Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 Empat Sekawan


__ADS_3

Warning!!!!!!


Bab ini memang agak ekstrim, barang kali ada yang tak bisa membayangkan bagaimana adegannya, skip aja...


*Jangan menghujat!!! Di sekitar kita memang ada para L*GBT, dan banyak yang berdampingan saling menghormati*.


Dan ingat!! ini hanya kehaluan author semata!.


Jadi.. nikmati saja alur ceritanya....okey.... Makasih..


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Setelah kepergian Fabri dan teman-temannya, Drew nampak menatap mereka berdua bergantian, Vandi yang sudah sedikit lemas hanya diam saja, karena dia pun tak sebegitu kenal Drew, sedangkan tatapan mata Edo begitu tajam menghujam ke arah Drew.


"Apa kabar Edo? wah...wah.....wah ..... bagaimana bisa kamu berurusan dengan mereka?" tanya Drew sambil berjalan ke arah mereka berdua.


"Apa karena lelaki tampan ini?" lanjut Drew sambil mendekati Vandi dan mengelus wajah tampan Vandi yang terdapat luka robek di bibirnya.


"Bangsaaat!!! jauhkan tangan kotor mu dari nya!!!" bentak Edo sambil berusaha lepas dari jerat tali di kursi yang di duduki nya.


"Hahahahahhaha.......tenang lah Edo! apa karena dia juga kamu meninggalkan Dani? wahh benar-benar luar biasa!!" kata Drew sambil mendekatkan wajah nya ke depan wajah Vandi.


"Tampan!" ucap Drew lagi.


"Bajingaaan!!! berani menyakiti nya akan ku bunuh kau!!" teriak Edo lagi membuat tawa Drew menggelegar seketika.


"Kau meninggalkan Dani demi dia? bahkan Dani sangat setia pada kalian, dia memilih untuk mengurung diri di balik jeruji besi agar kalian bisa bebas! tapi apa yang kalian lakukan pada nya? mengkhianatinya? hahahaha ini sangat lucu Edo!"


Kata Drew dengan bara api kemarahan di matanya.Ya... Drew sama saja dengan Edo dan Dani, mereka adalah lelaki penyuka sesama jenis, bahkan Dani meninggalkan Drew demi Edo, apalagi Dani tergolong keluarga yang sederhana, dia menginginkan banyak uang bukan sekedar pacaran dengan Drew,namun kala itu Drew baru saja merintis usaha club malam nya,dia belum bisa memenuhi segala keinginan Dani, sampai akhir nya Edo datang menawarkan segala nya pada Dani.


"Itu bukan urusan mu bangsaaat!!!" bentak Edo dengan kemarahan nya.


"Jelas ini adalah urusan ku juga!! kau sudah menyebabkan perpisahan antara aku dan Dani!!" kata Drew penuh penekanan.


"Sekarang aku akan membantu Dani untuk melampiaskan kemarahannya" ucap Drew sambil mendekatkan bibirnya di telinga Vandi, tangannya sedikit membelai dada Vandi dengan gerakan sangat sensual membuat Edo meradang seketika.

__ADS_1


Sedang kan di luar ruangan Leo nampak penasaran dengan siapa Fabri bekerja sama saat ini.


"Siapa dia?" tanya Leo


"Bagaimana kalau kita lihat melalui cctv, akan ada tontonan yang bagus kali ini" kata Fabri dengan seringai licik nya.


"Maksud mu?" Boy yang penasaran ikut membuka suara.


"Kita akan merusak sedikit mental nya!!" saut Fabri


Dan benar saja, beberapa saat kemudian, umpatan dan makian nampak terdengar dari dalam ruangan yang masih sedikit terbuka itu. Fabri sudah duduk di ruangan lain dengan teman-temannya, bahkan sebuah tv besar sudah menampilkan gambar di ruangan yang terdapat Edo, Vandi dan Drew. Mereka duduk di sebuah kursi yang di sediakan anak buah mereka sambil menonton adegan yang ada di depannya.


Setelah beberapa menit, sebuah adegan tak terduga di saksikan oleh Levin dan empat sekawan, seketika mereka membelalakkan matanya tak percaya, kecuali Fabri tentu nya karena dia sudah tau apa yang akan dilakukan oleh Drew.


"Bangsaaat!!" umpat Leo saking kagetnya.


"Sialaaaannn!!" ucap Levin


"Ini benar-benar gila!!" ucap Boy sambil berdiri dari kursinya dan menjauhi mereka.


Sedangkan di ruangan tersebut, Drew sedang mencumbui Vandi yang dia baringkan di lantai di depan Edo.


"haaaaaaaaaaa..... lepaskan dia!!" teriak Edo


"bangsaaat!!! akan ku bunuh kau!!"


"Lepaskan dia!!"


"Dia tidak bersalah bangsaaat!!"


Segala teriakan Edo benar-benar tak membuat Drew berhenti, dia malah menyinggung kan senyum liciknya, Drew mulai melucuti pakaian yang di pakai Vandi, dan membiarkan baju kemejanya terbuka, namun masih terpakai di badannya. Sedang kan Vandi yang memang sudah tak bisa melawan pergerakan Drew hanya bisa memberontak pelan ketika Drew memberikan sentuhan-sentuhan di tubuhnya.


Dengan cekatan dan gerakan cepat, Drew memacu pinggang nya sambil memandang ke arah Edo yang sudah menundukkan kepalanya, dia tak mau melihat Drew yang nampak menikmati tubuh kekasihnya.


"Bagaimana rasanya perasaan mu Edo?" tanya Drew sambil bergerak dengan seirama di atas tubuh Vandi.

__ADS_1


"Bayangkan bagaimana sakitnya Dani ketika dia ada di posisi mu saat ini! heh??" lanjutnya.


"Dia...pasti sangat sakit!! sama seperti dirimu saat ini!!" kata Drew yang terus saja merusak mental Edo.


"Ohh SH*it.....!!! dia nikmat sekali bukan Do.... hahahahahaa!!"


ucap Drew masih bergerak di atas tubuh Vandi, Vandi hanya bisa mengepalkan tangannya menahan kemarahannya karena badannya sungguh tak bisa di ajak kompromi, lemas dan kenikmatan datang secara bersamaan. Hingga beberapa saat kemudian, Drew nampak mengerang panjang menandakan dia sudah sampai pada puncaknya. Drew nampak membalikkan tubuh Vandi dan membantu nya untuk duduk, bahkan keadaan Vandi masih polos tanpa sehelai benang pun, Drew nampak melihat sesuatu di sana dan memperlihatkan sisa-sisa pelepasan Vandi menandakan Vandi juga menikmati permainan nya.


"Lihat Edo..... kekasih mu ini juga sangat menikmati nya!! hahahahaha" ucap Drew sambil menciumi leher Vandi dari belakang.


"Brengsek!!! akan ku bunuh kau Drew!!!" umpat Edo melihat Vandi yang berantakan.


"Kau mau membunuhku? tidak perlu Edo!! mereka akan mengirim mu ke neraka terlebih dahulu!" kata Drew sambil mengancingkan kemejanya.


"Tapi tenang saja Edo! kita akan bertemu di neraka.....tapi aku akan menikmati duniaku dulu....dan kau?..... ucapkan selamat tinggal pada dunia hahahahahaha!"


Drew nampak keluar dari ruangan tersebut, dia menulikan telinga nya ketika Edo masih berteriak memakai dan mengumpat dirinya. Fabri nampak menunggu di ruang tamu rumah tersebut, Lee dan juga yang lainnya ikut duduk bersama di sana.Drew nampak menatap satu persatu mereka semua,dan pandangan berhenti pada sosok Leo, lelaki cantik yang memang mempunyai darah keturunan Korea, Lee nampak menggulum senyuman nya ketika Leo yang di pandang Drew nampak gelisah dan berganti posisi duduknya.


"Aku hanya suka melihat mu....jangan terlalu tegang! aku tidak akan mendekati teman Bos ku!" kata Drew dengan santainya.


"Apa???!!!" Leo nampak geram dengan pernyataan Drew dan spontan berdiri dari kursinya.


"Leo..... duduklah" kata Fabri.


"Dan kau Drew..... asisten ku yang akan menyerahkan berkas-berkas saham ke club mu nanti malam!" lanjut Fabri


"Okey....jangan sungkan meminta bantuan Bos" kata Drew sambil berjalan ke luar rumah tersebut, sebelum mencapai pintu dia berhenti tepat di depan Leo walaupun sedikit jauh.


"Sampai bertemu lagi cantik" ucap Drew sambil mengedipkan sebelah matanya,lalu dengan santai berlalu dari sana.


"Bangsaaat!!! akan gue hajar loe!!!" umpat Leo yang hendak berlari menerjang Drew, namun Boy dengan sigap menahannya.


"Kali ini aku yang akan menambahkan beban mental untuk nya!!" ucap Fabri dengan senyum yang terlihat menyeramkan.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2