Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 Empat Sekawan


__ADS_3

Levin dan Leo terus berbincang di ruang tamu ketika teman-teman? mereka sedang mengeksekusi musuh mereka di dalam ruangan tersebut.


"Aku anak baik-baik Kak! mereka bertiga yang psikopat!"


ucap Leo dan akhirnya mereka tertawa bersama.Namun tawa mereka berhenti seketika,ketika mendengar jeritan Edo dan suara kemarahan nya. Seketika itu juga Leo melesat masuk ke dalam ruangan tersebut di ikuti oleh Levin yang ingin tau juga kebiadaban sahabat-sahabatnya, Mereka bisa melihat bagaimana Lee memegang kepala Vandi yang sudah terputus dari tubuh nya,ya....Lee tak banyak bergerak dan bicara, dia hanya melakukan semuanya dalam waktu singkat, menebas leher Vandi hingga kepala nya terpisah dari tubuhnya, sedangkan Fabri berdiri di sebelahnya. Leo menegang sempurna,dan tiba-tiba dia berlari ke luar ruangan untuk memuntahkan isi perutnya.


"Oh Shi*it!!!!" umpat Levin yang juga ikut keluar walaupun itu tak membuat Levin mual ataupun takut.


"Nyawa bayar nyawa!! kau membuat tubuh istri ku terpotong-potong!! dan membuat aku merasakan sakit yang teramat dalam!" ucap Fabri,dia mengambil kepala itu dari tangan Lee, kemudian melempar kepala tersebut di bawah kaki Edo yang menjerit histeris bahkan Edo sudah menangis sambil merintis kesakitan akibat ulah Boy yang memberikan banyak luka di tubuhnya juga melihat sang kekasih mati di hadapannya secara langsung.


"Bagaimana rasanya Edo? hemmm?" tanya Fabri dengan mata berkaca-kaca


"Begitulah rasanya menjadi gue!!ketika kehilangan orang yang paling kita cintai!"


Teriak Fabri dengan air matanya yang sudah mengalir mengenang bagaimana naas nya kematian sang istri.Edo terduduk perlahan melihat kepala Vandi tergeletak di samping kakinya dengan mata yang masih Fabri membalikkan badannya sambil tertunduk, luka yang terlalu dalam di hatinya tak bisa dia tutup begitu saja,sosok yang ramah dan selalu bisa sabar dulu seakan hilang begitu saja. Fabri kembali menatap ke arah Edo, dia bisa mendengar isak tangis Edo yang keluar dari mulutnya sambil tertunduk entah apa yang dipikirkan oleh Edo saat ini,perlahan Edo menutup mata Vandi dengan telapak tangan kanannya.


Fabri perlahan mendekati Edo dengan gagahnya, Edo berdiri dari posisi jongkok nya. Fabri sudah mengangkat samurai nya untuk menghabisi Edo, Namun siapa yang menyangka bahwa Edo mengangkat tangan kirinya meminta Fabri berhenti.


"loe tau... Ela gadis yang baik, Dia mau menjadi pendengar yang baik untuk gue..... walaupun hanya beberapa minggu mengenalnya,tapi gue cukup tau bagaimana sifatnya" kata Edo sambil menghapus air matanya pelan.


"Ada rasa gak tega ketika mengenal dia dan harus menghabisi nya.....tapi...gue hanya ingin melihat orang yang gue cintai bahagia! kalau dengan membunuh Ela, Vandi bisa bahagia, maka gue akan lakukan!!loe tau kan bagaimana cinta??! Kita akan melakukan apapun demi cinta! walaupun pada akhirnya kita kehilangan orang yang kita cintai!!"

__ADS_1


"Loe pikir gue mau...hidup kayak gini? heh?? loe pikir gue mau mencintai seseorang yang bahkan tak selayaknya gue cintai?? tapi gue bisa apa?? kalau perasaan gue gak bisa gue bendung! gue bisa apa?!!" lanjutnya.


Fabri hanya diam mendengarkan Edo berbicara panjang lebar.


"Gue gak bisa minta maaf sama loe.....karena bagi gue!! apa yang gue lakukan semuanya atas nama cinta?" kata Edo


"Gue sendiri yang akan meminta maaf pada Ela!" lanjutnya


Fabri nampak mengerutkan keningnya, dia belum begitu paham dengan apa yang di katakan Edo, sampai akhirnya..


Sreeekk........


"Semuanya sudah berakhir" ucap Lee sambil menepuk bahu Fabri.


Fabri hanya menoleh sebentar, ya..... memang semua nya sudah berakhir, tapi apakah kekecewaan dan rasa kehilangan nya akan Ela bisa berakhir? Fabri sendiri terlihat tak yakin akan dirinya sendiri.Lee yang menyadari raut wajah Fabri seakan tau akan apa yang di pikirkan sahabat nya itu.


"Ada Bian yang menunggu di rumah! ayoo kita pulang!!" ucap Lee


Lee meminta anak buahnya untuk mengurus semuanya, dan ke lima nama buah Edo akhirnya bersujud dan meminta maaf pada Fabri dan teman-temannya, mereka mengatakan hanya menjalankan perintah sang majikan atas dasar uang.Akhirnya Fabri meminta kepada ke lima anak buah Edo untuk mengabdi padanya dengan di pimpin oleh Bara asisten Fabri agar ke lima nya belajar setia pada Fabri.Sesuai rencana awal, di setting seolah-olah konsleting listrik,rumah tersebut terbakar habis, Fabri dan para sahabat nya masih memuliakan jasad mereka berdua, dengan cara di kumpulkan menjadi salah tempat di dalam rumah tersebut sebelum rumah itu benar-benar terbakar habis.


Sesampainya di rumah orang tua nya, Fabri langsung mandi dan membuang pakaian nya, Kevin yang melihat kedatangan Fabri sebelum masuk ke kamarnya hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia tau persis apa saja yang di lakukan oleh Fabri. Namun Kevin hanya diam saja, mungkin ini adalah bentuk dari kemarahan Fabri. Beberapa saat kemudian Fabri turun dan mencari Bian.

__ADS_1


"Bian mana pa?" tanya nya pada Kevin


"Di kamar Mama mu, mereka sedang bermain" jawab Kevin


"Apa semuanya beres?" tanya Kevin


"Ya.... semuanya baik-baik saja" jawab Fabri


"Jangan terus terbawa emosi dan suasana, kamu masih punya Bianca sebagai amanah terakhir dari Ela" kata Kevin yang melihat Fabri terus menerus dingin dan murung setelah kepergian Ela istrinya.


"Iya pa....aku tau....aku janji akan merawat Bian dengan baik" jawab Fabri


"Apa gak sebaiknya kamu pindah ke sini? Bian masih membutuhkan Mama mu" tawar Kevin


"Hemmm akan aku pikirkan nanti pa..."


Kevin meninggalkan Fabri sendiri,dia ingin mengambil Bian dan memberikan anda Fabri agar Fabri tak lebih larut dalam kesedihan lagi.Fabri termenung sendiri,dia memikirkan tawaran sang Papa, dia juga masih merasa enggan masuk ke rumahnya memang untuk saat ini, bayang-bayang Ela terlalu sering terlihat di mana-mana di setiap sudut rumah nya, sepertinya dia akan menerima tawaran Kevin Papa nya untuk sementara waktu.


"Aku kangen kamu sayang...." ucap Fabri sambil menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya perlahan, airmata nya sekuat tenaga dia tahan.Kehilangan Ela adalah pukulan terbesar dalam hidup nya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2