Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Benih-benih Cinta


__ADS_3

"aku tidak takut naik mobil...aku tidak takut naik mobil!"


ucap Valeria sambil memandang ke depan.


Sampailah Raka di sebuah danau dengan beberapa penjual kopi dan camilan di tepi danau.


Raka memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dan mengambil ponsel di sakunya.


tut...tut....tut...


"Haloo!" saut Bams


"Kau boleh pulang! aku sudah bisa mengatasi ini!" pintanya pada Bams.


"baiklah bocah cantik!"


"Berhenti memanggilku dengan sebutan itu!!" bentak Raka namun di jawab dengan tawa membahana di sebrang sana oleh Bams.


tut.... sambungan telponnya di putuskan begitu saja oleh Raka.


"Turunlah nona Ria, ayo nikmati malam ini!"


"tidak!! aku tidak mau keluar!" ucapnya masih terdengar ada sedikit ketakutan.


"Ayo nona.. percayalah padaku!!"


Akhirnya Valeria keluar dari mobil dan mulai menikmati malam di tepi danau dengan Raka.


********


Camilla berhari-hari hanya duduk di ranjangnya di rumah Bams, Bams sampai menempatkan seorang pembantu yang biasanya hanya beres-beres rumah dan pulang setelah nya, namun beberapa hari ini Bams memperkerjakan mereka sampai Bams pulang kerja.


Camilla berhenti jadi pengasuh Bianca anak pertama dari tuan Adrian dan memilih untuk berdiam diri di rumah Bams.


"Kau belum tidur?"


Tanya Bams yang baru saja pulang dari rumah tuan Adrian.Camilla hanya mengeleng saja dan masih terlihat sembab di matanya.


"Jangan menangis lagi Mila!" ucap Bams sambil membelai rambut Camilla.


"Udah gak kok bang! cuma barusan mimpi aja!"


"Bang aku bikinin makanan ya?" lanjut Camilla.


"Gak usah, abang sudah makan! dah.... lanjut tidur aja!"


Bams pergi meninggalkan kamar Mila, dan Camilla mengikuti Bams ke dapur, Camilla tau kebiasaan Bams pulang kerja dan kalo belum mengantuk, dia akan menyedu coklat hangat di nikmati sambil merokok. Camilla masuk ke dalam dapur.


"Mila bikinin coklat hangat buat abang ya?" ucap Camilla.

__ADS_1


Bams hanya mengangguk duduk di depan meja dapur memperhatikan bagaimana cekatannya Camilla membuat coklat hangat untuk nya. Dia lihat Camilla lebih kurus dari biasanya entah mengapa hati keras seorang mantan preman seperti Bams begitu iba melihat wanita di depannya itu. Bams bukanlah anak yatim-piatu, dia punya orang tua yang tinggal di luar pulau di kampung halamannya, namun Bams yang memang dari kecil terabaikan memilih jarang pulang dan lebih memilih menetap di Jakarta.


"Udah selesai bang... nih!" kata Mila membuyarkan lamunan Bams.


bukannya menjawab atau mengambil coklat tersebut, Bams malah bangkit dari kursinya dan mendapati Camilla,Dia tiba-tiba saja memeluk Camilla dari belakang.


"Eh....bang!" ucap Mila karena kaget.


"Nikah yuk Mil!" kata Bams yang sukses membuat Camilla terdiam.


Camilla hanya diam saja namun sedetik kemudian airmata nya meleleh, dia merasa tak pantas di cintai atau di bahagia kan oleh siapapun, gadis ini masih saja merasa tak berguna bagi orang lain.


Bams yang tak mendapat jawaban dari Camilla membalikkan tubuh ringkih wanita tersebut.


"Nikah yuk Mil?" ulang Bams.


"Aku tak tau Mil dari kapan aku cinta sama kamu! aku hanya ingin kamu hidup bahagia sama aku!!"


"Aku tidak lagi bisa memandang kamu sebagai adik aku Mil?"


"Aku juga bukan orang kaya, terlihat sangar, gak romantis!! tapi aku serius Mil!"


"Camilla mau kah kamu menikah denganku?"


tawar Bams lagi, dan memang begitulah kakunya seorang mantan preman kala mengungkapkan isi hatinya, berhari-hari hidup bersama Camilla rasanya ada hal uang lain di hati Bams, rasa tak ingin kehilangan Mila, rasa ingin membahagiakan Camila semuanya, dan jalan satu-satunya yaitu menikahi wanita tersebut. Camilla menangis tersedu-sedu, kemudian dia memeluk lelaki kekar yang ada di hadapannya, Camilla bahkan terlihat sangat kecil di badan Bams.


"Beneran Mila?"


kembali Mila menganguk dan tersenyum malu, Bams melepaskan pelukannya dan memandang wajah cantik nan tirus Camilla...


"Aku cinta sama kamu Mil! aku janji bakal bikin kamu bahagia!!" janji Bams di akhir i dengan melumaaat bibir mungil wanita di depannya.


*********


Johan mendapatkan kabar dari sang istri bahwa Kiara sedang hamil, Johan sangat bahagia semuanya berbanding terbalik dengan Tian, setelah drama perselingkuhan sang kekasih terkuak, Tian merasa sakit hati dan beberapa kali Clara menghubungi dia dengan datang ke rumah sakit atau ke klinik karena memang Tian memblokir nomor hp Clara.


Clara juga di campakkan oleh David, David yang menyadari kesalahannya dan terus menerus berusaha meminta maaf pada Dania kakak Tian pada akhirnya demi anak-anak dan masih adanya Cinta di antara mereka,mereka kembali bersama lagi.


Lalu bagaimana dengan Ray, si Everest itu tetap lah gunung es masih dingin dan dingin.


"Sus....tolong bibi bisa?"


"Iya bi...ada apa?"


"Tuan Arya sudah tidur?"


"belum bi...itu di samping rumah bi..lagi kumpul sama tuan Ray dan teman-temannya"


"Kebetulan ini...tolong bawakan minumannya ke markas, bibi biar bawa camilannya!"

__ADS_1


"Iya bi!"


Mereka akhirnya membawa makanan dan minuman ke markas, kebetulan papa Arya juga ikutan kumpul mereka. Johan terus terlihat bermanja tidur di paha sang istri, sedangkan Tian sedang memeriksa keadaan papa Arya.


"Eh suster cantik papa datang tuh!"


usil Tian, yang mana malah membuat suster May salah tingkah.


"Usil aja loe!!" ujar Johan.


"hallo suster May!" sapa Kiara


"Hallo nona Kiara, apa kabar?"


"Baik.....nona!"


"Tuan Arya minum teh herbal nya ya?" tawar suster May, papa Arya hanya mengangguk saja.


suster May menyuapi papa Arya dengan sangat telaten..


"Ba-gaimana a-dikmu?" tanya papa Arya terbata.


"Dia lulus dengan nilai terbaik tuan! tuan tau dia senang sekali, dan dia meminta hadiahnya! apa tuan jadi memberi hadiah padanya?"


seperti biasa bila bersama papa Arya suster May akan menjadi gadis yang ceria dan cerewet, bahkan dia tak sadar masih banyak orang yang memperhatikan interaksi dia dan papa Arya.


Papa Arya menganguk lagi sebagai jawabannya.


"Benarkah?? aku akan meminta Nayla temenku untuk mengantarkan dia ke sini!"


"A-ap-a dia ti-dak min-ta hadiah la-in?"


"Tidak! hadiahnya hanya ingin bertemu dengan anda tuan! hehehhehe anak itu kalo sudah ada kemauan dia selalu berusaha untuk mendapatkan nya!" ya adik suster May tau tentang papa Arya karena setiap video call, suster selalu memperkenalkan papa Arya dan menurut Lerie adik May papa Arya sangat tampan dan ingin berkunjung ke sana, papa Arya mengijinkan kalo dia bisa lulus dengan nilai baik.


"Terimakasih tuan Arya.....aku akan bertemu dengan adikku!! sudah lama aku tidak bertemu dia....yeee......"


suster May benar-benar lupa dia dipandang i begitu banyak orang, sedangkan papa Arya yang sudah biasa dengan tingkah suster May biasa saja menanggapi orang yang merawat dia itu.


Semua orang melihat heran dengan tingkah suster May, kalo di depan mereka suster May terlihat sangat menjaga sikap dan baru mereka ketahuan kalo bersama papa Arya suster May berubah menjadi gadis yang cerewet.


Ray memandang ke arah mereka dan kemudian tersenyum tipis melihat kedekatan mereka, yang mana membuat Johan dan Tian saling berpandangan melihat reaksi Ray dan mereka membuang nafas bersamaan.


"Semoga kali ini bener-bener baik!" gumam Johan.


"Jangan sampai singa di samping ku ini ngamuk gara-gara cewek lagi!!"


gumam Tian sambil melirik Johan dan tentu gumaman mereka masih bisa di dengar satu sama lain.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2