Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Tidak pantaskah aku?


__ADS_3

drt....drt....drt....


Camilla melihat nomor baru dalam latar ponselnya.


"Hallo...."


"Mila?"


deg..


Suara seorang wanita yang bertahun-tahun lamanya meninggalkan dirinya, rasa benci yang dia pendam selama ini rasanya hilang setelah mendengar suara lembut sang mama.


"Bisa kita bertemu? di cafe Ceria sekarang! bisa?"


"Iya"


"Baiklah mama tunggu!"


Camilla menemui nyonya Clarissa namun yang di temukan hanya nona Valeria.


"Nona Valeria bolehkah saya ijin keluar?"


"Lama kah?"


"Sebelum makan malam saya akan ada di rumah!"


"Baiklah aku akan bantu kami buat jagain Caca!"


"Makasih nona Valeria"


"Sama-sama Camilla!"


Camilla berlalu ke kamarnya untuk ganti baju, dan dia memesan ojek online untuk menjemput nya ke rumah Adrian, karena memang rumah Adrian terletak di perumahan yang tergolong elite hingga jarang ada taksi masuk ke sana.


"Ke cafe Ceria pak, ini alamatnya!"


Camilla menunjukkan alamat yang dikirim oleh sang mama di hape nya.


Sesampainya di sana ternyata itu adalah cafe yang tergolong mewah, sedang dengan baju yang di pakaian jelas sangat kontras sekali, bisa kah Mila di ijinkan masuk dengan pakaian yang di pakainya saat ini, celana jeans panjang dengan kaos oblong putih dan sepatu yang di pakainya.


Camilla masuk dengan sedikit ragu-ragu hingga seorang pelayan mendekati nya.


"Ada yang bisa di bantu?"


"Iya mbak..saya ada janji dengan seseorang di sini!"

__ADS_1


"Baiklah mari ikut saya!"


pembeli adalah raja! begitulah selogan nya walau bagaimanapun penampilan Camilla pelayan itu tetap bersikap sopan.


Akhirnya Camilla duduk disana dan dengan tidak sabar menunggu sang mama. hampir setengah jam Camilla menunggu namun yang di tunggu tak kunjung datang!.


Hingga tiba-tiba ada seseorang yang mendekatinya.


"Waahhh lihatlah ada gembel di cafe mewah ini! sini-sini teman-teman! masih ingat gak dengan dia?"


"Kenapa di sini? kangen kalo pernah kaya? hahahhahaahah!" lanjutnya wanita itu, di ikuti teman-temannya.


Ya... ternyata teman-teman SMA nya sedang mengadakan reuni kecil-kecilan disana. Angel, mantan sahabat nya yang terlebih dahulu menyadari keberadaan Camilla dan jiwa tak sukanya langsung muncul. Camilla meremas ujung kaos yang dipakainya, dulu...dulu sekali dia pernah di bully dan di hina di sebuah cafe tempat dia bekerja, sama seperti sekarang! rasanya Dejavu! kejadian itu terulang lagi.


Tidak cukup kah rasa sakit yang dia rasakan selama ini? tidak cukupkah penyesalan nya selama ini? apa tidak layak seseorang mendapatkan maaf dan memperbaiki kesalahannya? semua perkataan itu terngiang di kepala Camilla.


"Maaf saya pergi dulu!" ucap Camilla yang hendak mengindari mereka.


"Mau kemana gembel!!" tarik Angel sambil berteriak.


Angel yang sedang memegang jus alpukat tiba-tiba menumpahkan jus nya ke dada Camilla.


"Ups...sorry..... gue sengaja hahahahahah!" ucap Angel di iringi tawa teman-temannya.


"Eh Angel ini anak koruptor itu ya?" tanya salah stu teman Angel yang kelihatan sengaja berbicara lebih keras.


timpal yang lain.


"Benar banget!! dan sekarang dia jadi gembel!! lihat aja bajunya harganya setara dengan kain pel di rumah gue!"


Camilla sudah menahan dirinya agar tak menumpahkan airmata nya,beberapa pengunjung sudah melihat kepada mereka.


tak ada yang berniat menolong Camila sama sekali, bahkan mereka seakan senang melihat drama streaming di hadapan mereka.


"Angel! aku sudah tidak urusan sama kamu sama sekali! tolong biarkan aku pergi!" ucap Camilla bersikap sangat hati-hati agar tak membuat Angel marah dan semakin menjadi membully dirinya.


byuurrr


segelas jus jambu menguyur kepala Camilla, Camilla kaget bukan kepalang, rasa dingin dirasakan nya karena bukan hanya satu gelas yang di guyur ke kepalanya, namun dua gelas sekaligus, dan Erina sahabat yang dulu paling di sayang oleh Camilla adalah pelakunya.


"Kamu hiburan kok buat kita! jadi walaupun kamu gak ada urusan sama Angel, tapi kita mau bikin urusan sama kamu!!" kata Erina enteng.


"Apa salahku pada kalian? aku bahkan tak pernah muncul diantara kalian lagi! apa salahku?" ucap Camilla lirih dan sudah tak bisa lagi membendung airmata nya.


"Salah loe? karena loe pernah jadi sahabat kami yang sekarang jadi gembel!!! malu gue punya mantan temen kayak loe!! malu gue bila ada yang nanya di mana Camila temen gue dulu!! cuiihh...... itulah salah loe!!"

__ADS_1


ucap Angel sambil meludah ke arah Camilla.


"Dan karena loe!! Marco gak pernah memandang ke arah gue sekalipun!! itulah salah loe!!" bisik Angel di telinga Camilla.


"Udah yuk Gel! kita gak perlu lama-lama sama gembel ini!" ajak salah satu temannya.


Setelah kepergian mereka dari hadapan Camilla, Camilla menyadari ada seseorang yang memandang dirinya.


"Mama" gumannya lirih.


Namun sang mama seakan terlihat jijik melihat keadaan Camilla,dan bahkan tak menghiraukan Camilla lagi, jangankan menegur memandang pun sudah tak mau lagi, sang mama mengedarkan pandangannya seakan tak mengenali Camilla.


"Sayang....ayo kita duduk disana!" seorang lelaki yang terlihat seumuran dengan sang mama merangkul bahu mamanya dan mengajaknya mencari tempat duduk.


Camilla tersenyum kecut, bagaimana dia bisa menyalahkan teman-temannya yang tak mau menerima dan mendekati dirinya, kalo wanita yang telah melahirkannya saja bahkan jijik melihatnya.


Harapan untuk bisa memeluk kembali sang mama punah sudah, dia hanya bisa meratapi nasibnya sendiri.


Camilla sudah berjanji pada dirinya sendiri, tak akan lagi menangis! tak akan lagi bersedih, ini hidupnya gini! hidup seorang Camilla! setelah keluar dari cafe Camilla menghela nafasnya dan tersenyum dengan manisnya.


"Semangat Camilla demi papa!!!" ucap Camilla menyemangati dirinya sendiri. kemudian berjalan kaki dari cafe itu menuju rumah majikannya.


Jaraknya yang mencapai 1 kilometer tak menyurutkan langkahnya, karena dia merasa kasian pada ojek online yang akan dia tumpangi nanti.


Di jalan dia merenung i nasibnya.


'Tidak pantaskah dia bahagia?'


'Tidak pantaskah dia di cintai oleh seseorang? bahkan jika itu hanya seorang teman?'


'Apakah hukuman untuk kesombongan nya dulu belum berakhir? hingga sang mama bahkan memandang jijik padanya?'


Begitulah pertanyaan yang berputar-putar di kepalanya.ya...Camilla dulu penuh dengan kesalahan, namun apa hukuman yang Tuhan berikan belum cukup?


Kehilangan kemewahannya?


Kehilangan keluarganya?


Kehilangan sahabatnya?


Bahkan dia sudah di ambang depresi jika bukan karena seorang lelaki yang sudah dianggap nya kakak tak segera menyadari! Bams!!! hanya lelaki itu yang menyanyanginya tanpa pamrih.Camilla tak kuasa menahan tangisnya, dia jongkok di pinggir jalan sambil terisak.


sampai sebuah suara mengagetkan nya.


"Pulang yuk? jangan nangis disini!!"

__ADS_1


kata seseorang tanpa menoleh ke arah Camilla, orang yang sejak tadi melihat Camilla dengan tampilan acak-acakan berjalan di sepanjang trotoar.


bersambung...


__ADS_2