
"Aku tak ingin menikah kalo tiga serangkai tidak berkumpul!" kata Maysha sambil memeluk leher Ray.Ray semakin mengeratkan pelukannya di pinggang May,dia merasa bersyukur karena Maysha sangat pengertian dan mau memahami jalan pikirannya.
"Sudahlah jangan bersedih, aku yakin kamu bisa menyelesaikan semuanya!" kata Maysha setelah melepaskan pelukannya di leher Ray, kemudian beranjak turun dari pangkuan Ray, namun Ray menahannya..
"Ada apa?" tanya May
"Cium dulu!" kata Ray
"Mesum! dasar gunung es!"
"Cair kan!!" ucap Ray sambil melumaatt bibir mungil kekasihnya, May hanya bisa membalas ciuman sang kekasih yang semakin lama semakin panas, bahkan bibir Ray sudah berpindah ke leher sang kekasih.Namun Ray seakan lupa karena terbuai dengan adegan panas mereka lakukan, kissmark yang tercipta di leher May membuat May mendesah pelan,hal itu malah membuat Ray semakin menjadi, tangannya bahkan sudah membuka kancing piyama yang Maysha kenakan. karena sentuhan Ray, Maysha tak menyadari kalo bagian atasnya sudah terbuka, dan menyisakan kain pembungkus squishy kembar milik Maysha.Tak mau menyia-nyiakan kesempatan Ray menaikkan kain penutup itu dan melahap isinya serta mereeemas dengan lembut. lidahnya bermain dengan lincah disana, suara desahan-desahan Maysha membuat Ray semakin liar dan akhirnya.....di akhir i dengan remasan tangan May di rambut tebal Ray,dan making out yang dilakukan Ray membuat Maysha yang tak pernah melakukan itu dengan lelaki manapun tak tahan dan mendapatkan pelepasan nya.
Maysha tersengal-sengal sambil menatap Ray dengan wajah bersemu merah, apa yang ku lakukan? pikir Maysha, Maysha langsung menunduk malu dan Ray kembali membenahi pakaian Maysha.
"Cup...nyaman kan?" tanya Ray malah membuat May semakin malu dan May memukul dada sang kekasih.
"Pemanasan aja, sebelum kita ke intinya setelah menikah!" ucap Ray sambil memeluk Maysha.
"tidurlah! besok kita jengguk Tian di rumah sakit!" sambil mengelap bibir May yang basah dengan ibu jarinya.
"Apa dia akan baik-baik saja?" tanya Maysha terlihat khawatir
"Aku harap seperti itu May, anak buah Johan sedang berjaga di rumah sakit!" kata Ray
"Seperti nya ini sengaja di lakukan oleh seseorang untuk membuat Tian bahaya, dan Jaya sedang menyelidiki semuanya" lanjut Ray.
"Aku akan selalu mendukungmu!" ucap Maysha dan berdiri dari pangkuan Ray
"Aku tidur dulu, besok tuan Arya harus kontrol pagi!"
__ADS_1
"Papa May.. panggil dia papa!"
"Aku masih malu Ray!" ucap May lirih
"Tapi dia akan senang jika kau memanggilnya papa!"
"Baiklah....ya sudah aku tidur dulu!" pamit May.
Di rumah sakit, beberapa orang terlihat berdiri di depan ruang ICU dimana Tian dirawat, Johan tak mau kecolongan kali ini, sampai saat ini kondisi Tian masih kritis,papa dan mamanya serta saudaranya bergantian menjenguk Tian, sang mama bahkan berkali-kali pingsan melihat anak lelakinya satu-satunya. Dokter Ica yang melihat dari kejauhan tak pernah menduga kalo Tian akan di jaga seketat itu, dia mulai mencari cara bagaimana caranya agar di bisa masuk dan menghabisi nyawa Tian. Dan ternyata ruang ICU Tian terhubung dengan pintu lain yaitu ruang para perawat,namun di sana tak perlu di jaga ketat karena hanya dokter yang punya akses masuk jadi Johan mudah mengontrolnya.
Akhirnya dokter Ica mendapatkan cara untuk masuk ke dalam ruang ICU tersebut, dengan mengelabui dokter yang menangani Tian akhirnya dokter Ica mendapatkan kartu akses dan dengan liciknya dia mematikan cctv di ruang ICU dan ruangan perawat yang dia lewati dengan bantuan seseorang dan iming-iming duit.
Dengan santainya dia masuk ke ruangan tersebut setelah salah seorang perawat pergi dan temannya masih berada di dalam toilet. dengan sedikit berjalan cepat dokter Ica masuk ke ruang ICU dan menutup kordennya, para pengawal Johan tak menaruh curiga karena bila sedang menangani Tian, dokter jaga atau suster lebih sering menutup kordennya.
"Selamat malam dokter Tian! bagaimana keadaannya? aduuhh kasihan ya! maaf ya kamu harus pergi dulu mengawali kematian semua orang terkasih Ray!!"
Beberapa alat bantuan medis milik Tian di lepaskan perlahan oleh dokter Ica, dia begitu senang melihat keadaan tian saat ini, senyuman tak lepas dari bibir si dokter gila tersebut.
Namun kesenangan dokter Ica harus terhenti ketika seorang suster mendengar suara tersebut setelah keluar dari toilet dan masuk ke dalam ruangan perawat.
"Astaga!!!" suster langsung menekan tombol darurat,dokter Ica yang bersembunyi di balik pintu tak terlalu di perhatikan oleh Suster karena terlalu panik melihat keadaan dokter Tian,dokter Ica berhasil menyelinap keluar dari ruangan tersebut, beberapa dokter berlari ke arah ruang ICU dan melewati dokter Ica yang tersenyum sangat ramah pad mereka walaupun tak mendapat balasan dari dokter-dokter tersebut karena mereka panik setelah mendengar alarm gawat dari ruang ICU.
"Aduhh lega nya!!" kata dokter Ica.
"Dokter Ica dari mana? tadi ada pasien yang menunggu Anda!" kata salah suster yang menjadi asisten nya.
"Maaf sus! saya tadi lapar sekali...." katanya dengan sopan dan ramah.
"Oya dok...kalo begitu dokter bisa pulang karena pasien sudah habis dok!"
__ADS_1
"Benarkah?? okey aku siap-siap dulu ya sus!"
Di ruang ICU beberapa dokter sedang membantu menangani dokter Tian...
"1..2...3...! jedut......" suara alat pacu jantung di pakai pada tubuh Tian berulang kali.
"Sekali lagi!!" kata dokter Fabian,salah satu dokter yang memang dekat dengan Tian di rumah sakit tersebut.
"Sudah dok!! berhenti!" kata salah satu temannya.
"Kita harus berusaha!!! dia belum boleh pergi!!" teriak dokter tersebut.
"Sekali lagi!!" lanjutnya.
Mereka berusaha sekuat tenaga mengembalikan kesadaran Tian, berharap menyelamatkan dokter imut tersebut, semua suster dan dokter yang mendampingi dokter Fabian terlihat berwajah panik dan harap-harap cemas menanti usaha dari dokter Fabian, dokter yang meminta ijin untuk menangani Tian secara khusus.dia belum menyerah untuk membuat keadaan Tian kembali normal, Dia benar-benar tak ingin menyerah.
Tepukan tangan di bahu dokter Fabian memberikan semangat dan seakan berkata 'sabar' membuat dokter Fabian menghela nafasnya.
'Tuhan bantu kami!!' batin dokter yang menangani Tian di sela-sela usahanya menyadarkan dokter Tian.
bersambung....
Next terungkap siapa Veronica ya....trus gimana nasib Tian juga!...
Keinginan tak selalu sejalan dengan takdir Tuhan.
makasih udah setia sama novel-novel ku...
ada season 2 dari Mr.Galak Suamiku ya yang belum tau.
__ADS_1
dan maaf kalo up nya dari semua Novel ku gak beraturan... maklum efek ramadhan...
makasih...like dan komen kalian penyemangat aku!!!