
Sesil bersiap untuk pergi ber bulan madu, bahkan sekarang sang mertua sedang membantu nya berkemas.Kiara senang,karena Sesil merupakan sumber kebahagiaan sang putra, putra nya yang terkenal sangat judes dan pedas dengan banyak gadis, kini telah menikah.Dan siapa yang menyangka bahwa Levin menikah dengan gadis yang menjadi pembantu di apartemen nya.Namun Johan sengaja mengenal kan Sesil sebagai putri salah satu teman bisnisnya, dan kebetulan sekali banyak rekan bisnis Johan yang mengenal Papa Sesil.
Dari pihak keluarga Sesil, Johan memilih Brian yang mendampingi Sesil, dan pada akhirnya, Levin menyadari dan akhirnya tau bahwa Brian adalah sahabat nya di masa kecil, yang dulu sangat gembul, hingga akhirnya Levin tak mengenali Brian setelah sekian lama terpisah.
"Nanti Mama gak bisa nganter kamu ke Bandara ya, Kay sendirian di rumah, apalagi perutnya sudah besar, Mama khawatir" kata Kiara yang sudah duduk di sofa di kamar Levin.
"Iya ma...gak papa..... Sesil udah seneng banget Mama mau bantuin Sesil berkemas" kata Sesil sambil duduk di samping Mama mertuanya.
"Kamu baik-baik di sana nanti, lagi musim salju! Mama tau kamu udah terbiasa, tapi kan udah lama juga kamu gak ke sana!" kata Kiara.
"Iya ma....jangan khawatir, Sesil pasti bisa jaga diri!" kata Sesil mencoba menenangkan hati Kiara.
Tak berapa lama, Levin datang menjemput Sesil, dia sengaja ke kantor terlebih dahulu agar saat honey moon nantinya, dia tak akan di ganggu dengan urusan kantor. Bersamaan dengan itu, seorang sopir suruhan Boy, menjemput Kiara sang Mama.
Setelah berbincang dan memberikan wejangan untuk sang anak, Kiara akhirnya masuk ke dalam mobilnya, begitu juga dengan Sesil dan juga Levin yang di antar sopir ke bandara.
Dan tak membutuhkan waktu lama, mereka segera naik pesawat menuju ke negara di mana Sesil pernah tinggal dulu.Terlihat jelas di mata Levin, Sesil nampak berwajah cemas, dia nampak gelisah.
"Kenapa?" tanya Levin yang duduk di samping nya Sesil sambil menggenggam erat tangan dingin sang istri.
"Aku gak menyangka....aku bisa kembali ke tempat di mana Papa dan Mama di kuburkan" kata Sesil, tiba-tiba saja air mata nya menetes.
__ADS_1
"Sudah...jangan menangis, aku akan selalu membawamu ke sini setiap kau ingin" saut Levin sambil membawa sang istri ke pelukannya.
Sesil memang tak pernah menyangka,dia akan kembali ke negara di mana dia dan Papa nya terakhir bersama, Setelah penghianatan dari asisten Papa nya, dan pengusirannya dari rumahnya sendiri,.Sesil memang tak pernah berpikir bahwa dia bisa kembali ke negara itu lagi.Karena memang dia hidup dalam kesusahan, rasanya tak mungkin kalau dia punya uang untuk kembali berkunjung di makam kedua orangtuanya.
Di sisi lain, sesuai rencana Levin, yang meminta bantuan Fabri dan juga Lee, kepada kedua orang yang sangat bisa di andalkan itulah Levin meminta bantuan.Fabri yang menjadi tangan kanan Lee,selalu tau bagaimana cara menjalankan perintah Bos sekaligus sahabat nya itu, Apalagi dengan kecerdasan otak Lee, perpaduan mereka berdua sungguh sangat bisa di andalkan. Anak buah Fabri, telah membawa paksa Vera, wanita yang mendadak kaya karena menipu Sesil dan sang Papa.Setelah anak buah Levin menyelesaikan tugas nya untuk mengalihkan kembali seluruh aset perusahaan dan rumah milik pak Hadi, Papa Sesil,kini anak buah Fabri yang melanjutkan pekerjaannya untuk membawa Vera kembali ke tanah air, agar Fabri dan Lee bisa mempermudah untuk memberikan hukuman yang setimpal untuk Vera.
Sesil dan Levin sudah sampai di pemakaman umum,di mana Papa dan Mama Sesil di makam kan.Sesil duduk di antara dua pusara tersebut, Sesil memperkenalkan Levin sebagai suaminya kepada kedua orangtuanya, Sesil berbicara dengan orang tuanya, seolah mereka saling bertemu.Di makam kedua orangtuanya Sesil sudah tak menangis lagi,dia berjanji pada Levin untuk tersenyum diatas pusara makam kedua orang tuanya, karena Sesil mau menunjukkan kepada kedua orangtuanya bahwa dia sudah bahagia bersama Levin,suaminya.
Selesai dari makam,Tak disangka oleh Sesil, bahwa dia akan kembali ke rumah kedua orang tuanya,Sesil menatap kearah Levin dengan wajah heran dan juga ketakutan, dia takut, dia akan bertemu dengan Vera dan Vera wanita akan kembali berbuat jahat kepadanya.Namun Levin meyakinkan Sesil bahwa semuanya akan baik-baik saja, Akhirnya Sesil tetap mengikuti langkah Levin masuk ke dalam rumah tersebut, nampak dari luar, Wati pelayan yang pernah membantunya kabur dulu,berdiri di ambang pintu, mata Wati nampak berkaca-kaca melihat Sesil,anak majikan nya pulang kembali ke rumah, dulu Wati menjanjikan untuk bertemu di tanah air, namun ternyata kebutuhan keluarga Wati lebih banyak, sehingga dia memutuskan untuk tetap bekerja di rumah tersebut.dan siapa yang menyangka, setelah sekian lama, keadilan akhirnya tercipta untuk Sesil anak majikan nya, beberapa orang tiba-tiba datang dan menangkap Vera secara paksa di pagi buta. setelah itu memberikan perintah pada Wati untuk menjadi kepala pelayan di rumah tersebut, tentu saja dengan menempatkan beberapa anak buah Lee dan Fabri sebagai pengawas, sedangkan anak buah Levin di minta menangani perusahaan.
"Selamat datang kembali Nona Sesil" sapa Wati, dan secara spontan Sesil memeluk Wati.
"Ini kamar mu?" tanya Levin sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar.
"Iya..... Wati membersihkan dan menata nya persis seperti sebelumnya" kata Sesil.
"Apa kau yang melakukan semuanya?" tanya Sesil dengan mata berkaca-kaca.
Levin hanya tersenyum kecil, dan seketika Sesil nampak terkejut, namun di detik berikutnya,dia memeluk tubuh sang suami dengan eratnya.
"Aku tidak tau, kebaikan apa yang telah di perbuat oleh kedua orang tua ku, hingga sekarang,aku menuai hasilnya! Aku di penuhi dengan orang-orang yang menyayangi dan mencintai ku!" lanjut Sesil sambil terus memeluk Levin.
__ADS_1
"Kau pasti juga banyak melakukan kebaikan sayang!" saut Levin.
"Tidak......aku sosok yang dulu sangat jahat" kata Sesil sambil mendongakkan kepalanya, melihat wajah sang suami.
"Tidak...." kata Levin sambil menggelengkan kepalanya.
"Semua orang berhak menjadi lebih baik!" lanjutnya.
"Karena Orang baik...punya masa lalu, dan orang jahat punya masa depan!......jadi, siapapun kita,kita berhak menjadi lebih baik!....Jangan lagi menoleh ke belakang!! tetap lah memandang ke depan....aku adalah masa depan mu dan masa depan kita akan selalu lebih baik!" kata Levin.
Perlahan dengan lembut dia menciuuum bibir sang istri, ciuuman yang penuh dengan kasih dan cinta, mungkin ini adalah balasan untuk setiap berubah diri Sesil dan rasa penyesalan nya akan segala perbuatannya dulu, walaupun dia tak sepenuhnya menjadi gadis kejam pada masanya.
Cinta selalu bisa menenangkan, menentramkan dan memberikan rasa nyaman.
TAMAT.
"Ohh God!! thanks...... akhirnya selesai sudah Sang Asisten Ceo berhenti di season 2 ( part Empat Sekawan & Spesial Levin dan Sesil )"
"Terima kasih untuk semua antusias kalian semua!....."
Mau Hadiah?????
__ADS_1