
Boy baru saja datang ketika Lee dan Leo sedang menikmati kue yang di kirim oleh May, mama Lee, jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, karena hari ini mereka memang ada jam kuliah pagi.Boy datang bersama dengan Kay, Kay yang sudah selesai ujian akhir tahun dan hanya tinggal masuk sekolah jika ada keperluan saja.
''Lhoo Kak Aya?"
Kata Kay kaget mendapati Ayana ada di dalam markas empat sekawan.
pasalnya jika bukan anggota empat Sekawan,pacar mereka atau istri Lee serta papa dan juga mama Lee ,tak pernah ada orang lain yang dibiarkan masuk ke dalam markas, Kay berfikir Ayana pasti pacar dari salah satu anggota Empat Sekawan, karena kau tahu Febri sudah mempunyai seorang kekasih yang tengah berada di luar negeri, bahkan beberapa hari yang lalu baru saja kembali, jadi Kay berkesimpulan bahwa Ayana adalah kekasih Leo.
"Kakak......" ucapan Kay belum juga selesai, Leo sudah memotong nya.
"Dia pacar gue!!!" potong Leo, dia menarik pelan Ayana duduk di sampingnya. Ayana hanya diam ,sambil tersenyum canggung pada Kay, pasalnya dia belum pernah bercerita apapun pada Kay.
"Cie ..cie.....baru jadian ya?" goda Kay pada Ayana, sontak membuat Ayana memerah pipinya.
Boy dan Lee hanya menyimak perbincangan mereka, Boy bahkan sudah menjadikan paha Kay sebagai bantalan nya,mukanya menghadap ke perut Kay, Boy sedikit mengantuk karena semalam dia tidur cukup larut,sang Daddy memberikan dia begitu banyak pekerjaan karena Boy memang di persiapkan untuk menjadi pewaris tahta kerajaan bisnis sang Daddy. Lee sibuk menelepon Vita yang rencananya hari ini akan bertemu langsung dengan pemilik perusahaan di mana dia akan bekerja, entah mengapa Lee sangat tak rela jika Vita memakai baju kerja dan sibuk dengan pekerjaannya, Lee takut dia akan di abaikan oleh Vita karena kesibukan istrinya.
"Eh Fabri lama banget ya?" kata Lee setelah selesai berbicara dengan istrinya.
"Bener juga!! kemana tuh anak?!" saut Leo
Sedangkan di sisi Fabri
"Cewek??" tanya Fabri.
Gadis itu berlari setelah menginjak Kaki Fabri, reflek Fabri mengejar gadis tersebut,
"Oohh sh*it!!!! jangan lari!!!" teriak Fabri.
__ADS_1
dan benar saja, baru beberapa detik setelahnya.
ciiiiiiiitttt..
braaaaaak........
Tubuh cewek yang mencuri makanannya terpelanting di atas aspal jalan, satu mobil terlihat melewati tubuh gadis tersebut,dan tabrak lari pun tak bisa di hentikan, orang yg menabrak gadis itu malah menaikkan laju kendaraan nya.
"Ada korban tabrakan!!!" teriak seseorang,
Fabri hanya bisa diam terpaku di tempatnya, melihat kejadian itu tak dipungkiri bahwa bersalah hanya karena mencuri sandwich miliknya tiba-tiba pencuri itu lari tanpa memandang ke arah dan ke kanan dan kiri karena dikejar oleh pabrik dan peristiwa naas pun terjadi.
"Mas!!! pacarnya banyak mengeluarkan darah!!
teriak seseorang yang tadi melihat Fabri mengejar gadis tersebut, orang yang menolong gadis itu mengira bahwa Fabri dan pacarnya sedang berkencan. akhirnya dengan bergegas seseorang yang menolong gadis itu memasukkannya ke dalam mobil Fabri, kemudian Fabri segera melajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat, sesampai di sana dia berteriak kepada suster untuk segera menangani gadis tersebut.
"pasien mengeluarkan banyak darah dia membutuhkan darah,namun golongan darah untuk pasien stok nya sedang habis, sedangkan pasien harus segera mendapatkan darah untuk bisa menyambung hidup" lanjut sang dokter.
"Apa golongan darah nya dok?" tanya Fabri
"Golongan darah nya A!" saut sang dokter.
"Kalau begitu saya saja Dok!" kata Fabri menawarkan diri.
dan akhirnya Fabri melakukan pemeriksaan,setelah dirasa memenuhi syarat untuk melakukan pendonoran darah, Fabri diambil darahnya dan segera di berikan kepada gadis tersebut. Fabri mengabari Lee setelah melakukan pendonoran darah, dia meminta maaf kepada mereka karena tak bisa pulang tepat waktu,Lee bertanya di mana Fabri, dan Fabri menjelaskan semuanya pada Lee,bahwa dia sekarang berada di rumah sakit.
akhirnya 4sekawan memutuskan untuk menemani Febri di rumah sakit,mereka mengurungkan niat awalnya untuk melakukan kegiatan masak- memasak bersama sore hari itu, Boy beserta Kay,Leo dan Ayana,mereka bergegas menuju rumah sakit yang ditunjuk oleh Fabri.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan nya?" tanya Leo sesampainya di sana
"gue nggak tahu bagaimana keadaannya!! dokter belum keluar dari ruang UGD,semoga tidak terjadi apa-apa pada gadis itu!!"
Fabri akhirnya menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Boy,Lee dan juga Leo, bagaimana gadis itu membuka pintu mobilnya dan mengambil sandwich, serta memakannya seperti orang kelaparan, Fabri tadinya hanya akan menegurnya saja namun wajah gadis itu terlihat ketakutan sebelum dia lari,dia menginjak kaki Fabri lebih dahulu, karena itu Fabri mengejarnya,Naas sebuah mobil melaju dengan kencang dan menabrak tubuh gadis itu hingga terhempas ke aspal. setelah mengetahui keadaan gadis tersebut dan mendapatkan ruang rawat, Fabri berniat untuk meninggalkan UGD dan menuju ke ruang rawat gadis tersebut.
Namun tiba-tiba dia mengenal seseorang yang sedang di bopong oleh seorang laki-laki masuk menuju ke ruang UGD,Fabri merasa sangat cemas melihat sang kekasih Sania tak sadarkan diri dan sedang ditangani di UGD. beberapa teman Sania ikut datang mengantarkan Sania ke rumah sakit.
"Ada apa ini?" tanya Fabri cemas.
"Eh Fabri? gak tau! tiba-tiba saja, dia merasa pusing dan pingsan seketika!!" kata salah seorang teman Sania yang mengenali Fabri.
"Keluarga pasien!" panggil dokter
"Saya dok!" kata Fabri cepat
"Anda suaminya?' tanya dokter tersebut, Karena bingung akhirnya Fabri mengangguk.
Boy dan kawan-kawan hanya melihat dari kursi mereka, setelah beberapa saat kemudian, Fabri nampak keluar dari ruang dokter dengan wajah lesu.
"Ada apa Bri? bagaimana keadaan Sania?" tanya Leo
"Dia hamil!!" jawab Fabri
"Apa???!!! gila loe ya!!! main DP aja loe!!!" teriak Leo
"Bukan anak gue!!!" ucap Fabri.
__ADS_1
bersambung....