
ceklek.....suara pintu di buka.
"Kak Cris??!!!"
panggil Kila yang sedari tadi mengetuk pintu ruangan Tian,namun tak ada jawaban, Kila memang ada janji dengan Tian, Tian akan menjemput Kila di rumah temannya karena rumah teman Kila dekat dengan rumah sakit, karena menunggu hampir satu jam, akhirnya Kila memutuskan untuk menemui Tian di rumah sakit dengan di antar oleh temannya tadi menggunakan sepeda motor.
Kak Cris??!!!"
"Keluar!!!! keluar loe sekarang!!!!" teriak Tian dengan wajah yang sudah memerah dan terlihat gelisah.
"Kak!! kakak kenapa??" tanya Kila panik, bukannya keluar tapi Kila malah mendekati Tian yang terlihat gelisah, dengan segera Tian meminum obat yang dia temukan, namun tentu saja efek dari obat perangsang tersebut belum bisa hilang begitu saja.
"Keluar Kila!!! keluar!!!" teriak Tian yang tak bisa di mengerti oleh Kila hanya menatap binggung ke arah Tian.
"Aku di beri obat perangsang Kila!!! efeknya belum hilang walaupun aku meminum obat pereda nya!! keluar sekarang!!cepat Kila! aku tak mau menyakiti mu!!" ucap Tian yang sudah benar-benar di luar kesadaran.
Di kepala Kila sekarang hanya berpikir,
'obat perangsang?? di berikan pada kak Cris?? lalu apa yang akan dilakukan kak Cris tanpa gue nanti??? tidak!!! kak Cris tak boleh melampiaskan nafsunya pada wanita lain!! tapi gue gak mau perawan gue ilang sebelum menikah!!! aaargghh..gimana ini!!!' batin Kila berperang.
'Obat itu bisa membuat tenaga kak Cris lebih besar, gue harus melakukan sesuatu agar bisa membantu nya tanpa dia harus menyakiti gue!' pikir Kila
Dengan cepat Kila mencari sesuatu di sana, beruntung Kila mendapatkan sesuatu yang bisa dia pakai untuk mengikat Tian di kursi dokternya.
"Kila apa kamu lakukan!!?? " tanya Tian
"Kak tolong menurut!!!" kata Kila, Kila juga melepaskan mengaitkan tasnya hingga tali selempang tasnya terlepas dari tas yang dia pakai, kemudian dia mengingat tangan Tian dengan tali selempang tersebut dengan kuat, Tian hanya dian saja,namun benar apa yang dipikirkan Kila, nafsu karena pengaruh obat itu tiba-tiba membesar dan Tian sudah menjilati kulit Kila yang kebetulan terlalu dekat dengannya saat mempererat tali di tangan Tian.
"please Ki!!! tolong kakak!!! kakak gak tahan Ki!!!" ucap Tian sayu.
Kila mengunci ruangan Tian, dengan ragu dia menelpon Mela sahabatnya yang di yakini Kila tau bagaimana caranya menangani Tian, dan setelah Kila menjelaskan,sebuah kiriman video masuk melalui pesan di ponselnya.
@pake cara gini aja!!! agar loe masih tetep tersegel walaupun membantu dia!! padahal di jebol enak lho Kila hahahhahahah@ isi pesan singkat dari Mela.
"Mela sialan!!!" umpat Kila
__ADS_1
"Ki...tolong Ki!!! please!!!'" kata Tian yang berusaha memberontak dari kursinya.
Dengan cepat Kila belajar dari video yang barusan di kirim oleh Mela, dan dengan sedikit ragu Kila mendekati Tian, namun melihat wajah Tian yang sudah di kuasai nafsunya, akhirnya Kila memantapkan diri membantu Tian.
Tian menunggu apa yang dilakukan Kila padanya, tangannya yang terikat tak mampu meraih tubuh wanita yang sangat di cintai nya itu, sungguh Tian ingin sekali khilaf saat ini, ular piton yang ada di bawah sana bahkan sudah mengeras dengan sempurna.
" Kila apa yang kamu lakukan??" tanya Tian ketika Kila jongkok di hadapannya, membuka resleting celana Tian.
"Membantu kakak!!" kata Kila dengan tenangnya padahal hatinya berdebar-debar tak karuan! Tian adalah lelaki pertama yang dia cintai, dia juga baru pertama kali melihat sesuatu yang menjadi kebanggaan seorang lelaki, apa lagi kalau bukan si ular piton.
"Kila..... aaargghh!!!"
Tian mendesah antara nikmat dan frustasi ketika Kila memulai melakukan Blo*wjob nya. Akal sehatnya tak ingin Kila melakukan semuanya, namun pengaruh obat tersebut meminta otaknya untuk egois, dia ingin Kila membuatnya
merasakan nikmat menghilangkan efek dari obat tersebut.Tian bersumpah akan membuat perhitungan dengan orang yang sudah membuat menjadi seperti ini.
' Bangsaaat!!!!! tunggu pembalasan gue!!' batin Tian pada orang yang membuatnya seperti ini.
"Oohh Kila...lebih cepat sayang!!!....." Tian ingin segera mengakhiri semuanya, dia benar-benar ingin memeluk kekasihnya itu, akhirnya Tian tau kenapa dia di ikat oleh Kila, agar Tian tak menyentuh Kila hingga dia sendiri mendapatkan pelepasan karena aksi Kila yang memuaskan Tian dengan mulut dan tangannya. Hingga hampir satu jam, Tian sudah mengalami 3 kali pelepasan nya!!.Kila membuka ikatan tangan Tian karena di rasakan sudah aman.Tian membenahi celana dan pakaian nya, dengan cepat menarik tubuh Kila di dalam pangkuannya.
"Sudah hilang Kila!!!! efek nya sudah hilang!!" kata Tian sambil mengeratkan pelukannya.
"Maaf sayang.... maafkan kakak!!" ucap Tian sambil menenggelamkan wajahnya di tengkuk belakang Kila.
"Kak!!!"
"Hemmm...!" jawab Tian yang benar-benar kelelahan setelah kegiatan mereka tadi, walaupun dia tak melakukan apa-apa namun tegang membuat otot-otot di tubuhnya sedikit pegal-pegal!.
"Kamu pasti lelah sayang!..." kata Tian
"Kila laper kak!" rengek Kila, Seketika Tian membalikkan tubuh Kila menghadap dirinya, melumaat bibir mungil gadis kecil di pangkuannya.
"Ngemesin banget sih!!! udah dari tadi pengen mengigit nya!!" kata Tian setelah melepaskan pangutannya sambil mengelus bibir mungil Kila.
"Ayo pulang ke apartemen kakak!! nanti kakak masakin!" ajak Tian.
__ADS_1
"Jangan!!! ntar Kila di apa-apain lagi!!" kata Kila
"Aksi kamu tadi udah bikin kakak puas sayang!" bisik Tian.
"Kakak janji sama kamu!! sebelum kita nikah, kakak akan jaga kamu baik-baik!!" janji Tian pada Kila
"Emang kita bakal nikah?" goda Kila
"Seminggu lagi!!cup...cup....cup..cup!!" Tian menciumi wajah sang kekasih.
"Kakak!! udah dong!!! ayoo pulang! laper!!" rengek Kila
"Iya ayoo pulang tapi ke apartemen kakak!!"
"Gak!! nanti Kila di cari kak Nara!" bantah Kila
"Aku nanti telpon Ray! lagian ini udah malam Ki!!"
Akhirnya Kila nurut dan ikut ke apartemen Tian, sepanjang jalan Tian mengengam erat tangan Kila bahkan sesekali dia mencium tangan tersebut.
drt...... drt....drt..
"Haloo Tian!! bagaimana Loe?" tanya Fabian panik, pasalnya tadi dia akan menemui Tian namun panggil an dari rumah sakit lain karena banyak pasien kecelakaan,membuat Fabian mengurungkan niatnya.
"Gue pengen loe tanggap perempuan sialan itu besok!! dasar jaaalang!!!" teriak Tian dengan emosi.
"Jangan khawatir gue pasti kan dia bakal menyesali Semua nya!! Sialll !!! berarti incaran nya gue!!" kata Fabian.
"Okey gue tunggu berita dari loe besok!!.. Bangsaaat!!!" teriak Tian di akhir panggilan telepon nya.
Kila yang di sampingnya sampai melonjak kaget.
"Sabar kak!!"
bersambung
__ADS_1