
"Sudah tidak ada waktu lagi kak!!Maafkan Ela Kak! titip Bianca"
teriak Ela yang di barengi dengan suara seraknya karena menahan tangisannya.Ela segera menjauh kan mobilnya dari jangkauan mobil Leo, karena keadaan jalanan sepi membuat Ela leluasa melakukan nya.
"Tidak....jangan Ela..... kakak mohon..... Elaaaaa.....!"
teriak fabri dengan panik yang menyadari tindakan Ela, dia benar-benar berteriak histeris,bahkan Bian sang anak yang tadinya tenang nampak ikutan menjerit di pangkuan Lee, gadis kecil berusia 2 tahun itu seakan tau apa yang di alami oleh orang tua nya.
Booommmm.......
Ciiiiittt.........Leo seketika menghentikan laju kendaraan nya ketika mendengar suara ledakan dari mobil yang di kendarai oleh Ela. Fabri segera berlari mendekati mobil sang istri, namun dengan cepat Boy mengikuti nya, baru beberapa langkah mobil itu kembali meledak, Fabri masih bisa melihat senyuman istrinya sebelum ledakan yang ke dua.
"Elaaaaa"
teriak Fabri sambil berlari ke arah mobil yang meledak, namun Boy dengan sigap menahan Fabri agar tak mendekati mobil itu, sudah terlambat!! itulah yang ada di otak Boy, kalaupun Fabri maju mendekati mobil sama saja dengan bunuh diri.
"Lepas Boy!!" berontak Fabri yang ingin melepaskan diri dari pelukan Boy yang menahannya.
"Fabri!!! Jangan!!!" bentak Boy
"Brengseekk!!! lepaskan bajingaaan!!! biarin gue nolong Ela!!" bentak Fabri balik pada Boy.
__ADS_1
Kekuatan Fabri menjadi lebih kuat karena amarahnya, dia dengan mudahnya membanting Boy ke jalanan,dan dengan cepat Fabri hendak lari menyelamatkan Ela.Namun dengan cepat Levin datang dan Boy yang baru saja bangkit dari tanah segera membantu Levin memegangi Fabri.
"Haaaaaaaaaaa Elaaaaa!!" teriak Fabri
Fabri bersimpuh di jalanan, namun Levin dan Boy masih bersiap di samping Fabri, mereka takut kalau Fabri akan berbuat nekat lagi.Fabri nampak kacau balau melihat mobil yang di tumpangi Ela habis terbakar. Fabri bersimpuh dan bersujud di tanah,dia menangis histeris melihat dengan mata kepala nya sendiri istrinya mati terpanggang di depannya.
Boy terlihat menyeka air matanya, sedangkan Levin nampak mengepalkan tangannya kuat-kuat, kilatan kemarahan nampak jelas di mata nya. Leo pun tak tahan melihatnya, bahkan Leo sudah menangis berdiri di belakang Fabri.
Lee membawa Bian mendekati Fabri,dia berharap Bian akan menjadi kekuatan Fabri untuk bertahan setelah melihat kematian sang istri.
"Panggil Papa nak" kata Lee pada Bian.
Lee menurunkan Bian dari gendongan dan dengan pelan Bian berjalan ke arah sang Papa, karena posisi Fabri yang sujud di tanah membuat Bian menyentuh kepala sang Papa. Seketika Fabri tersadar dari tangisan nya, dia bangkit dan duduk bersimpuh, melihat siap yang memegang kepalanya spontan fabri menangis sambil membawa anak nya kedalam dekapannya.
Gadis yang tak tau apa-apa itu akhirnya ikut menangis sama seperti Papa nya.Semasa pertemanan mereka,hari ini adalah hari yang paling berat untuk empat sekawan, Fabri yang mereka kenal paling tabah dan tenang di antara mereka,pada akhirnya hancur sudah pertahanan diri nya, istri yang sangat di cintai nya harus menjadi korban dari perbuatan bejat seseorang.
Wiuh.....wiu...wiu.....
Suara sirine mobil polisi nampak terdengar semakin jelas, Levin meminta anak buahnya melaporkan kejadian ini ke polisi, walaupun dia sudah benar-benar merencanakan pembalasan atas perbuatan mereka tanpa melibatkan polisi. Dia hanya perlu mengurus kematian Ela secara layak dan di anggap sebagai kecelakaan tunggal, Levin secara cepat sudah merencanakan semuanya, anak buahnya sudah bekerja dengan cukup cepat. Dan selanjutnya hanya Levin dan empat sekawan yang tau, pembalasan apa yang akan di lakukan oleh mereka
Drt.....drt......drt.....
__ADS_1
Ponsel Lee nampak bergetar di saku celananya, dia segera mengangkat nya.
"Hallo!" saut Lee
"Bos.....kita berhasil menyadap ponselnya!!" kata anak buahnya yang melaporkan.
"Good Job!! Tetap awasi!!" kata Lee lalu mematikan sambungan teleponnya. Leo dan Boy nampak melihat ke arah Lee yang baru saja mendapatkan laporan dari anak buahnya.
"Seperti nya kita akan sedikit bersenang-senang!! menghadapi penjahat yang keji...tak ada salahnya kita jadi psikopat sejati!" ucap Lee dengan seringai liciknya.
Leo hanya bisa menghela nafas pelan, sedangkan Boy tampak tersenyum menyeramkan. Leo tau betul bahwa kedua sahabatnya ini akan menjadi raja tega bila sudah di usik, biasanya Fabri yang akan menjadi air untuk meredam api dari Lee dan Boy, namun kali ini Leo juga ragu,apa Fabri bisa menjadi air atau bahkan lebih parah dari mereka berdua.
"Oh Tuhan!....habislah kalian!!" gumam Leo ditujukan pada pelaku yang berani bermain-main dengan mereka.
bersambung
LANGSUNG DUA BAB...BUAT NEBUS KEMARIN GAK BISA UP...
JANGAN LUPA
LIKE
__ADS_1
KOMEN
KOPI.....BUNGA...BOLEH BANGET!!!!!