
Pesta masih berlanjut, Boy menjadi sahabat yang datang paling akhir, dia datang tanpa Al anaknya,karena Al sedang bersama dengan Ben yang sedang berlibur ke luar negri dengan istrinya, dia hanya datang bersama Kay dan adiknya Belia. Kay sekarang sedang mengandung 5 bulan, Karena itu Aldevaro putra pertama nya lebih sering bersama Ben yang sudah pensiun dari pekerjaannya, tak jarang juga Johan yang akan menjemput Al dari rumah Ben bila dia kangen dengan cucu pertama nya itu.
Boy dan Johan masih tetap sama, mereka tetap terlihat seperti Tom dan Jerry bila bertemu terlalu sering. Seperti beberapa bulan yang lalu ketika Boy dan Kay berkunjung ke rumah Johan dan Kay ketahuan hamil kembali.
Beberapa bulan lalu di kediaman Johan......
"Apa?? Kay hamil lagi?" tanya Johan kaget mendengar berita bahwa putrinya Kay hamil lagi.
"Iya pa.... Boy hebat kan pa?"
kata Boy dengan songong nya, apalagi dia tersenyum bangga seakan menghina sang Kakak ipar yang belum juga mau menikah di usianya yang ke 32 tahun, Levin dan Kayra memang berbeda 9 tahun, saat ini Kay berusia 23 tahun, dia memang menikah muda dengan Boy.
"Hebat gundul mu Boy!! Al masih kecil, bahkan ulang tahunnya yang ke empat saja masih beberapa minggu lagi, kamu malah bikin Kay hamil!!"
ucap Johan dengan ketus, bagi Johan jarak antara Al dan calon bayi Kay terlalu dekat, apalagi putri nya juga baru saja menyelesaikan kuliahnya yang telat beberapa semester karena cuti kuliah.
"Waaahh selamat ya sayang..." kata Kiara yang terlihat bahagia anaknya hamil lagi.
"Maksih ma" saut Kay
"Bukan salah Boy pa! ini semua gara-gara Kay!'" kata boy santai.
"Kok bisa? emang Kay bikin salah apa?" tanya Levin yang duduk di samping Al yang sedang bermain dengan robot baru pemberian nya.
"Iya salahnya Kay apa?" tanya Mama nya penasaran.
"Salah Kay kenapa dia selalu saja menggoda ku kalau sedang berduaan!" kata Boy dengan tersenyum penuh kemenangan.
"Awwow......sakit sayang!!" teriak Boy ketika Kay mencubit pinggang sang suami.
"Kakak kalau ngomong di filter dong!!" kata Kay
__ADS_1
"Lha emang bener kan sayang.....tiap kita berduaan tanpa Al, kamu selalu saja menggoda ku!! bahkan kamu sering memperko*sa aku lebih dulu!!" kata Boy tanpa malu di depan kedua mertuanya yang sudah geleng-geleng kepala karena heran melihat mereka berdua.
"Iiihh menyebalkan!!!" saut Kay dengan wajah merona merah karena malu.
"Jangan ngomong gitu dong kak, yang jomblo iri!" sindir Kay pada sang Kakak yaitu Levin, sayangnya Levin tak terpengaruh sama sekali.
Kembali ke pesta perayaan Leo....
"Kemana Al, kangen sama dia"
tanya Lee pada Boy yang baru saja bergabung, mereka duduk santai setelah beberapa kliennya dan tamu undangan lain sudah pergi, tinggal beberapa keluarga dekat saja yang tertinggal.
"Ikut Daddy liburan, hampir seminggu Daddy ke Turki, sekalian njengukin makam Opa" saut Boy.
"Hai Belia, apa kabar? tidak ingin berbincang dengan Abhi?"
goda Leo ketika melihat Belia duduk bergabung dengan mereka, sedangkan Abhi hanya diam dan bersikap datar seperti biasanya.
"Kenapa?" tanya Lee yang juga penasaran.
"Jauh dari aku saja, dia mempesona! apalagi kalau dekat!! bisa minta kawin muda aku Kak!"
ucap Belia tanpa filter.
Abhi yang baru saja menenguk jus di depannya seketika terbatuk-batuk mendengar, beberapa dari mereka yang memang tau banget sifat Belia yang persis seperti Ben, hanya bisa geleng-geleng kepala saja, bahkan Boy sudah mengelus perut buncit istrinya agar tak ketularan aunty nya saat lahir nanti.
"Di filter dikit kek omongannya!!" kata Kay sambil memukul bahu adik iparnya.
"Emang yakin Abhi mau?" tanya Fabri yang benar-benar penasaran dengan tanggapan Abhi atas sikap terang-terangan Belia.
"Abhimanyu adalah hak paten Belia Putri Emmad!! jadi siapapun tak akan berani menyentuh nya!"
__ADS_1
ucap Belia dengan sombongnya.Abhi hanya menghela nafasnya pelan melihat bagaimana gadis itu mengklaim bahwa dia adalah miliknya.
"Kalau dia terus menolak?" tanya Fabri semakin antusias, Ela sampai memukul pelan lengan nya.
"Maka aku akan memperko*sa dia!! agar dia seutuhnya jadi milikku!" kata Belia dengan tenang.
Pletaakk.......
"Awooww sakit Kak!!" pekik Belia ketika Boy memukul kepala adiknya yang di rasa kurang waras, hingga tawa semuanya yang ada di sana meledak.
##########
Di ruang meeting perusahaan Levin....
braaaakkk......
Sebuah map di lemparkan dengan keras di atas meja hingga berbunyi cukup nyaring.Levin hari ini mengamuk karena mendapati beberapa karyawan yang teledor dalam pengerjaan pekerjaan mereka.
"Apa kalian bod*oh!!!! berapa tahun kalian bekerja disini??? apa kalian masih bego! masih bodoh seperti yang dulu!! laporan sampah seperti ini kalian berikan kepadaku??? keluar dari sini....kerjakan!! jika kalian tidak bisa mengerjakannya dengan baik, aku tunggu surat pengunduran diri dari kalian!!"
Teriak Levin dengan emosi, dia bergegas keluar dari ruangan meeting tersebut, para karyawan yang di tinggalkan oleh Levin sudah saling berbisik, dia tau hati atasannya saat ini sangat kacau!! jadi kesalahan sedikit saja akan terlihat di sana.Levin bergegas keluar dari perusahaan menuju ke apartemen nya, dia ingin beristirahat sejenak hari ini, dia tak berniat pulang kali ke rumah orang tuanya setelah Kay dan Boy pindah ke rumah mereka sendiri.
sesampainya di apartemennya Levin meminta asistennya untuk meninggalkannya begitu saja di lobby apartemen dan memerintahkan asistennya untuk mengerjakan pekerjaan di perusahaan yang belum dapat diselesaikan hari ini. Levin benar-benar ingin istirahat,kepalanya sedikit pusing dengan berbagai persoalan perusahaan, Levin tahu dari tadi jika ada seseorang yang mengikutinya sejak dia turun dari mobil.
seseorang itu mengendap-endap turun dari taksinya dan tak ingin dicurigai oleh satpam yang menjaga apartemen tersebut karena dia tahu apartemen yang ditinggali Levin bukankah apartemen biasa,sangat ketat untuk bisa masuk kedalam apartemen tersebut, seseorang itu berjalan dengan santainya mengikuti Levin yang berjalan hampir 10 meter darinya, begitu masuk lobi apartemen, seseorang itu berhasil masuk karena satpam yang berjaga di depan sedikit agak lengah.
Levin dan seseorang tersebut bersama dalam satu lift dan dia memencet tombol angka di atas unit milik Levin agar terlihat dia tidak mengikuti Levin, setelah sampai di unitnya Levin segera turun namun beberapa saat kemudian orang tersebut pun juga turun dari lift hingga membuat Levin curiga. namun Levin nampak tenang walaupun dia sudah mencurigai ada seseorang yang mengikutinya, Begitu Levin menekan tombol kunci apartemen nya, seseorang yang mengikutinya langsung dia tarik masuk dan Levin segera menghimpit nya sambil mencekik leher orang tersebut.
"Kau!!!"
bersambung
__ADS_1