
Bodyguard suruhannya Fabri berlarian mencari keberadaan Ela dan Bian serta baby sitter yang mengasuh Bian, tadinya mereka berada di pusat perbelanjaan karena Ela mau menemui temannya di sana, bodyguard tersebut di minta Ela untuk mengambil ponsel yang tertinggal di dalam mobil, Ela memang belum meminta ijin pada Fabri, dan dia mengirimkan beberapa chat namun belum di baca oleh Fabri, Ela sangat yg yakin suaminya tersebut sedang sibuk, Karena itu Ela ingin menghubungi Fabri sekali lagi.
"SH*it!!! sial!!!.....gue kecolongan!!" umpat bodyguard suruhan Fabri itu berulang kali.
berulang kali juga bodyguard itu menelpon ponsel milik baby sitter Bian, namun sayangnya belum juga di jawab oleh baby sitter tersebut. Setelah mencoba lagi akhirnya panggilan telepon nya di angkat.
"Hallo..... suster! Anda di mana?" tanya si bodyguard to the points.
"Maaf mas, ini saya temukan ponselnya di parkiran, saya bukan pemilik ponselnya!" saut seseorang di sana.
Deg...... jantung bodyguard itu seakan keluar dari tempatnya, firasat nya sudah buruk.
"Maaf mbak bisa saya temui mbak?" katanya
"Iya mas, saya jalan di pos satpam depan ya!" kata si penerima telepon.
Dan mereka bertemu di pos satpam, baby sitter tersebut kehilangan tas nya, kata si penemu tas tersebut, keadaan tas berantakan saat pertama kali dia menemukan nya, barang yang ada di dalam tas tercecer keluar semua nya. Bodyguard tersebut akhirnya menghubungi Fabri, walaupun dia tau akan mendapatkan amukan dari Bos nya tersebut, namun dia harus melaporkan kejadian ini agar Fabri segera bertindak.
__ADS_1
Braaaaak...... gebrakan meja membuat beberapa benda di atasnya berhamburan.
"Apa maksud kamu???!! jelaskan!!!"
teriak Fabri antara marah dan cemas, marah karena bodyguard suruhannya tak becus menjaga anak dan istrinya,dan dia merasa cemas karena kehilangan jejak Ela.
"Ada apa Bri?" tanya Lee dengan cepat.
"Bangsaaat!!! cari dia dan kerahkan semua orang-orang mu bajingaaan!!!". umpat Fabri berulang kali karena mendapatkan kabar yang tak enak tanpa menjawab pertanyaan Lee yang sedikit terkejut dengan kemarahan Fabri.
"Ada apa Bri?" bentak Lee yang tak sabar mendapatkan Jawaban dari Fabri.
'"Bagaimana ini Lee? gue takut terjadi apa-apa pada mereka Lee!!!'' ucap Fabri lirih.
"Mereka akan baik-baik saja!! ayo kita pergi mencari Ela!" ajak Lee mengabaikan semua pekerjaannya.
Dengan cepat Lee menelpon Tora untuk menangani masalah kantor, sedangkan dia harus pergi untuk mencari Ela dan Bian! Fabri bisa gila bila keduanya mengalami hal buruk.Lee segera melacak keberadaan Ela melalui ponselnya, namun sayangnya ponsel Ela tertinggal di mobilnya.
__ADS_1
Boy dan Leo yang mendapat informasi dari Lee segera mengerahkan anak buahnya, tak lupa pula Kevin papa Fabri Ikut turun tangan sendiri.Hampir 1 jam pencarian yang di lakukan oleh semua n orang, Ela dan Bian bagai di telan bumi, mereka benar' tak tau dimana.
"Aaarghhh........ bangsaaat!!!" umpat Fabri ketika dia dan beberapa anak buahnya tak bisa menemukan Ella dan Bian anak perempuan nya.
"Tenang Bri!!! kita akan tetap mencari keberadaan Ela!! tidak mungkin kita kehilangan jejaknya begitu saja!" ucap Boy sambil mencengkram krah kemeja Fabri yang sudah Sangat berantakan.
"Kita pasti menemukan dia!" kata Boy lagi.
"Ya...harus Boy!!! gak boleh terjadi apa-apa pada anak dan istri gue Boy!! gue bisa gila Boy!!" ucap Fabri semakin lirih.
Di tempat berbeda, Ela nampak sedang bermain dengan Bian di sebuah ruangan, Ela sebenarnya sangat takut namun demi sang anak agar tidak trauma, baby sitter yang biasanya mengasuh Bian tak terlihat sedari tadi, entahlah ketakutan tiba-tiba merayapi hatinya.
Ela masih ingat betul bahwa Edo memintanya untuk menemuinya karena dia bertengkar dengan sang pacar, ide yang Ela berikan tempo hari tidak berhasil di lakukan oleh Edo, setidaknya itulah pengakuan dari lelaki tersebut.
Dan tak pernah Ela sangka kalau di tengah jalan Ela dan Bian serta baby sitter nya akan di oper ke mobil lain.dan saat ini Ela berakhir di sebuah ruangan bersama dengan anaknya.Ela sangat takut dengan apa yang di alami nya saat ini,Edo pun tak terlihat berada di ruangan tersebut.
"Tolong kami sayang.....tolong temu kan kami!" gumam Ela sangat lirih, dia nampak menahan air mata nya dengan sekuat tenaga. Bian nampak bermain dengan ceria, karena di sana ada beberapa mainan anak-anak yang bisa di pakai untuk bermain.
__ADS_1
bersambung