
Boy berpikir keras apa yang akan diperbuatnya pada Kay, tunangan nya itu. di dalam mobilnya Boy nampak menelpon seseorang untuk melancarkan aksinya dan orang itu bersedia membantu Boy, Boy sedang menunggu nya saat ini.
"Tunggu pembalasan ku Kay sayang!!" senyuman licik terpampang jelas di wajah Boy,yang sedang menatap rumah Kay dari kejauhan, setelah beberapa saat datang lah seseorang dengan pakaian serba hitam, dan bila di lihat dengan jelas, mereka mirip dengan para pencuri. dan memang benar, itu adalah anak buah Deri, asisten nya Boy.
"Pakai ini bos!" kata anak buahnya.
Akhirnya Boy selesai dengan kostum 'maling' nya, dengan sigap dua orang suruhannya asisten Boy itu mengajak Boy menyusup ke dalam rumah megah keluarga Johan. Penjagaan ketat hanya ada di depan saja, yaitu pintu masuk rumah tersebut, karena Johan pun tak memprediksi kelicikan dari calon menantunya itu.
"Disana kamar Kay!" kata Boy pada anak buahnya, dengan gerakan secepat kilat dan selincah mungkin, entah bagaimana caranya, Boy beserta satu anak buahnya sudah berada di balkon kamar Kay, Dengan keahlian si anak buahnya, Boy dengan mudah membuka pintu kamar yang ada di balkon tersebut.
"Pergilah!!! aku akan menelpon Deri bila aku membutuhkan keluar dari sini!"
perintah Boy, dan keduanya langsung undur diri.perlahan tapi pasti, Boy memasuki kamar Kay, entah mengapa melihat Kay yang tertidur dengan berbalut selimut itu membuat Boy merasa gembira. perlahan Boy melepaskan sepatu nya, pakaian nya,hingga menyisakan celana boxer miliknya, Boy perlahan merangkak naik ke ranjang dan masuk ke dalam selimut yang di pakai Kay. Di dalam selimut Boy sudah memulai aksinya.
"Eeggghhh.....!" pelan tapi cukup terdengar oleh Boy, Kay menggeliat merasakan tubuhnya bergetar tiba-tiba.
Kay bahkan tak sadar bahwa piyama sudah hilang entah kemana,Kali ini bukan hanya piyamanya Kay, namun Boy sudah melucuti seluruh pakaian yang di pakai oleh Kay.Di dalam selimut, Boy melumaaat pelan kedua squishy kembar milik Kay, sesekali dia meremas dan memainkan ujung nya. Karena merasakan ada hal yang tak beres, Kay mulai membuka matanya pelan, kini bukan hanya di dalam selimut lagi, karena Boy sudah membuang selimut tersebut dan sudah mengungkung tunangannya itu.
"Kak Boy!!!" pekik Kay, ketika menyadari bahwa Boy sedang menikmati tubuh nya.
"Malam sayang!!! aku rindu kamu!!" kata Boy dan melumaaat bibir mungil Kay yang sudah sangat dia rindukan.
"Apa yang kakak lakukan...ahhh....?!" ucap Kay sambil menahan sesuatu karena ulah Boy.
Bukannya menjawab Boy malah menikmati tubuh menggoda Kayra, malam ini Boy tak ingin menahan lagi, malam ini King Kobra miliknya harus bisa menembus gawang milik Kay yang sudah sangat lama dia rindukan.
__ADS_1
''Kak! bagaimana dengan Papa!!"
kata Kay begitu merasakan sesuatu mengeras yang menempel pada pahanya, Kay ingat larangan sang Papa yang tak memperbolehkan Kay bertemu Boy, Boy berhenti sejenak,lalu dengan senyum manisnya,dia mencoba menyakinkan Kay.
"Sstttt..... nikmati saja sayang!!" bisik Boy di telinga Kay.
Dan benar saja, Kay yang sudah lemas karena mendapatkan pelepasan nya, kini harus menerima tamu baru! Si King Kobra yang mencoba masuk ke dalam gua milik Kay.
"Hiks.... hiks...kak Boy!! sakit'!!!!"
ucap Kay saat Boy melakukan penyatuan nya. Boy diam dalam posisi nya, dia ingin memberikan kenyamanan pada sang kekasih.
"Sebentar lagi gak akan sakit, Kay sayang!!" bisik Boy membujuk Kay.
Dan malam ini, boy tersenyum puas sambil mendekap tubuh polos sang kekasih yang kelelahan karena ulahnya, yang sayangnya tak hanya sekali Boy membuat Kay berkeringat di bawah tubuhnya.
Paginya di markas, jam menunjukkan pukul 11, Lee,Leo dan juga Fabri baru saja terbangun dari tidurnya, pengaruh alkohol membuat mereka tak bisa bangun pagi bahkan Leo terlihat begitu sangat berantakan, Fabri bangkit dari tidurnya dan menuju ke kamar mandi,setelah membersihkan diri Fabri berencana untuk pulang ke rumah, begitu juga dengan Leo, sedangkan Lee? sang istri bahkan sudah menyusulnya ke markas karena semalaman tidak tidur di kamar.
"Loe anter gue!! gue males bawa mobil sendiri!!" kata Fabri meninggalkan mobilnya dan masuk ke dalam mobil Leo, Leo hanya pasrah saja. Setelah mengantar Fabri, Leo undur diri dan berencana pulang untuk mengistirahatkan otaknya dari Ayana, gadis yang sangat dia cintai.
"Dari mana kamu Bri?"sapa yang Mama,
"Ma....mau kemana?" tanya Fabri melihat Mama nya rapi.
"Mama mau mengambil lukisan keluarga kita, kan foto keluarga udah tidak ada lagi!" kata Desi,
__ADS_1
sejak 3 bulan lalu foto keluarga mereka di copot dari ruang tamu, dijadikan contoh lukisan yang di pesan Desi dari temannya.
"Bibi masak apa ma? aku laper!!" kata Fabri.
"Sudah masuk aja mandi, biar Lala yang antar makanan mu ke kamar.
"Lala?"
"pembantu baru! kamu sih, jarang pulang! pulang juga malam, pagi buta udah pergi!! itu si Lala udah hampir 3 bulan di sini! udah naik sana!!" ucap Desi sambil berpamitan dengan sang anak sulung, namun sebelumnya dia menuju dapur dan memerintahkan Lala untuk mengirimkan makanan ke kamar Fabri.
tok...
tok...
tok...
suara ketokan di pintu kamar nya membuat Fabri yang terbaring di kasur hanya berteriak menyuruh masuk,dia yakin bahwa itu adalah pembantu baru yang dimaksud mamanya untuk mengantar makanan yang diminta oleh Fabri.
"Permisi Tuan muda, ini makanannya!" kata Ela, Ela sudah berkerja di rumah itu cukup lama. Fabri yang mengenali suara Ela langsung terduduk di kasurnya dan benar saja dia melihat Ella yang sedang menata makanan di meja yang tersedia di kamar tersebut, tanpa di sadari Ela, Fabri mendekati Ela.
"Kamu kemana saja!!! aku rindu!!!"
sebuah suara dan juga tangan kekar Fabri memeluk Ela dari belakang, Fabri menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Ela, Ela tiba-tiba menegang, dia belum paham dan belum tahu bahwa orang yang sedang memeluknya dari belakang adalah Fabri, lelaki yang ditunggu-tunggu Ela, Fabri berjanji mengabari atau menelponnya namun Fabri tak kunjung menelepon.
bersambung
__ADS_1