
"Hai kak Cris, lama gak ngapelin Kila! kemana aja? selingkuh ya?" ucap Kila sedikit keras, hingga membuat beberapa Suster yang lewat menengok padanya, ya..siapa yang tidak kenal dengan dokter unyu-unyu seperti Tian.
"Ohh Tuhan Ray....!" keluh Tian,rasanya Tian ingin menenggelamkan gadis kecil di depannya itu ke dalam kolam ikan di taman rumah sakit tersebut.
"Kok diam kak?" tanya Kila lagi pada Tian.
"Ngapain kamu ke sini? ngikut aja!" ucap Tian seakan sudah tak tahan dengan tingkah Kila, Ray hanya melihat perdebatan di antara mereka saja.
"Aku nyusul kak Nara! sekalian mau cuci mata! waahhh dari tadi banyak banget dokter keren yang lewat!aku selalu tergila-gila dengan jas putih yang mereka pakai!"
"Enak kali ya kalo punya suami seorang dokter!!! waahhh Kila gak sabar!!" ucap Kila berbinar.
"Gak sabar ngapain?" kata Ray dengan tenang.
"Gak sabar pengen kawin!" saut Kila, yang mana itu membuka Tian yang sedang meminum tehnya tersedak dan terbatuk-batuk. Ray hanya menyerahkan tissue pada sahabatnya itu.
"Kenapa kak Cris? kan sekarang lagi musim tuh kawin muda!"
"Nikah muda Kila!!! main kawin-kawin aja!" ucap Tian
"Lha...apa bedanya? cuma beda di kosa kata doang kan!"
"Dah ah.....gue pergi dulu Ray, tuh papa dah selesai!" kata Tian sambil berdiri dari duduknya.
"Dokter cintaku! tunggu Jangan tinggalkan aku!!! apa salahku sampai kau memutuskan aku!" teriak Kila ketika tian meninggalkan mereka, seketika Tian melotot dan membungkam mulut Kila dan membawanya ke lorong rumah sakit yang sepi. Ray yang sudah ikutan berdiri karena papanya sudah menghampiri bersama suster May hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku sepupunya tersebut.
"Kenapa?" tanya papa Arya melihat Tian membungkam mulut Kila dan membawanya pergi.
"Biasa pa! Kila usil!" jawab Ray.
"Mereka pasangan yang unik" kata May di akhir i dengan tawa kecil nya.
"Kita lebih unik sayang!" bisik Ray di telinga Maysha, yang mana hal itu membuat wajah Maysha merah karena malu.
"Hadeeehhh masih ada papa Ray!" ucap sang papa santai
dan meninggalkan mereka menuju luar rumah sakit,dan jangan tanyakan bagaimana reaksi Ray, dia hanya diam saja tanpa membalas apapun yang di katakan papanya dan dengan santai pula mengikuti sang papa, Maysha masih berdiri setia di sana.
__ADS_1
"Sekarang aku tau dari mana tuan Ray mendapatkan sikap dingin dan acuhnya! benar-benar bagai pinang di bela dua kalo kayak gini!" gumam Maysha melihat kedua lelaki itu berjalan terlebih dahulu.
"May... apa kau mau di situ saja!" kata Ray dari kejauhan.
"eh iya Tuan!" jawab May sambil sedikit berlari mengikuti tuannya.
di sisi lain.....
"He he he he he ..maaf!" ucap Kila ketika melihat Tian sudah melotot.
"Ini bukan di rumah Kila!! jangan bercanda keterlaluan!! banyak orang yang mendengar nya bisa salah paham!" ucap Tian dengan bijak.
"emang itu tujuan Kila!" ucap Kila seakan tanpa dosa.
"maksud kamu?" tanya Tian heran.
cup...cup.... dua kali kila mengecup bibir Tian,dan yang punya bibir kaget hingga hanya bisa mengedip-ngedipkan matanya saja.
"Kila udah putusin! Kila mau ngejar cinta dokter!". ucap Kila dengan yakin sambil berlalu dari hadapan Tian, karena dia tadi melihat papa Arya sudah selesai kontrol.
" Cristian dokter cintaku...?muachhh.....jangan macam-macam ya sayang!" teriak Kila sambil memberikan kiss bye dari kejauhan, yang mana hal itu membuat beberapa orang melihat ke arah Tian, Tian hanya bisa menutupi wajah malu nya dengan tetap terlihat cool dan berlalu dari sana menuju ruangannya.
Di sebuah ruangan seorang dokter sedang memainkan ponselnya, dia dengan sangat serius memperhatikan layar di ponsel miliknya.
"Nayla....jadi dia milik Beniqno?.... Maysha.....dan dia milik Ray?.....menarik sekali!" ucapnya
"Cristian!... aku mulai dari kamu! maaf ya dokter imut! aku hanya ingin bermain dengan temanmu! dan sayangnya kau adalah umpannya ha ha ha ha ha ha..."
"Meong.....meong..." suara seekor kucing masuk melalui jendela ruangan yang terbuka, karena ruangan itu memang berada di lantai satu.
"ooh lucunya..pus...pus sini!" panggil dokter itu yang ternyata adalah dokter Veronica.
Kucing itu mendekat dan sreeet.... "weoong!! " suara kucing yang kesakitan karena dokter Ica menyayat leher kucing itu dengan pisau bedahnya dengan sadis! darah nya sampai mengenai wajah si dokter, bersamaan dengan itu seorang suster masuk ke dalam ruangan dokter Ica. sang suster sangat kaget melihat seekor kucing berlumuran darah di lantai, dan jas putih dokter Ica juga terkena noda darah tersebut.
"Suster! bagaimana ini hiks...hiks... aku reflek mengarahkan pisau bedah di tanganku ketika dia masuk dari jendela dan berusaha menerkam ku!" ucap dokter Ica dengan mata berkaca-kaca, membuat si suster percaya dengan drama yang dilakukan nya.
"Ti-tidak apa dokter! saya akan menyuruh OB untuk membersihkan nya!" ucap si suster itu dan berlalu dari ruangan tersebut. Dokter Ica tersenyum menyeramkan ke arah kucing tersebut.
__ADS_1
"Maaf ya meong sayang! kau sudah masuk ke area ku tanpa ijin dan aku tidak suka!! maka, mati adalah bayaran yang setimpal!" ucap dokter Ica dingin.
Di rumah Ray
"Kau sudah mendapatkan identitas nya?" tanya Ray di ruangannya.
"Sudah Tuan! tidak ada yang mencurigakan tuan, tapi saya tidak bisa mendapatkan informasi nya sebelum dia menginjak umur 18 tahun,semuanya seakan di hapus dari data-data tentang hidupnya!"
"arti nya datanya hilang sejak dia lahir sampai umur 18tahun? begitu?" tanya Ray heran.
" betul tuan! ini sedikit aneh tapi saya benar-benar tidak bisa menemukan apapun!"
"Apa dia terlihat mencurigakan Tuan?" tanyanya.
"Entahlah!! tapi firasat ku tak enak! gali lagi barang kali ada yang bisa kita temukan!"
"Baiklah Tuan! saya permisi!"
Lelaki tersebut berpapasan dengan Maysha yang membawa secangkir kopi untuk Ray, mereka saling menunduk hormat.
"Tuan kopi anda, bi Asti sedang membuat bubur kacang hijau untuk tuan Arya, jadi saya yang mengantarkan!"
Ray hanya memperhatikan gerak-gerik kekasih barunya yang masih terlihat canggung padanya.
Maysha meletakkan kopi di meja kerja Ray setelah selesai dia berniat pergi dari sana.
Namun Ray menariknya hingga duduk di pangkuan Ray.
"Kenapa?" tanya Ray sambil memeluk Maysha yang ada di pangkuannya.
"Apa? " May tanya balik pada Ray.
"Kenapa kamu terlihat canggung banget sama aku? hemmm?"
"Ehmmm aku hanya belum biasa!" ucap May lirih.
"Aku akan membuat mu terbiasa!" ucap Ray dan menarik tengkuk Maysha dan meluuumat nya lembut dengan satu tangan masih setia memeluk pinggang May.
__ADS_1
bersambung....
Aduuhhh si Everest sudah mulai suka sama yang hot-hot......gimana dong ini???ðŸ¤ðŸ¤