Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
hari pernikahan


__ADS_3

Mohon maaf ya kalo slow up... detik-detik menjelang hari raya..nah othor kan ngerayain tuh hari raya..jadi othor tiba-tiba jadi seksi sibuk....sibuk ngitungin THR yang masih otw....sibuk pikirin mau ngapain karena gak bisa mudik....sibuk pikirin kamu-kamu yang minta up-up terus😁🤭🤭🤭


happy reading......


Acara perhelatan pernikahan Maysha dan Ray terlaksana juga, Setelah seminggu yang lalu Nayla dan Beniqno sudah menikah terlebih dahulu, pernikahan mereka di gelar di hotel berbintang tentu saja semuanya tak luput dari peran di tuan besar, siapa lagi kalo bukan tuan Adrian sang Ceo tempat Ray mengabdi selama ini.


Papa Arya tengah berbahagia, inilah yang selama ini dia harapkan, Ray menikah! Rasanya papa Arya sudah berhasil menunaikan tugasnya sebagai orang tua, dia memandang ke atas walaupun bukan langit yang dia pandang, membayangkan wanita yang sangat dia cintai tersenyum manis menatap anak lelakinya di atas pelaminan, Gayatri... wanita yang bahkan mengorbankan dirinya agar Naraya putranya terlahir dengan selamat ke dunia, Gayatri wanita lemah lembut yang bahkan tak pernah di temui seorang Ray, sosoknya tak mampu membuat papa Arya berpaling ke pelukan wanita lain walaupun dia sudah tiada, sungguh cinta yang sangat indah dan setia.


Begitu banyak senyum yang di berikan orang-orang untuk anak lelakinya yang bahkan terlihat dingin itu, Ray memang dingin di luar bahkan Johan sahabat nya saja,sampai menjulukinya Everest, gunung dengan salju yang sangat terkenal itu, namun dia sangat hangat di dalam, papa Arya tau dan sadar ,dialah yang membentuk karakter seorang Ray, andai saja istrinya yang lemah lembut itu masih hidup, bisa di pastikan Ray akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih hangat lagi.Namun papa tetap bersyukur masih ada yang bisa menyentuh dan bersahabat dengan Ray, dia masih ingat bagaimana perjuangan Johan agar bisa dekat dan memjadi Sahabat dari Ray anak-nya dan bagaimana Tian yang bisa mengambil hati Ray, bahkan tak sesulit perjuangan Johan.


"Cie...cie......dapat daun muda nih!" kata Kiara pada Tian Setelah melihat Kila yang dari tadi melengket ke Tian pergi mengambil sesuatu untuk Tian.


"Apaan sih Ra?!"


"Udah nikahin aja! masa' kalah sama kak Ray!" Kiara mencoba memanas-manasi sahabat suaminya itu.


"Nikah! nikah!! emang gue pedofil!!"


"Lhooo apa salahnya? Kila cantik! periang! dan yang pasti dan terlihat jelas dia bucin sama kakak!" lanjut Kiara.

__ADS_1


"Gak usah ngaco!!"


Baru saja Kiara akan menimpali omongan Tian, Kila datang dengan jus jeruk di tangan nya.


"Kak Cris!! ini..minum yang banyak biar cepet sembuh dan kuat!" kata Kila


"Eh bocah!! aku udah sembuh ya!apaan sih malah di kasih jus jeruk!! aku mau softdrink!"


"No...no..no kak!! kakak belum boleh minum kayak gitu banyak-banyak! udah yang sehat-sehat aja ya!" kata Kila yang langsung memangku dagunya dengan tangan kanannya dan melihat ke arah Tian, Tian yang di pandangi sontak salah tingkah sendiri,dan jangan tanyakan bagaimana Kiara, dari tadi dia sudah menahan tawanya agar tak meledak.


"salah tingkah kak?" goda Kiara.


Yang mana hal itu malah membuat Johan yang dari tadi diam meledakkan tawanya, sepertinya mengoda Tian adalah hal yang sangat menarik saat ini.


Karena sudah malam akhirnya Johan memutuskan untuk pamit pulang, karena dia harus mengantar kembali Kiara ke rumahnya,kasihan anak mereka yang mereka tinggalkan malam ini, sedangkan Tian berencana pulang ke rumah papa Arya dan hal itu di sambut baik oleh Kila yang senang bukan main.Tian sampai menepok jidatnya berulang kali melihat tingkah si anak bau kencur itu.


Di sisi lain, Beniqno dan Nayla memberikan selamat pada Ray dan Maysha bahkan Ray mendapatkan tiket dan fasilitas honeymoon dari Beniqno tentunya atas ijin Adrian karena Ray sudah pasti meninggalkan pekerjaannya dengan Adrian.


Acara besar yang di banjiri para pebisnis itupun akhirnya berakhir juga, tuan Andrian dan sang istri, Raka dan Valeria sudah dari awal pamit,namun Raka masih kembali lagi setelah mengantar Valeria,dia masih ingin ikut merayakan kebahagiaan sang kakak angkat.dia berkumpul bersama dengan Jaya dan Bams serta beberapa anak buah Ray,tidak dengan Kevin, Kevin bersikap biasa saja bahkan tak menunjukkan bahwa dia adalah anak buah Ray, Kevin si kembaran Everest itu datang bersama sang ayah yang ingin melihat tuannya itu bersanding di pelaminan.

__ADS_1


"Ganti bajumu dan mandilah May!" perintah Ray sesampainya mereka di kamar hotel, rasa lelah terlihat di wajah istri barunya.May hanya menganguk saja.


"Berendam lah sebentar! aku sudah siaapkan air hangat,jangan kunci kamar mandinya, aku tak ingin kamu ketiduran saat berendam! cup...." satu kecupan mendarat di kening Maysha. entah malu atau apa dari tadi Maysha hanya bisa mengangguk saja tanpa berbuat atau berkata lebih.Hal itu justru membuat Ray gemas, sebelum masuk kamar mandi, Ray terlebih dahulu meminta cicilan ciumannya,dengan memegang tengkuk yang istri dan satu tangan berada di pinggang, Ray mulai melancarkan aksinya, melumaat bibir mungil sang istri, lama Ray melakukan nya bahkan tangannya sudah bergerilya kemana-mana sampai sebuah pukulan di dada Ray membuatnya melepaskan ciumannya.


"Ray.... lepaskan! aku mau mandi!" kata May yang tak sadar bahkan gaun yang dia pakai sudah merosot ke bawah, tinggal underwear nya saja.


"Mandilah aku sudah membantu membuka bajumu!" bisik Ray.


Maysha melihat keadaannya dan dengan spontan menutup bagian dadanya dengan kedua tangannya


"Mandilah dan berendam air hangat!!! aku akan mengajarimu banyak hal setelah itu!" ucap Ray santai,padahal jantung Maysha sudah mau melompat keluar.Dia ingat bagaimana Nayla bahkan tak bisa berjalan selama 3 hari karena ulah Beniqno yang melakukan malam pertama lebih awal dari hari pernikahan nya, bahkan dia bisa melihat di sepanjang leher Nayla terdapat memar merah yang dikatakan Nayla sebagai kissmark.


Maysha perlahan masuk kamar mandi dan bersandar di balik pintu itu. Ray tak melepaskan pandangan matanya dari sang istri yang kesusahan merapikan gaunnya yang sudah merosot,senyum kecil terbit di sana.


"Ohh Tuhan!! memang apa yang akan di ajarkan padaku!! kenapa jantungku tidak bisa di kontrol!!???"


ucap Maysha yang memegang dadanya sendiri dengan gugup.


sedangkan Ray, dia duduk santai menunggu Maysha di sofa dengan ponsel ditangan nya, perkerjaannya selalu menemani Ray di sela-sela kebosanannya menunggu Maysha yang tak kunjung terlihat.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2