
Sudah satu bulan ini Fabian mencari cara agar dia terhindar dari Chaca dan desakan sang Bunda untuk menikahi Chaca, Chaca pantang semangat demi rumah mendiang sang mama, sedangkan sang Bunda pantang menyerah demi mendapatkan menantu idaman seperti Chaca.Fabian menyodorkan sebuah lembaran di ruangan miliknya, saat ini memang Chaca masih menjadi asisten dokter, dan dokter tersebut adalah Fabian, Dengan terlihat tenang Chaca duduk di depan Fabian dan melihat sekilas lembaran apa yang ada di hadapannya.
"Baca!" kata Fabian
"Apa ini dokter?" tanya Chaca.
"Makanya baca!!" ucap Fabian ketus.
"Surat perjanjian nikah kontrak!!" Baca Chaca.
"Gak mau!!!" kata Chaca Seketika.
"Kenapa? bukannya kamu mau menikah sama aku?" tanya dokter Fabian.
"Iya mau! tapi gak nikah kontrak juga dokter!! gak!!aku gak mau!!" tolak Chaca
"Trus kamu maunya apa? aku udah pusing banget ya kamu gangguin aku!!"
"Aku maunya nikah benaran!!!" kata Chaca dengan percaya diri.
"Mimpi!!!" ucap Fabian ketus.
"Semua hal berawal dari mimpi dokter cakep!!" kata Chaca.
__ADS_1
"Kamu tau!! kamu benar-benar udah bikin aku muak!! Aku gak suka sama kamu!! kamu tau!!" hardik Fabian.
"Benarkah?" tanya Chaca sambil berdiri dan jalan menuju ke arah Fabian, Fabian yang duduk di kursi nya entah mengapa tiba-tiba terkunci dan hanya bisa duduk sambil menatap Chaca yang tiba-tiba berdiri dan berjalan ke arah dirinya.
"Berhenti Cha!!!" ucap Fabian sok cool
"Kenapa? Chaca akan lakukan berbagai cara untuk memperjuangkan cinta Chaca pada dokter!!" kata Chaca maju satu langkah.
Dokter Fabian berdiri dan sekarang malah mundur menjauhi Chaca.
"Kenapa? dokter takut khilaf? hihihihi!" kata Chaca sambil tertawa kecil.
"Dokter! aku benar-benar suka sama dokter!!" kata Chaca melangkah satu kali dan dokter Fabian mundur satu kali,
"Dokter tau!! aku gak akan berhenti berjuang sampai dokter mau menerima aku!!atau kalau dokter sudah menikah!! aku akan menyerah!!!!". kata Chaca.
"Dok-dokter!!! lepaskan!!" kata Chaca sangat gugup.
"Kenapa? bukannya kau mau mendapatkan aku dengan cara apapun!! hemmm? ayo goda aku Cha! aku suka godaan dari kamu!!" bisik Fabian di telinga Chaca, seketika tubuh Chaca meremang mendapatkan perlakuan dari Fabian.Jujur ini adalah hal pertama dalam hidupnya, dekat dengan seorang pria dan bahkan tanpa jarak sama sekali.
"Godalah aku Cha!" bisik Fabian lagi.
"Aku ha-hanya bercanda Dok!! lepaskan!!" kata Chaca sudah benar-benar lemas kedua kakinya.
__ADS_1
Fabian dengan jahilnya mulai membelai wajah Chaca, mengusap beberapa kali bibir mungil asistennya itu.
"Bibir ini pasti sangat manis!" ucap Fabian dengan jahilnya dan tanpa aba-aba dia mendaratkan bibirnya ke arah bibir Chaca, dengan cepat Chaca menutup dengan telapak tangannya,hingga bibir Fabian mendarat di sana.
"Kenapa?" tanya Fabian.
"Bibir aku masih perawan!! dan ini buat suami aku kelak!! kalau mau mencium nya dokter harus menikahi dulu!!" minta Chaca.
"Aku hanya mencicipi saja! manis apa tidak!! biar aku gak rugi kalau udah menikah nanti!!" kata Fabian sekenanya.
"Emang dokter beli jeruk!! minta di incip-incip segala!!" kata Chaca kesal.
"Tentunya!! sini..biar aku incip-incip dulu!!" kata Fabian.
Sebenernya Fabian hanya ingin mengerjai Chaca, namun entah mengapa dia sendiri terbawa suasana romantis palsu yang dia ciptakan sendiri, namun semakin ke sini suasana romantis itu bukan lagi sebuah kepalsuan belaka. Fabian yang terbawa suasana,tanpa di tunda lagi langsung menarik tengkuk Chaca,dengan penuh kelembutan dia mulai melumaat bibir ranum Chaca, Chaca yang tak pernah tau bagaimana rasanya di cium hanya bisa diam saja,hingha Fabian melepaskan sejenak ciumannya.
"Bales Cha... seperti apa yang aku lakukan!!" bisik Fabian, dan dengan cepat Fabian menyambar kembali bibir Chaca.
Dan benar saja setelah beberapa detik, Chaca sudah bisa membalas ciuman dari Fabian, namun tiba-tiba....
"Tuh kan!!! kamu yang udah godain aku!!! gitu kata nya gak mau incip-incip!!" kata Fabian setelah melepaskan ciumannya.
"Lhoo eh.....apa sih!!" otak Chaca kosong seketika, namun kesadaran mulai kembali setelah dia tau Fabian hanya mengerjai nya saja.
__ADS_1
"Dokter gila!!!! dasar kurang ajar!! berani kamu mengoda aku!!" teriak Chaca sambil memukuli Fabian, dan Fabian tertawa lepas melihat muka masam dari Chaca, mereka bahkan seperti anak kecil yang kejar-kejar an di dalam ruangan Fabian,Fabian bahkan melupakan niatnya untuk membuat Chaca berhenti mendekati nya dan berhenti berusaha menjadi istri nya.
bersambung