Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 Empat Sekawan


__ADS_3

Hari berlalu begitu saja, Kiara benar-benar membawa sesil keluar dari apartemen Levin dan bahkan sudah 3 malam ini Sesiil tidur di kamar Levin di rumah utama dan tentu saja syaratnya tak memperbolehkan Levin untuk menginap di rumah utama, dia bener-bener memisahkan Sesil selama satu minggu ini dan tersisa 4 hari lagi Levin akan menikah, tentu saja di hari pernikahannya nanti itu adalah kali pertama Levin akan bermalam dengan Sesil namun sebelum itu Kiara benar-benar menjaga Sesil agar tidak bertemu dengan Levin.


tiga malam tanpa Sesil di apartemennya benar-benar membuat Levin tersiksa, bahkan pernah suatu malam dia menelpon Sesil, hampir sampai pagi,Sesil bahkan sudah tidak punya apa-apa yang bisa dikatakan pada Levin,Karena dia sudah tertidur saking ngantuknya,Levin benar-benar tak kira-kira, dia menelpon Sesil dari jam 9 malam sampai jam 3 pagi, tentu saja hal itu membuat Sesil mengantuk dan tanpa sadar dia meninggalkan Levin yang berbicara,dia menutup matanya dan tertidur ketika Levin sedang berbicara dengannya.


hari ini adalah hari keempat Levin terpisah dari Sesill dan orang pertama yang menjadi sasaran kemarahan dan juga kegalauan adalah Ali sekretarisnya.


Braaakkkkk .......Suara berkas di banting di atas meja kerja milik Levin.


"membuat laporan gini saja kamu tidak becus!!apa ini kerjaanmu?? membimbing mereka membuat laporan saja seperti sampah!!! katakan pada mereka untuk mengulanginya lagi, kalau tidak buat surat pengunduran dirinya!" kata Levin dengan dingin ke arah Ali.


seorang karyawan sedang memberikan berkas-berkas tentang proyek baru mereka namun Levin mengatakan bahwa apa yang dikerjakan oleh karyawan tersebut benar-benar kacau dan seperti sampah, Ali yang menyodorkan pertama kali ke hadapan Levin menjadi sasaran kemarahannya, padahal Ali sudah memeriksa laporan tersebut terlebih dahulu dan sebenarnya tidak ada kesalahan sedikitpun dari laporan yang dibuat oleh karyawan tersebut,laporan sama seperti laporan-laporan sebelumnya Namun sepertinya Ali menyadari bahwa Levin bener-bener diambang kegalauan.


"Kenapa kamu masih ada disini Ali? Apa kamu juga ingin menyetorkan surat pengunduran diri mu?" bentak Levin


"Tentu saja tidak Tuan! saya akan memperbaiki semuanya Tuan" pamit Ali dengan sedikit tergesa-gesa,dia tak ingin lagi menjadi amukan dari Levin.


bertepatan dengan Ali yang keluar dari ruangan Levin, Boy masuk bersama dengan Leo mereka mempunyai kepentingan dengan Levin,sebenarnya hanya Boy yang mempunyai kepentingan dengan Levin, namun Leo yang sedang berkunjung ke kantor Boy akhirnya diminta untuk ikut dengannya menemui Levin.


"Kak? boleh kita masuk?" tanya Boy di ambang pintu yang memperlihatkan kepalanya terlebih dahulu.


"Kalian?..... masuklah!" perintah Levin.


"ada apa ?"lanjut Levin


"Aku ingin menyodorkan kerjasama antar Perusahaan kita,ini Kak berkas-berkas yang harus kakak pelajari sebenarnya sejak kemarin aku ingin ke sini tapi baru hari ini aku punya kesempatan Kak dan kebetulan Leo sedang berkunjung ke kantor jadi aku sekalian membawa dia dan ngasih berkas sekalian" kata Boy.


"Kakak Kenapa?" tanya Leo yang melihat tingkah aneh Levin.

__ADS_1


"aku lagi galau!!" kata Levin singkat


"calon pengantin bisa galau juga Kak?" sindir Boy.


"gimana nggak galau!kalau gue dipisahin sama Sesil!! Mama benar-benar keterlaluan " kata Levin.


"Hahahhahaha......itu karena Kakak kepergok sama Mama! Kakak kurang hebat!" kata Boy


"Contoh Boy dong Kak!! nyatanya....gawang Kay lebih dulu bisa Boy bobol!"


ucap Boy dengan bangga nya, Boy benar-benar lupa kalau yang di ajak bicara adalah Levin, Kakak kandung Kay, istri nya.Leo bahkan sudah menyenggol kaki Boy ketika melihat tatapan tajam mata Levin.Boy ketika menghentikan tawanya, dia susah payah menelan salivanya sendiri ketika melihat mata tajam Levin padanya.


"Mampus gue!!!" batin Boy.


"Ehemmm..... maksud aku bukan gitu Kak!.... maksud nya......"


"Jadi maksudnya loe bisa memperdaya adik gue gitu!!??"


"Sabar Kak!! bukan itu maksud Boy" Leo mencoba mencair kan hawa panas di antara mereka.


"Cih..... dasar adik ipar gak ada akhlak!!" kata Levin sambil kembali duduk di sofa di depan Boy dan Leo, Boy nampak. bernafas lega.


"Kak... bukannya enak ya menahan rindu? dan ketika kita bertemu dengan seorang yang kita rindukan, rasanya akan jauh lebih nikmat daripada setiap hari bertemu" kata Leo yang memberikan saran untuk Levin.


"Kamu gak tau bagaimana rasanya berpisah dengan kekasih mu Leo!!" kata Levin yang sedikit kesal dengan nasehat Leo.


"Kakak lupa? kalau Leo lebih parah dari kita? dia di pisahkan sama Ayana hingga ke luar kota!" kata Boy.

__ADS_1


"Haisshh.....kalian ke sini gak bawa solusi sama sekali!!" ucap Levin dengan kesal


"Hahahahahhaha dasar cowok bucin!!" seru Boy dan Leo bersamaan.


"Keluar kalian!! kalian bikin aku tambah pusing!!" kata Levin


"Tentu saja, tapi Kakak tidak ingin ke rumah ku Kak?" tawar Boy


" Buat apa! aku sedang galau, aku tidak ingin berdekatan dengan Al, nanti dia ikutan galau kalau Om nya galau!" tolak Levin, sebenarnya dia tak ingin ke rumah Boy karena tak mau terlihat sedih di depan Al keponakan nya.


"Oh...ya udah Kak, padahal aku mau pulang makan siang" kata Boy sambil berdiri hendak pergi, dan Leo mengikuti nya.


"Iya....aku juga ikut Boy, Ayana bilang, Sesil akan masak untuk makan siang ini, apalagi Tante Kiara mau ketemu papa Krisna, jadi pasti Tante Kiara gak akan ikut ke rumah mu!" kata Leo berniat memancing Levin.


"Hah???" Levin kaget dengan apa yang dia dengar, Boy dan Leo tersenyum tipis.


"Boy tunggu aku di depan!! aku rasa pekerjaan ku tidak banyak hari ini, jadi aku akan bermain dengan Al sebentar"


kata Levin dengan gengsi tinggi nya, sebenarnya Boy tau Levin tak ingin bertemu dengan Al melainkan dengan Sesil si koki masak siang ini di rumah Kay.


"Bukankah Kakak sedang galau?....kasihan Al kalau melihat Om nya bermuka sedih!" sindir Boy.


"Ckck.......dasar adik ipar sialan?!"


Akhirnya Leo dan Boy tertawa terbahak, mereka keluar dari kantor Levin, saat di luar dia berpapasan dengan sekertaris Ali.


"Ali..... handle semua pekerjaan ku saat ini, dan jangan lupa, kamu juga ada meeting dengan klien mengganti kan aku!" kata Levin tanpa dosa. Belum juga Ali menjawab Levin sudah berlalu dari hadapan nya di ikuti boy dan Leo.

__ADS_1


"Kena lagi kan aku!! aaarghhh..... Tuan Levin gak ada akhlak!!" teriak Ali ketika sang majikan sudah masuk ke dalam lift.


bersambung


__ADS_2