
Para readers sayang....maaf ya yang kemarin komen kok berhenti??..no readers sayang hehehhehe emang ini up sehari sekali ( jam gak menentu 😁).....kalo sehari bisa 2X berarti othor lagi happy...so....nikmati aja ya.....Makasih..para readers.
*********
"Ya aku harus melakukan itu!! aku harus melakukan nya!"...
"Aku gak mau kehilangan orang-orang yang aku sayangi lagi!"
Akhirnya suster May terlelap dalam tidurnya.
Pagi hari Dia terbangun lebih pagi dari biasanya, dia sengaja membantu bi Asti di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi ini.
Teh herbal untuk tuan Arya dan teh madu jahe kesukaan tuan Ray, semuanya di siapkan dengan telaten oleh suster May.
Nampak sesekali dia mengigit bibir bawahnya, dia benar-benar ingin menangis kencang saat ini, membunuh seseorang! itulah yang akan dilakukan nya...! berulang kali dia meremas saku baju dinasnya, dimana 2 botol ampul racun dia sembunyikan.
Setelah selesai memasak, bi Asti meminta Suster May membantu dia menata makanan di meja.
"Suster....teh buat tuan Arya dan Ray sudah?"
"Belum bi...ini sedang di sedu! bibi ke sana saja dulu siapkan piringnya!" pinta suster May.
"Ya udah bibi ke sana dulu ya?"
"Iya bi...!"
Sambil menyedu teh untuk majikannya, seseorang masuk ke dalam dapur,dia adalah pak Edi tukang kebun yang kerja di sana.
"Suster bi Asti mana?" tanya pak Edi.
"Lagi nyiapin menu tadi di meja makan!"
"Ada yang bisa di bantu pak?"
"Mau minta kopi suster!"
"tumben ke sini... biasanya sudah di kirin sama bi Asti!"
Tapi pak Edi hanya diam saja, dia melihat suster May sedang meracik teh herbal untuk majikannya.
"Jangan sampai gagal!! nyonya Monica tidak suka kegagalan!" ucap pak Edi tiba-tiba datar tanpa ekspresi.
deg...
'Apa??!! pak Edi orang suruhan wanita itu?' batin Suster May.
"pa-pak Edi??"
"Edo! Edi sudah aku bunuh! Laksanakan perintah nya bila ingin keluarga mu selamat!"
Pak Edi pergi dengan membawa kopi yang di buatnya sendiri, dia tau ada cctv di rumah tersebut, namun tak bisa menangkap pembicaraan mereka, maka dari itu pak Edi bersikap seperti biasanya.
Suster May sudah sangat binggung sampai suara bi Asti mengangetkan dia.
__ADS_1
"Sudah belum?"
"Sudah bi" ucap suster May lemah.
Ternyata bi Asti hanya mengambil mangku saja, lalau pergi meninggalkan suster May.
Suster May menuangkan ampul racun tersebut ke dalam minumannya, Dengan sedikit gemetar dia membawa nampan minuman tersebut ke meja makan.
Suster May meletakkan minuman tersebut di depan tuan Arya dan Ray. Ray masih sibuk dengan ponsel ditangannya sedangkan papa Arya sudah meminum teh herbal nya sendiri.
"Uhuk....uhuk....uhuk..."
papa Arya tersedak minuman yang di minumnya, suster May panik dan segera memberikan tissue untuk papa Arya yang sudah mengeluarkan air tehnya sedikit.
"Hati-hati pa!" ucap Ray yang terlihat panik juga.
Ray membersihkan mulut papanya dengan tissue dengan telaten, papa Arya tersenyum dengan tindakan sang anak, semua itu tidak lupus dari penglihatan mata suster May...
"Jangan jadi pembunuh mbak!!"
" Mbak! jangan lakukan!! bilapun aku harus mati!! mbak May tidak boleh jadi pembunuh!! Mbak.......jangan!"
kata-kata Lerie mengema di telinganya, suster May yang tadinya tenang kini menjadi gelisah, hingga dia tak menyadari bahwa cangkir teh milik Ray sudah berada di ujung bibir lelaki tersebut. Melihat itu semua membuat suster May berlari ke arah Ray..
"Tuan Ray!! jangan!!!" pekik suster May
Namun terlambat Ray sudah meminum tehnya walaupun belum dia telan, karena merasa kaget dengan apa yang di lakukan suster May.
"Suster May!! apa yang kau lakukan!!"
Bentak Ray dengan penuh penekanan.
"Tuan Ray.....aku mohon selamat kan keluarga ku!! wanita itu.... wanita itu gila!!" ucap suster May yang terlihat gemetaran karena melihat Ray yang terlihat garang dengan tatapan yang tajam.
"Maafkan aku!! aku mohon maaf!!!"
"Selamat kan mereka tuan Ray!!". ucap suster May sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya.
Ray sungguh tak tau apa yang terjadi saat ini, dia binggung dengan apa yang dilakukan oleh sister May.
tiba-tiba.....
"Suster May!!" pekik Ray ketika melihat dari mulut suster May keluar darah segar bercampur dengan busa.
"Tuan Ray....maaf!" ucapan terakhir suster cantik tersebut sambil menyerahkan sesuatu dari saku serangan dinasnya.
Ray melihat suster May sudah tak sadarkan diri! Dia berlari sambil membopong tubuh lemas itu keluar, di ambang pintu dua bodyguard nya sudah standby.
"Jangan pergi kemanapun!! jaga papaku!" perintah nya pada anak buahnya
"Baik tuan!!"
"Jangan biarkan dia memakan apapun!!"
__ADS_1
"Baik tuan!"
"Jaya!! hubungi dokter Tian!"
"Baik tuan!!"
"Rakaaaa!!! buka pintunya!!" Ray berlari menuju tempat Raka memarkirkan mobilnya.
"Bos!! ada apa?"
Tapi Ray tak menggubris pertanyaan Raka,Dia malah memerintahkan Raka
"Ke rumah sakit sekarang Raka!! cepat!!"
"Baik bos!!"
Raka tak tau apa yang terjadi! namun ketika dia diperintahkan untuk cepat!!! itu selalu membuat Raka terpacu adrenalin nya.
Bunyi klakson mobil Raka menggema dijalanan, dengan kecepatan tinggi Raka sudah melenggak-lenggok di jalanan hingga beberapa kemudian sebuah motor polisi patroli mengejar mereka!.
Dengan senyuman seringai Raka bisa mengecoh polisi yang sedang patroli tersebut, hingga akhirnya mereka sampai di rumah sakit.
Ray berlari ke dalam rumah sakit sambil berteriak memanggil suster dan dokter, beberapa saat mereka sudah membawa suster May ke dalam ruang UGD.
Tut....tut....tut....
"Mario!! ke sini cepat!"
Dada Ray merasa sesak, kemudian dia meminta dokter untuk menangani dirinya, dan benar saja, dia menelan racun yang cukup ganas, racun ini walaupun meminum sedikit sudah cukup membuat seseorang hampir mati, Monica sudah beberapa tahun belakangan ini mengembangkan racun tersebut di bantu oleh seorang ahli yang tentunya dengan imbalan yang cukup setimpal dengan apa yang di lakukan nya.
"Tuan Ray!!" Mario datang bersama Raka.
"Bagaimana apa kau sudah menyadap ponsel suster May?"
"Monica!! dia membawa adik dan budhe suster May!" jawab Mario cepat.
"Brengsek!!! rupanya dia sudah mulai bermain dengan ku!!"
"Cari mereka Mario!! pastikan dengan cepat menemukan persembunyian mereka!!"
"Baik Tuan! jawab Mario.
"Tuan Ray....Jaya menangkap seseorang!"
"Suruh dia bawa ke markas! dan Raka bawa ke pada ahlinya!" ucap Ray yang sudah merasa baikan, memberikan ampul racun yang di berikan suster May padanya.
"Bagaimana keadaan nya dok?" tanya Ray ketika seorang dokter keluar dari ruang UGD.
"Kami sudah berusaha tuan....! Reaksi racunnya sangat cepat tuan!"
Ray menghela nafas berat! masalah berat mulai datang.
bersambung.....
__ADS_1