, dia mengatakan sebab kecelakaan dari Tian sahabat tuannya tersebut dan sekarang yang menjadi incarannya adalah kekasih dari tuan Beniqno, begitulah informasi yang Kevin berikan. Kevin bahkan meletakkan cip di mobil dokter Veronica untuk mengetahui dimana saja keberadaan dokter Veronica, dan saat ini lah Kevin bilang agar segera menemui tuan Beniqno! karena dia yakin saat ini Nayla sudah berada bersama dokter Veronica, Kevin juga menambahkan sifat-sifat kegilaan dari dokter Veronica, yang mana hal itu membuat Ray ikut cemas, bagaimana pun Nayla juga sudah di anggap Maysha sebagai saudara nya sendiri, Ray tak bisa membayangkan bagaimana Maysha bila sesuatu terjadi pada Nayla.


"Jadi kau tau dimana keberadaannya Nayla?" tanya Beniqno antusias.


"Sebaiknya kita pergi sekarang! sebelum terlambat!" usul Ray


"Antoni!!! siapkan alat-alat ku!!!" perintah Ben ketika sudah keluar dari ruangan bersama Ray, alat-alat yang biasa Ben gunakan untuk menyiksa musuh-musuh nya, kali ini jiwa psikopat dalam diri Ben benar-benar keluar, bahkan dia sudah terlihat girang membayangkan dirinya mencincang habis tubuh Veronica.


Ray yang melihat wajah menyeramkan Ben hanya bisa menghela nafasnya saja! Ray hanya berpikir bagaimana bisa mereka bermain-main dengan seorang Beniqno! orang yang bahkan tak pernah menyesal jika membunuh Seseorang yang berani mengusik nya.


"Sebaiknya kita satu mobil saja!" kata Ray yang di dalam nya sudah duduk manis seorang lelaki bermasker di depan, dan Raka sang pembalap ada di balik kemudi, Ben yang memang ingin segera menemukan kelinci kecil nya hanya bisa mengikuti perintah dari Ray. Lelaki tersebut yang tak lain adalah Kevin sudah siap dengan laptop di tangan nya dan memantau keberadaan mobil dokter Veronica.

__ADS_1


"Raka jalan!"


"Siap tuan!"


Akhirnya laju kendaraan tersebut menuju tempat tujuan dan Kevin sebagai penunjuk jalan, suasana hening di dalam kendaraan tersebut membuat suasana semakin tegang, Ben akhirnya memecah keheningan tersebut, dengan cemas berkali-kali menanyakan apa jarak ke sana masih jauh, Kevin menjawab seperlunya saja, dan Ray malah sedang asyik berbalas chat dengan sang kekasih, Raka konsentrasi dengan kemudinya karena Ben berkali-kali memerintahkan menambah kecepatan.


Di sebuah rumah mewah....


"Eggghhh....." Nayla mulai terbangun dari tidurnya, kepalanya masih sakit, efek obat tidur dosis tinggi itu membuatnya susah tersadar dengan sempurna.


" Sudah bangun sayang?" lamat-lamat Nayla mendengar apa yang di tanyakan padanya, Setengah sadar dia melihat ke arah suara.


"Dokter?" ucapnya lirih bahkan sudah tak terdengar.


"Aku senang kamu bangun sayang!" ucap dokter Ica yang duduk di samping ranjang tempat berbaring nya Nayla di sana, dia mengelus wajah mulus Nayla, suster yang menjadi asisten nya saat ini. dokter Ica tersenyum sangat manis dan ramah seperti biasanya.


'Dimana ini? apa yang terjadi padaku?' batin Nayla


"Sayang..... kau tau!! aku senang sekali bisa membawamu ke sini! kita akan menikmati liburan kita berdua!" kata dokter Ica yang sudah membelai wajah Nayla lembut, belaian lembut dan tatapan mata dokter Ica membuat Nayla takut, tatapan yang sama saat Beniqno begitu bernafsu padanya, namun di otak Nayla,dokter Ica adalah seorang perempuan bagaimana mungkin tatapan mesum terlihat di sana, apalagi tatapan tersebut tertuju padanya.otak Nayla sudah berpikir kemana-mana.


' Beennn...hiks... tolong aku! hiks...aku takut!!' tangis Nayla dalam batinnya.


Sementara Beniqno, nama yang selalu di panggil Nayla dalam batinnya sedang gelisah karena tak kunjung sampai tujuan, berkali-kali dia membenarkan posisinya., apalagi setelah mendapat informasi dari Ray bagaimana sosok seorang Veronica.


"Aku mandi dulu ya sayang.... setelah ini aku akan mengajarimu bermain-main !" kata Veronica dengan wajah menyeramkan nya, air mata Nayla sudah keluar dari matanya, ketakutannya bertambah, dia bahkan hampir tak percaya apa yang ada di hadapannya sekarang, dokter yang dia kenal ramah, sopan dan lemah lembut itu begitu menyeramkan.

__ADS_1


"Ben!.... Ben.... Ben...apa kau mencariku!! hiks...hiks...aku takut Ben!!" ucap Nayla lirih.


bersambung....


__ADS_2