
"Sudah bangun?" tanya Fabri yang ternyata sudah dari tadi bangun.
"Heemmmm, masih ngantuk bik" jawab Ela yang mengira yang bertanya adalah bik Nur.
cup.....
"Bangun! hari ini aku mau ngajak kamu jalan-jalan" kata Fabri lagi.
Seketika Ela membuka mata, dia mulai tersadar bahwa semalam Fabri mengurung dia di kamar, dan jelas pagi ini dia pasti terbangun di kamar Fabri juga. Ela sedikit menggeser posisi nya agak menjauh dari Fabri, Jujur dia sangat malu, pagi-pagi dengan muka bantal nya dia sudah berhadapan dengan tuan muda tampannya. Merasakan pergerakan Ela, Fabri segera menarik tubuh Ela mendekati nya.
"Kenapa?" tanya Fabri
"Minggir tuan mu..... hmmpptt"
Fabri benar-benar sudah meluuumat bibir Ela yang dari kemarin berbuat salah menurut Fabri, dia terus saja memanggil Fabri dengan tuan muda Fabri benar-benar tak suka dengan apa yang di katakan oleh Ela.
"Coba ulangi lagi! dengan senang hati aku akan menghukum mulut mu ini!" kata Fabri setelah melepaskan ciumaaannya.
"Aku mau mandi!" kata Ela yang langsung turun dari ranjang Fabri. Fabri langsung menyusul Ela dan mendekap nya dari belakang.
"Kita jalan-jalan ya nanti siang! aku ke kampus sebentar,ada kuliah pagi" kata Fabri
"Aku banyak kerjaan, gara-gara di kurung di sini terlalu lama" ucap Ela
"Aku gak mau tau! ini kencan pertama kita" saut Fabri
"Kak......" Ela berbalik
"Aku mencintaimu Frela....mau kan jadi pacar aku?" ucapan Ela terpotong oleh pernyataan cinta Fabri.
"Tapi kak" saut Ela
"Mau nolak lagi? mau bilang kamu cuma pembantu? mau bilang kamu gak pantas buat aku? iya?" Fabri memberondong Ela dengan perkataan yang memang ingin di ucapkan oleh Ela,pada akhirnya Ela mengangguk, mengiyakan perkataan Fabri.
"Aku dan keluargaku bukan orang seperti yang ada di pikiran kamu Ela, please....terima aku ya?" kata Fabri sedikit memohon pada Ela, Ela hany menunduk saja, tak tau harus berbuat apa.
"Ela sayang......kita pacaran ya?" tanya Fabri lagi dan kali ini Ela mengangguk.
__ADS_1
Fabri mengangkat tubuh Ela tinggi dan memutarkan tubuh mereka, sambil berteriak senang. Ela sampai menjerit takut jatuh dengan perbuatan Fabri.
Di meja makan, sudah duduk semua anggota keluarga Fabri, Ela sudah kembali ke kamarnya dan bersiap membantu Bik Nur.
"Kamu apain Lala?" tanya Desi ketus pada sang anak.
"Gak di apa-apain ma! Ela masih utuh!" kata Fabri santai.
"Awas aja kalo sampai Lala kenapa-kenapa! Mama sendiri yang akan menghukum kamu" ancam Desi.
"Aduh Mama aku nih, pagi-pagi galak benar!" ucap Fabri sambil mencubit pipi Desi dengan gemasnya, kemudian berlalu dari sana.
"Eh mau kemana?" tanya Desi
"Kampus ma, ada mata kuliah pagi!" jawab Fabri
"Kampus kok ke sana?" tanya Desi heran karena melihat Fabri yang menuju kamar Bik Nur dan Ela
"Pamit sama calon menantu Mama" ucap Fabri santai.
"Dasar anak nakal!" gumam Desi
"Anak kita ma, orang bikinnya berdua!" saut Kevin sambil berdiri membersihkan mulutnya,dan beranjak untuk berangkat kerja.
Dikamar Ela, Ela baru saja ganti baju, beruntung dia sudah memakai baju lengkapnya ketika Fabri tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu.
"Sayang ......" kata Fabri
"Ngapain sih kak ke sini? katanya mau ke kampus?" tanya Ela yang panik melihat Fabri di kamar nya.
"Mau pamit sama kamu" kata Fabri sambil menarik pinggang Ela hingga berdempetan dengan tubuhnya.
"Iya..udah sana kuliah, udah pamit kan?" kata Ela sambil berusaha melepaskan tangan Fabri dari pinggang nya.
"kiss dulu" kata Fabri sambil menunjuk ke arah pipinya
Ela mencium pipi kanan Fabri, Fabri menunjukkan pipi kirinya,dan Ela melakukan ciuman di pipi kiri fabri.dan terakhir dia menunjukkan bibir nya,dan dengan ragu-ragu Ela mengecup bibir Fabri sekilas. akhirnya Ela bisa bernafas lega karena Fabri akhirnya pergi dari kamar nya.
__ADS_1
Sesampainya di kampus.....
"Pagi semua......apa dunia anda cerah hari ini?" sapa Fabri pada ketiga temannya,
Leo, Lee dan Boy langsung heran,dan Leo yang paling terlihat panik di antara teman-teman nya.
"Apa loe baik-baik saja? apa loe lagi setres? pulang aja deh, ntar gue bantu nyari si sandwich!"
kata Leo pasalnya, baru kemarin Fabri terlihat tak baik-baik saja, dan hari ini dia terlihat seperti mentari yang bersinar terang di pagi hari, Leo hanya takut kalau-kalau Fabri sudah mulai gila karena si cewek tersebut.Bahkan Leo sempat berpikir barang kali kepala Fabri sudah terbentur benda tumpul.
"Sialan loe!! gue gak setres ya!"
hardik Fabri sambil melotot tajam ke arah Leo,namun sedetik kemudian dia tersenyum lebar, tentu saja hal itu makin membuat Leo takut jika Fabri benar-benar setres.
🎶 Jatuh cinta berjuta indahnya 🎶
Fabri bahkan berdendang dengan sebait lagu, hal itu membuat Boy dan Lee yang sedang meminum jus buahnya menyemburkan secara bersamaan karena kaget, tak pernah sekalipun Fabri terlihat mendengar lagu dangdut,namun baru saja mereka mendengarkan Fabri menendang sebait lagu dangdut, tentu saja apa yang di katakan Leo sepintas melintas di otak Boy dan Lee, jangan-jangan benar kata Leo bahwa Fabri sedang setres karena gadis sandwich itu meninggalkan nya.
"Boy....Leeeeeee!!!" ucap Leo penuh penekanan sambil mengusap wajahnya dengan tisu karena penuh dengan jus buah dari mulut Boy dan Lee.
"UPS....sorry!" kata Boy sedangkan Lee hanya nyengir kuda.
"Kalian sekarang percaya kan kalau dia setres!" kata Leo antusias.
Fabri yang masih mendengar itu hanya diam saja, melenggang menuju kasir kantin untuk memesan sesuatu, namun sebelum jauh dari kursi nya, seorang gadis menyenggol Fabri dan minuman di tangan gadis itu hampir tumpah.
"Ma-maaf kak!" pekik gadis itu dan terlihat ketakutan, dia tau siapa lelaki yang dia tabrak barusan.
"tidak papa cantik!lain kali kau harus lebih hati-hati lagi!! aku sedang senang hari ini,jadi kau lolos" ucap Fabri dengan gaya penyanyi Michael Jackson. Gadis itu malah tersipu malu, sambil berlalu dari sana.
"Oh Tuhan!!! singkirkan setan yang merasuki Fabri!!" kata Leo semakin menjadi.
"Aamiin!" ucap Boy dan Lee bersama.
Mereka belum tau kalau gadis sandwich itu sudah kembali, bahkan sudah di dekap oleh Fabri semalaman, hanya saja Fabri belum bercerita,dan mereka juga belum tau bahwa hal itulah yang membuat Fabri terlihat seperti orang gila pagi ini di kampus.
Cinta benar-benar membuat seseorang kehilangan akal, dan Fabri lah yang mengalaminya kali ini.
__ADS_1
bersambung.....