Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
berkumpul nya tiga serangkai


__ADS_3

Part horornya berhenti dulu ya......nanti sambung lagi karena masih ada sambungan nya..


aku ke Everest dulu kasihan dia gak pernah tersentuh cinta😁 kita lihat bagaimana si Everest di lelehkan.


*********


Dua Minggu sudah sejak kejadian di ruang kerja Ray, Maysha menghindari Ray dengan berbagai cara, dia sekarang sudah bekerja kembali menjadi suster papa Arya karena seminggu yang lalu suster Dina harus pulang ke kotanya di Medan karena dijodohkan dengan seorang dokter gigi oleh kedua orang tuanya, umurnya yang sudah menginjak 30 tahun membuat suster Dina menerima perjodohan itu, padahal dia senang bekerja dengan keluarga Arya.


Rutinitas mereka setiap beberapa minggu sekali selalu berkumpul di markas, Johan telah menjadi ayah dari anak lelakinya yang di beri nama Levin, karena itu Kiara tak bisa leluasa kemanapun, biasanya hari di mana Johan berkumpul dengan geng nya di situlah Kiara berada, semboyan 3 serangkai 1 Kiara, masih berlaku untuk Kiara walaupun sudah menjadi istri Johan.


Malam ini Johan meminta ijin Kiara untuk menginap di markas, dan Kiara mengijinkan nya asal dia di antar ke rumah ibu dan bapaknya, yang sedang berada di rumah kakaknya Krisna. Dan sampai lah mereka di markas, Johan sudah membawa beberapa botol minuman beralkohol, itulah Johan dia hanya bisa minum jika berada di markas dan tentunya setelah minum dia tidak akan bertemu Kiara terlebih dahulu, Singa betinanya itu bisa mengurung diri di kamar tanpa memperbolehkan Johan masuk bisa bahkan sampai berhari-hari jika ketahuan pulang dalam keadaan mabuk.


"Gila loe!! emang berani minum?" tanya Tian.


"Biasa bini gue udah gue setor! ni malam gue tidur sini!"


saut Johan, Ray baru saja masuk ke dalam markas, dan duduk santai di bawa sofa, sofa di sana seakan tak ada gunanya karena mereka bertiga lebih memilih duduk lesehan. Sudah hampir sebulan Johan tak bertemu dengan Ray dan Tian, mereka hanya melakukan komunikasi lewat ponselnya, lain dengan Tian dan Ray yang masih bertemu beberapa hari yang lalu.


"Gimana wanita ular itu?" tanya Johan yang memang tau kabar nya dari Ray beberapa waktu lalu.


dengan santainya Ray menunjukkan video kesadisan yang di lakukan Beniqno terhadap Monica.


"Anj**ng!!! parah banget!!" kata Johan.


"Loe kenal dia Jo?" tanya Tian.


"Ya lah, gue ada kerjasama dengan dia! orangnya terlihat sopan dan ramah, ternyata sadis juga!" ucap Johan sambil meminum minuman nya di gelas.

__ADS_1


Mereka berbincang kesana kemari, bercanda dan saling mengejek, Ray yang dingin hanya bisa tersenyum bila sedang bersama teman-temannya, terkadang juga ikut tertawa lebar. Sedangkan di dalam rumah, Maysha sedang gelisah, gimana gak gelisah dia yang menghindari bertemu dengan Ray sebisa mungkin di suruh bi Asti untuk mengantarkan camilan ke markas Ray, Maysha menolaknya namun bi Asti yang terlihat tidak sehat membuat May tidak tega. Dengan hati berdebar dia berjalan ke arah markas disamping bangunan utama. dia berdiri lama di depan pintu penghubung dua bangunan tersebut.


"Semangat May?" gumamnya lirih.


tok...tok...tok...


"Masuk!"


Maysha masuk sambil menunduk kepalanya sedikit lalu meletakkan camilan dan minuman nya di meja, Ray tak lepas memandang wanita yang sudah berhari-hari menghindari nya tersebut, Maysha bertingkah se biasa mungkin, dia sungguh ingin segera pergi dari sana.


"Permisi tuan..." pamit May. Ray hanya memandang gerak gerik Maysha yang tak mau memandang dirinya sama sekali.ternyata apa yang dilakukan Ray tak luput dari tatapan mata Tian dan Johan, mereka saling pandang dan okey fix!! Ray seperti punya perasaan lebih pada May.


"Gitu banget mandangin nya?" celetuk Tian


"Udah di tembak belum?" tanya Johan.


Ray diam saja! dia seperti menata jawaban untuk pertanyaan Johan.


byuurrr.....air keluar dari mulut Tian yang sedang minum soda.


"Breeengsek loe Tian!!!" maki Johan karena Tian memuncrat kan airnya tepat mengenai wajah Johan.


"Trus kalian jadian?" tanya Tian penasaran, pasalnya biasanya cewek yang ngejar-ngejar Ray tapi sekarang Ray yang kesannya nyosor duluan.


"Dia malah menghindari gue berhari-hari ini!"


jawab Ray sambil menyandarkan punggungnya pada sofa di belakangnya. Tian si pengalaman cewek memberi solusi jitu pada Ray, kalo Ray sudah merasa srek di hatinya lebih baik segera menyakinkan Maysha untuk menjadi kekasihnya.

__ADS_1


"Seperti dia takut sama gue!" kata Ray


"Eh begoo!!! ya iyalah takut!! tanpa bilang sayang tanpa bilang cinta loe main nyosor aja!" saut Tian.


"Buktinya Jo juga main nyosor aja!"


"beda Ray!! si Ara kan udah bucin akut sama Johan nah si Maysha mana tau kamu, dia cinta sama kamu apa gak!" kata Tian lagi.


"udah sono...temui dia! loe juga butuh kepastian! gue gak mau ya loe terluka lagi gegara cewek!" kali ini Johan si penjaga sahabat.


Setelah sesi curhat bersama kawan-kawan nya Ray masuk ke dalam rumah, mencari keberadaan Maysha, ternyata May keluar dari kamar adiknya dan berjalan menuju kamarnya sendiri, di depan kamar nya Ray sudah menunggu.


May yang tau kalo Ray berdiri di sana langsung sembunyi di balik tembok di samping tangga, dia mengintip beberapa kali namun Ray masih setia di depan kamarnya.


Setelah di lihat ternyata Ray sudah tidak ada di sana,dengan gerakan cepat Maysha masuk ke dalam kamar dan mengunci kamarnya rapat.


grep....


seseorang memeluknya dari belakang, Maysha menjerit namun tertahan sebuah tangan besar di mulutnya.


"Sudah puas menghindari ku?" May hanya memberikan isyarat gelengkan kepalanya.


"Kenapa terus menghindar?" tanya Ray setelah melepaskan tangannya dari mulut Maysha, namun masih setia dengan pelukannya.


"Lepas tuan!" ucap Maysha lirih karena takut Ray marah.


"Jawab dulu!"

__ADS_1


Maysha hanya diam, tanpa menjawab pertanyaan Ray, apa sebenarnya May tidak menyukai Ray? mustahil! banyak gadis di luar sana yang mencoba menarik perhatian Ray alih-alih berhasil Ray mahal memandang mereka secara transparan, gadis-gadis itu benar-benar tak terlihat di mata Ray, dan di saat si Everest ini mulai mendapatkan matahari nya dan berhasil meleleh kan sudut hatinya, gadis itu malah menghindari nya, May hanya merasa tidak pantas bersanding dengan Ray, dia tak tau apa motifnya Ray mendekati nya, karena dia tau kisah wanita satu-satunya yang pernah mengisi hati Ray, Ray jatuh cinta pada Camilla karena kedekatannya dengan papa Arya dan sekarang pun sama May merasa Ray menyukainya hanya karena dia dekat dan merawat papa Arya juga. karena itu May selalu menghindar dia tak mau terlanjur jatuh cinta bila pada akhirnya May tau bahwa Ray tak pernah serius padanya.


bersambung.....


__ADS_2