
Setelah kejadian beberapa saat yang lalu di tengah hutan, Kiki dan Sara tidak di perbolehkan mengurusi malah gua tersebut, bagi Ray yang terpenting sekarang adalah masalah proyek yang harus di selesaikan terlebih dahulu.
seminggu sudah keberadaan mereka di pulau tersebut Namun mereka selalu gagal mendapatkan kesepakatan dalam negoisasi dengan para pekerja dan penduduk lokal di pulau tersebut, waktu yang dijanjikan oleh kepala suku tersebut ternyata tak bisa dipenuhi dengan baik bahkan Johan sudah mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari kebenaran tentang arca tersebut.
hari ini baru dapat terpecahkan bagaimana bisa para pekerja menemukan arca di bawah galian proyek tersebut, tentunya dengan ditangkapnya salah satu itu kepala proyek penggalian yang ternyata juga anak buah si ahli waris tersebut. masyarakat yang geram hampir saja membunuh si kepala penggali tersebut. akhirnya dilakukan kembali negoisasi tentang pengerjaanmu kelanjutan proyek tersebut, pihak dari tuan Adrian pun sudah membayar kerugian para pekerja dan juga masyarakat yang ada di situ,semua sudah mendapatkan upah yang semestinya.
Anggara yang mendapatkan berita dari salah satu anak buahnya yang masih menyamar menjadi salah satu pegawai di situ merasa geram dengan apa yang dilakukan oleh pihak Adrian, rencananya memecah-belah para pekerja dan menghasut para pekerja untuk menyerang Adrian dan kelompok nya gagal total. Anggara pun tak mau bertindak sembunyi-sembunyi lagi,dia mengerahkan dan melaporkan segalanya pada Darka,Dia meminta Darka untuk segera melaksanakan rencana berikutnya. tentu saja dengan segala tipu muslihatnya agar kelompok Adrian dapat masuk kedalam perangkap mereka.seorang anak buah Anggara menyamar menjadi salah satu anak buah Ray,tujuan utamanya adalah membawa Tuan Adrian pergi dari rumah singgah untuk jadikan sandera. tentu saja itu adalah tujuan Anggara sedangkan Darka lebih berambisi untuk menghabisi semua anak buah Johan dan juga Ray, sebagai bos mafia dia merasa tersaingi dengan kehadiran Ray, Johan beserta anak buahnya.
di malam yang sudah direncanakan oleh Anggara,salah satu anak buah andalan Darka menyusup masuk dan mencari keberadaan Tuan Adrian dan benar saja dengan sekali pukul Tuan Adrian terkapar dan dibawa keluar dari rumah singgah. walaupun penjagaan sangat ketat tapi si penyusup benar-benar profesional dia bisa membawa keluar Tuan Adrian dengan mudah karena dia mengetahui seluk beluk pulau tersebut. Tuan Adrian memang tidak pernah mau diganggu bila sudah menjelang malam hari dan pukul jam 5 pagi biasanya dia akan terbangun sendiri tanpa harus Ray yang membangunkannya.
"Tuan Adrian sudah saatnya bangun!"
Ray membangunkan Tuan Adrian karena jam dinding menunjukkan pukul 6 pagi dan ini tak seperti biasanya Tuan Adrian tidak pernah bangun telat sama sekali selama seminggu lebih ini.
"Tuan!!.... Tuan!!!" teriak Ray agak keras, merasa curiga Ray membuka pintu kamar tuannya tersebut.
ceklek...... Ray merasa kaget karena Tuan Adrian tak berada di tempat nya, bahkan semua nya nampak masih rapi, Ray berlari keluar mencari keberadaan Tuan Adrian, barangkali dia sudah keluar kamar untuk melihat udara segar.
"ada apa Ray?" tanya Johan yang berpapasan dengannya.
"Kau melihat tuan Adrian?" tanya Ray pada Johan, dan di sana juga ada Raka dan Bams yang duduk bersama, setelah memberi arahan pada anak buahnya.
"Damn!!! kita pasti kecolongan bos!!!" umpat Bams.
"Apa maksud mu?" tanya Ray.
__ADS_1
"Dari jam 4 pagi aku sudah bangun bos!! dan tak ada yang keluar sama sekali dari pintu ini!!" jelas Bams.
"Oohh shit!!! Saraaaaa!!!" teriak Ray.
"Bos!!" saut Sara yang berlari ke arah Ray dengan muka bantal dan masih acak-acakan.
"Kau baru bangun??" tanya Ray terlihat geram.
"A-aku minta maaf bos!! semalam a-aku minum kopi buatan salah satu rekan disini bos!!! dan......!" Sara menunduk menyadari kesalahannya yang kecolongan, kopi yang di minumnya di yakini Sara di campur dengan obat tidur, karena setelah meminum nya Sara terlelap sampai Ray meneriakkan nya tadi.
"Bangsaaat!!!!! bagaimana kalian bisa kecolongan hah???!!!" teriak Ray yang merasa tak becus menjaga tuan Adrian.
"Sara!! liat cctv mu Sekarang!!! brengseeek!!!"
Ray sangat marah dengan keteledoran anak buahnya,Ray yang notabenenya jarang sekali marah terlihat sangat menakutkan! Bams saja sampai bergidik melihat kemarahaan Ray, Raka dan kedua anak buahnya susah payah menelan salivanya sendiri.
"Mereka tidak main-main rupanya Ray!!" Johan terlihat juga sangat marah.
"Jo apa anak buahmu sudah berkumpul?" tanya Ray
"Mereka siap kapanpun Ray!!" jawab Johan.
"Apa yang harus kita lakukan bos?" tanya Bams dengan hati-hati, jujur saja dia tak siap melihat kemarahan Ray kembali. Ray tak menjawab, hanya sejenak berpikir dan sedetik kemudian...
"Sambungkan aku dengan Mario Sara!!" perintah Ray.
__ADS_1
"Baik tuan Ray!"
Kemudian dengan cekatan dan cepat Sara menghubungi Mario,dengan teknologi yang dia punya, karena memang sinyal ponsel biasa sangat lah sulit di gunakan di pulau tersebut.
tut...tut...tut....
"Hallo Bos!" saut Mario
"Apa kau tau bagaimana cara menemukan Tuan Adrian tanpa ponsel ditangan nya?" tanya Ray to the point.
"Apa dia hilang?" tanya balik Mario terdengar panik.
"Cepat Mario!?!" sentak Ray.
"Berikan ponselnya pada Sara!! aku akan memberikan instruksi padanya!"
ponsel berpindah tangan kepada Sara,Mario menjelaskan tentang bagaimana cara menemukan Adrian tanpa ponselnya di tangannya, ternyata di tangan sebelah kiri Adrian ditanam sebuah chip kecil sejenis GPS yang bisa melacak keberadaan Adrian. bahkan dengan chip tersebut Adrian tidak perlu mengaktifkannya,secara otomatis dengan kode tertentu Mario bisa menemukan Di mana keberadaan Adrian, chip itu diciptakan oleh Mario untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti saat ini, karena memang musuh-musuh bisnis Adrian sangatlah banyak, mereka menggunakan cara yang halus sampai dengan cara yang kasar.
Sesaat kemudian Sara kembali mengutak-atik komputer nya dan memasukkan beberapa kode yang diberikan Mario kepadanya dan beberapa saat kemudian...klik...... Jaringan terbuka menunjukkan sebuah peta keberadaan tuan Adrian.
"Jo... siapkan anak buah mu dan peralatan nya!! kau juga Bams!!! Raka apa mobilmu siap beraksi??" kata Ray
"Pasti bos!!!"
" Ayoo...kita mulai bermain!!! akan ku buat mereka berpikir ulang untuk mengusik Ray!!!" ucap nya
__ADS_1
bersambung.....