Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Kedatangan Ray


__ADS_3

Ray tiba di Jakarta saat malam tiba! setelah menyelesaikan semua misinya di pulau tersebut akhirnya dia bisa pulang, namun Zen dan Kiki anak buah Raka di bengkel tak bisa ikut pulang terlebih dahulu, karena luka tusuk di perut Zen harus di nyatakan sembuh dulu baru bisa meninggalkan pulau dengan mobil yang mereka bawa, sebenarnya Ray sudah menawarkan untuk naik pesawat saja, mobil akan di bawa kiki di dampingi salah satu anak buah Ray, namun Zen tak ingin meninggalkan kekasihnya sendiri, akhirnya mereka menginginkan pulang belakangan.Ray masuk ke rumahnya, beberapa penjaga memberi hormat .


"Tuan!" Jaya menyapa dan melaporkan keadaan rumah yang dijaganya.


"Bagaimana dengan Kevin? apa dia juga masih di sini?" tanya Ray


"Tuan Kevin baru saja pulang tuan, dia tau anda sudah berada di sekitar rumah!"


"Baiklah.. istirahat lah Jay! biarkan anak buahmu saja yang berada di sini!" ucap Ray sambil menepuk bahu Jay.


"Siap Tuan!!" jawab Jay kemudian berlalu dari sana setelah melihat Ray masuk ke dalam rumahnya, Jay memerintahkan anak buahnya untuk berjaga-jaga sedangkan dia pulang ke apartemen nya setelah beberapa hari dia tak pernah pulang.


Ray yang baru saja masuk ke rumah langsung menuju ke kamar sang papa, melihat Lelaki yang membesarkan nya seorang diri itu.


"Pa....!" panggil Ray


"Ray....kamu sudah pulang?" tanya sang papa


"Ray baru saja sampai pa! papa sehat kan?" kata Ray


"Papa baik, papa istirahat lah! Ray sudah pulang!"


entah mengapa Ray seakan tau bahwa papanya susah tidur selama dia pergi membantu tuan Adrian,dan benar saja setelah menunggu beberapa saat papa Arya tertidur.Ray meninggalkan papa Arya setelah menyelimuti sang papa.Ray berjalan naik ke kamarnya, perlahan dia naik dan menemukan sang istri sedang terlelap sambil memeluk guling nya.Senyuman Ray tertib ketika menatap wanita yang sangat di rindukan beberapa hari ini.Sepekan lebih Ray tak melihat langsung May. Ray bergegas ke kamar mandi membersihkan diri, mengganti baju nya dengan baju tidur, dengan pelan dia naik ke atas ranjang dan memeluk erat May, pelan sekali gerakan Ray mengangkat kepala May dan meletakkan di lengannya sebagai bantal, dengan reflek May memeluk suaminya, perutnya yang belum terlalu buncit memudahkan May menempel dan memeluk Ray erat.


Ray berulang kali menciumi kening dan puncak kepala sang istri.


Pagi tiba, namun May yang nyaman di pelukan sang suami, membuat May seakan enggan untuk bangun dari mimpi indahnya, ya.. Ray tak mengabari May kalau dia pulang tadi malam, May yang merasa memeluk Ray dalam mimpinya seakan betah berada di dalam dekapan Ray. Jam dinding menunjukkan pukul 6 pagi, namun Ray harus segera bangun karena mempersiapkan diri ke kantor hari ini, Ray yang merasa heran istrinya tak kunjung bangun padahal biasanya setelah 6 pagi dia sudah bangun menemani sang papa olah raga pagi, kadang kala di temani Lerie, adiknya.


"May...aku pulang!" bisik Ray di telinga Maysha, Maysha hanya mengeliat saja.

__ADS_1


"May...aku pulang sayang!" Ray kembali membisikkan kata yang sama.


May mulai membuka matanya pelan, namun masih dalam mode ngantuk nya dia kembali menutup matanya.


Karena gemas akhirnya Ray melumaat bibir Maysha, seakan sadar akan sesuatu, May langsung membuka matanya lebar, dia mendorong pelan orang yang menciumnya.


"sayang ......!kamu udah pulang?" tanya May memandang tak percaya pada Ray.


"Hemmm...aku sudah pulang!" jawab Ray sambil memeluk May.


"Hiks...hiks.... beneran kan?? bukan mimpi kan? hiks...hiks...!!" jiwa sensitif ibu hamil ini pun merubah menjadi sendu, bukan karena tak suka Ray pulang tapi rasa rindunya yang membuat matanya susah menghentikan laju airmata nya.


"Bukan sayang!!... cup...cup...cup....maaf!!" Ray menciumi setiap jengkal Wajah sang istri yang masih menangis.


"Udah dong......kan aku dah di rumah!" kata Ray, di angguki oleh May, mereka kembali berpelukan sebelum beberapa saja kemudian bangun dari ranjang mereka.


Drt....drt....drt....


"Ray loe dah di rumah kan?" tanya Tian, pasalnya Kila tau kalau Ray sudah berada di rumah semalam.


"Hemmm, ada apa?"


"Ehhmmmm itu, gue lupa ngabari semalam Kila ngidrm di apartemen gue hehehhehee!!" kata Tian.


"Jangan macam-macam loe Tian!!"


"Gak Ray! sumpah deh!! gue cuma ngabari loe aja, kali aja ntar papa nyariin, ntar gue jelasin deh sama loe!!"


"oke gue percaya sama loe!!"

__ADS_1


###########


"Apa??? sialan!!! gimana loe bisa kehilangan dia!!" hardik Tian pada Fabian.


"Gue datengin pagi ini ke rumah dia! dia udah pergi!" kata Fabian.


"Sial!!!"


Tian mengambil ponsel nya dari saku celananya, dia sangat emosi sekarang, karena tindakan dari suster yang tergila-gila dengan Fabian itu dia menjadi korbannya, dan yang lebih bikin dia marah adalah kekasih yang selalu di sayangi nya itu harus membantu nya melewati pengaruh obat laknat tersebut, Tian masih tak terima dengan perbuatan suster gila tersebut.


"Hallo Ray! gue butuh pertolongan anak buah loe!!" kata Tian ketika Ray mengangkat teleponnya.


"Ada apa Tian?'" tanya Ray.


"Nyari tikus got yang berani main-main dan gue kenal imbasnya!!" kata Tian.


"Gue mau buat perhitungan dengan wanita jaaalang tersebut!!" lanjut Tian.


Ya tadi setelah menelpon Ray meminta ijin bahwa Kila tidur di apartemen nya, kemudian tian menelpon Ray lagi untuk menjelaskan apa yang terjadi semalam kepadanya.


"yah ntar gue perintahkan Jaya untuk menyelidiki semuanya!" kata Ray


" thanks Ray, gue kirim foto wanita itu!"


tut..... telepon berakhir.


"Gimana Tian?" tanya Fabian, dia juga merasa marah karena merasa kecolongan.


Fabian juga bertekad akan memberikan pelajaran pada wanita tersebut.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2