
Lee nampak sumringah setelah beberapa hari tak melihat Vita, namun kali ini dia melihat nya, Revita sudah kembali ke Jakarta, dan tentunya saat pertama datang rumah keluarga Barata yang dia tuju, menjelaskan pada nyonya besar atas ketiadaan nya 3 hari tanpa kabar, serta meminta maaf pada Abhi juga.
"Jadi temen kamu belum ketemu?" tanya mama May.
"Belum nyonya! bahkan semua temannya tak ada yang tau dia di mana! perasaan ku gak enak!" kata Revita.
"kita doakan semoga dia baik-baik saja!" kata mama May
"Ya sudah nyonya saya pulang dulu, besok saya akan kembali memberikan les pada Abhi!" kata Revita.
"Ya sudah....kalau begitu saya pamit nyonya!" kata Vita undur diri.
"Eh biarkan Lee yang mengantarkan,lagi pula dia mau pergi juga, ya kan Lee?" tanya mama May ketika melihat Lee yang memandang mereka dari jauh, dan Lee hanya mengangguk.
"Ti-tidak usah nyonya, lagian tempat tinggal saya dekat, jadi saya bisa pulang sendiri dan.....!"
"Ayo berangkat!!" Potong Lee sambil menggandeng tangan Vita.
"eh nyonya.......saya...!!"
"Ma...aku berangkat!" Potong Lee kembali ketika Vita mau berbicara pada nyonya besarnya.
__ADS_1
"Iiihh lepaskan!!!" kata Vita sambil menghempaskan tangan Lee yang sedang memegang tangannya.
"Nurut!!!" kata Lee lagi menarik Vita masuk kedalam mobilnya.
"Aku bisa pulang sendiri!!!" kata Vita sambil berusaha keluar dari mobil.
"Berani keluar!!! aku cium kamu!!'' kata Lee yang sudah duduk di belakang kemudi namun belum juga menutup pintu nya.
"Ciihh emangnya aku takut!! dasar bocah cilik!!!" kata Vita tak mau kalah.
Dan benar saja Lee membuktikan perkataannya, dia menarik tengkuk belakang Vita dan menyatukan bibirnya dengan bibir Vita, Beberapa detik kedua bibir itu hanya saling menempel saja kemudian dengan lembut Lee melumaat bibir milik Vita lembut, Vita yang shock hanya bisa diam sambil membuka matanya lebar.
"Aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku!!" kata Lee dengan santainya setelah melepaskan ciumannya.
Keheningan di antara mereka, Lee bahkan terlihat biasa saja seperti tak terjadi apa-apa, padahal Vita sudah sangat dongkol dengan perbuatan Lee. Akhirny mereka sampai di gedung apartemen tempat tinggal Vita, Lee heran karena gedung tempat mereka sama.
"Kamu tinggal di sini?" tanya Lee
"Hemmmm!" Vita menjawab malas pada Lee
"Udah sampe sini aja! makasih!" kata Vita yang turun dari mobil Lee.
__ADS_1
"Lhoo Revi?" kata seorang lelaki dewasa yang sedang berjalan ke arah mobil Lee, seperti dia hendak mencari taksi.
"Lho pak Vandi? sedang apa bapak disini?" tanya Vita heran, mengapa dosen nya bisa berada di depan gedung apartemen nya.
"Saya tinggal di sini! jangan panggil pak kalau lagi di luar gini! kesannya saya tua sekali!" kata Vandi dengan sopan,memang dosen muda yang satu ini idola banyak gadis, tampan ,ramah dan sukses tentunya, dia juga adalah anak dari pemilik kampus di mana Vita kuliah.
"Baiklah mas Vandi? "
Kata Vita seakan meminta ijin, dan Vandi pun mengangguk sambil tersenyum manis. Lee yang sedari tadi memperhatikan dan mendengarkan percakapan mereka begitu geram, dia seolah mendapat saingan yang cukup berat, Vandi memang tak lebih tampan dari Lee,namun dari segi penampilan dan kematangan tentu saja 8 Lee maka perawakan tubuh Lee membuat Vita terlihat sama usianya dengan Lee.
"Ehh dekil!!! masuk!! jangan banyak bicara sama orang asing!!" ucap Lee dingin dan tegas, Vita yang tak mau banyak berdebat akhirnya pamit pada dosen nya dan berlalu masuk ke gedung apartemen tersebut. Vandi sekilas melihat ke arah Lee dan tersenyum,namun Lee sama sekali tak menanggapinya, menyadari itu Vandi hanya tersenyum kecut, sedetik kemudian dia tak mempedulikan Lee yang sudah pergi dengan mobilnya.
drt...drt....drt....
"hallo!" saut Vandi
"Dokter!! kita ada tugas otopsi!'' kata seseorang di sebrang sana.
"Ada penemuan mayat perempuan tanpa identitas!" lanjut nya.
"Aku segera ke sana!" kata Vandi, tak banyak yang tau bahwa candi adalah dokter forensik yang acap kali membedah tubuh mayat.
__ADS_1
bersambung