
Dengan perasaan sakit dan khawatir, Fabri mendengarkan dengan seksama cerita dari Ela istri nya, dia meminta Ela menelpon lebih lama agar bisa melacak keberadaan Ela dan Bian saat ini.Mendengar apa yang dikatakan oleh Ela, Fabri segera mengambil laptop yang ada di mobil itu dan mulai melacak keberadaan Ela melalui sambungan teleponnya.
"Sabar sayang.....aku akan menemukan kalian!" kata Fabri sambil jari-jarinya lincah di atas laptop nya.
"Hiks.....jika mobilnya berhenti.... mobilnya hiks....akan meledak Kak!!"
Deg...
Jari-jari Fabri secara spontan berhenti mengutik laptop nya, sedangkan Lee dan yang lainnya hanya saling berpandangan.Tangan Fabri bergetar seketika, dia tak lagi bisa melakukan apapun, pikiran nya sudah sangat buruk membayangkan bagaimana nasib anak dan juga istrinya.Lee yang melihat gelagat Fabri segera mengambil alih laptop nya dan dengan kecerdasan otaknya dia bisa mengetahui keberadaan Ela dan Bian saat ini.
"Bagaimana Lee?" tanya Leo, si pembalap itu sudah merasa gatal tangannya karena ingin segera memacu mobilnya ke lokasi di mana di temukan nya Ela.
"Menuju luar kota! 4 kilometer dari sini!" saut Lee
"Okey!! tunggu kami Ela!!" seru Leo sebelum benar-benar memacu mobilnya ke arah yang di tunjukkan oleh Lee.
"Ela..... sayang....!" panggil Fabri.
"Kak ..hiks......aku harus bagaimana? kita tak bisa berhenti!! karena bila berhenti walaupun hanya sejenak, mobil akan meledak!!tapi bila berjalan terus bensin nya akan segera habis dan itu sama saja dengan...hiks..... Kakak!! maafkan aku ....maafkan aku!" kata Ela
"Tidak sayang!! Kakak akan segera datang!! tunggu lah!"
saut Fabri menahan tangisannya, dia tak ingin Ela juga ikut panik mendengar dia menangis
"Papa...pa....pa..pa....." celoteh Bian
"Hallo sayang... Bian sayang...." kata Fabri seceria mungkin, dia tau anaknya menyadari bila sang Mama sedang menghubungi nya.
__ADS_1
"Papa..... Papa......" panggil Bian lagi.
Fabri membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan nya agr tangisannya tak terdengar di telinga istri dan anaknya, dia tak sanggup bila harus kehilangan mereka.Leo dengan rasa cemasnya menerobos banyak sekali kendaraan di depannya, bahkan Boy sudah memerintahkan anak buahnya untuk membuka jalan, Daddy Ben yang mendapat kabar dari anaknya, langsung membuat barikade untuk membawa mobil Leo keluar dari kemacetan setelah mengetahui lokasi di mana mobil Leo berada.
Dengan kecepatan penuh, akhirnya Leo melajukan mobilnya ke lokasi yang di dapat oleh Lee.Bagaimanapun juga Leo juga merasa cemas dan ingin sekali membantai pelaku penculikan anak dan istri Fabri.
Di dalam mobil Ela, Ela berpikir cukup keras, bagaimana caranya mengeluarkan Bian dari mobilnya ini, untung saja jalanan yang di ambil Edo untuk nya adalah jalanan pinggir kota yang sepi dan bebas hambatan, sepertinya Edo benar-benar sudah merencanakan dengan baik ada yang ingin dia lakukan pada Ela dan Bian, Ela melihat jarum waktu yang ada di depannya, Edo bilang itu adalah waktu bom berjalan.
"Bian.....Bian sayang mama kan?" kata Ela sambil fokus ke depan dan sesekali memandang anaknya.
"Mamamama......mama" celoteh Bian yang berusia 2 tahun itu, Bian memang tak banyak bicara bukan karena dia tak bisa namun dia seperti nya terlalu sering bergaul dengan Kevin sang Kakek yang lebih sering diam.
"Dengarkan Mama Bian!! Bian harus jadi anak yang baik untuk Papa, harus selalu menjaga Papa serta patuh pada Papa! Bian ngerti kan?" Ela terus berkata-kata,dia tau bahwa Bian belum paham apa yang di katakan olehnya, tapi Ela terus berusaha memberikan nasehat pada Bian.Entah mengapa Bian tiba-tiba diam, dia seolah mengerti akan apa yang di katakan oleh Mama nya, Bian memandang lama ke arah Ela, Ela sesekali melirik anaknya itu.
Ela mencari sesuatu yang bisa dia pakai untuk mengikat anaknya, Ela berpikir dia harus bisa mengeluarkan Bian dari mobil yang sedang di kendarai nya, membiarkan anaknya keluar, karena waktu yang di tunjukkan pada bom tersebut semakin menipis. Hingga mata Ela menangkap sebuah jaket di kursi belakang.
"Iya....sayang... pelan-pelan.....anak mama pintar" kata Ela ketika melihat Bian merangkak naik dan dengan sekuat tenaga menuju ke bangku belakang mobil.Selang beberapa waktu Bian kembali lagi dengan jaket tersebut.
"Bian pinter! bawa sini sayang.....''
"Tuhan... bagaimana ini?" gumam Ela,dia bingung sekali,memangku Bian sambil mengendarai mobil jelas dia kesulitan, apalagi dia adalah pengendara pemula. Namun karena kekhawatiran nya, akhirnya Ela berusaha dengan baik, dia memakai kan jaket itu pada tubuh Bian, serta menjadikan lengan jaket tersebut sebagai tali yang mengikat anaknya, Ela berharap ketika Bian di keluarkan dari mobil dia akan aman tanpa luka sedikitpun.
"Elaaaaa" teriak Fabri ketika sudah menemukan keberadaan Ela, Ela membuka kaca mobilnya, begitu melihat Fabri Ela menangis sejadi-jadinya.
Ponsel yang di gunakan Ela untuk menghubungi Fabri sudah dalam keadaan mati, baterai nya habis.
"Papa....papa...." teriak Bian yang ada di pangkuan Ela.
__ADS_1
"Jangan bergerak sayang......diam sayang!"
teriak Fabri karena Bian yang kegirangan membuat Ela hilang keseimbangan membawa mobil, hingga mobilnya nampak beberapa kali berkelok kanan ke kiri.
"Kak..... tangkap Bian Kak...." teriak Ela
"Aku akan menurunkan dia...... mobilnya tidak bisa berhenti!" lanjut Ela.
Fabri menggelengkan kepalanya, dia tau apa yang akan di lakukan oleh Ela, Fabri tak mau Ela berkorban, Ela dan anaknya harus selamat, itulah isi pikiran Fabri.
"Dengar sayang......buka pintu nya.....dan aku akan masuk...okey??"
Kata Fabri, Fabri sudah berpikir cukup lama dia harus mengganti kan Ela, setelah berhasil membawa Bian keluar dari mobil tersebut, Fabri berencana akan masuk ke dalam mobil dan mengganti kan Ela. Ela hanya mengangguk.
Leo berusaha keras mengimbangi laju kendaraan Ela, mendekatkan Fabri ke posisi pintu kemudi Ela, dengan bantuan Lee dan Levin yang memegang kaki Fabri, Fabri berusaha mengeluarkan anaknya yang ada di pangkuan Ela, namun Ela yang amatir dalam mengendarai mobil,buat Fabri dan teman-temannya kesulitan karena beberapa Bian bergerak mengulur kan tangan nya ke pada Fabri, pergerakan mobil Ela terganggu,hingga secara tak sengaja kadang menjauh sendiri dari mobil Leo.
Fabri sedang berusaha menyelamatkan anak dan istrinya, sedangkan Edo sedang bersenang-senang dan menunggu berita dari anak buahnya yang sedang memantau di lokasi dengan penyamaran nya, Dan benar saja setelah beberapa menit anak buahnya melaporkan.
"Bagaimana....?" tanya Edo
"Bos dengarkan sendiri!" kata si pelapor
Booommmm.......suara sebuah ledakan nampak jelas di telinga Edo.
"Uuhh seperti Vandi akan sangat senang dengan berita tersebut!! hahahahahhaha!!" kata Edo sambil menutup panggilan ponsel nya.
bersambung
__ADS_1