Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
penyelesaian masalah


__ADS_3

"Nona...nona Valeria!!"


Raka coba membangunkan Ria yang sudah ada di dalam sebuah mobil, mereka berencana menuju Jakarta. beberapa luka di tubuh, lengan dan kening Raka sudah di obati oleh anak buahnya sendiri, kini tinggal Valeria yang masih pingsan di dekapannya.


"Menyusahkan!!"


"Kenapa dia ikut kamu Raka?" tanya rekan kerjanya yang sekarang sedang mengemudi.


"Mau sok jadi pahlawan!! cihh sekarang malah menyusahkan!!"


"Beri minyak kayu putih di hidung nya! aku yakin dia akan siuman!" ide rekannya yang malah tak terpikirkan oleh Raka karena pusingnya memikirkan si nona manja ini, beberapa saat kemudian Valeria mengeliat sadar dari pingsannya.


Dia memandang heran kenapa dia berada di sini bersama dengan Raka. Beberapa saat kemudian dia teringat dengan apa yang baru saja dia alami.


"Aaaaaaaa Rakaaaaaaa berhenti!!!"


teriak Valeria yang berada di dalam dekapan Raka dan malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Nona diam!....nona diam!!"


bentak Raka tapi tak di gubris oleh Valeria, dia benar-benar shock dengan apa yang baru saja di alaminya.


"Nona... semuanya sudah baik-baik saja! okey..." ucap Raka lembut berharap Valeria melepaskan pelukannya dan tak lagi panik.


"be-benarkah?"


"Benar nona ...kita sudah ganti mobil dan sekarang perjalanan pulang kembali!"


ucap Raka sambil melepaskan pelukannya dari Valeria.


"Benarkah aman?..."


"Aman nona... duduklah dengan tenang! sebentar lagi kita sampai!"


Valeria menuruti apa kata Raka, dia duduk dengan tenang namun masih terlihat sangat shock.


Di tempat lain....


Tuan Adrian yang mendapati kabar tentang keselamatan sang istri merasa lega, apalagi dia sendiri sudah berbicara dengan istrinya, sedang asisten kepala pelayan itu sudah di bawah oleh para pengawal ke sebuah rumah yang memang di sediakan Adrian untuk mengintrogasi para penghianat atau orang yang berusaha menyerang dirinya.


"Bagus Ray!! beri hadiah pada anak buah mu itu!!"


"Baik tuan!"


"Bagaimana dengan ku asisten Ray?" tanya Beniqno.


"Kau mau apa tuan?"


"Wanita ular itu!! cari dan temukan dia, lalu serahkan padaku!! aku sendiri yang akan menghukum nya!! Bagaimana tuan Adrian? apa kau tega menyerahkan mantan istri sepupumu itu padaku?"


ucap Beniqno sambil tajam ke arah Adrian.


"Ray yang akan mencari dan menyerahkan langsung padamu tuan Beniqno!" jawab Adrian.


"Hahahahahahha senang bekerjasama dengan mu asisten Ray! dan satu lagi, kalo kau mulai bosan dengan si bule tua itu, datanglah padaku!! kau akan mendapatkan tempat yang lebih istimewa hahahhaa!"

__ADS_1


Ucap Beniqno sambil melangkah di ikuti asisten nya, Ray hanya memberi hormat sebentar dan jangan tanyakan bagaimana Adrian, dia sudah mengepalkan tangannya karena perkataan dari Beniqno.


"Kita pulang Ray!! aku mau melihat istri ku!"


kata Adrian yang keluar dari ruangan Ray dan setelah mengemasi berkas-berkas nya Ray menghampiri tuannya di ruangan Ceo nya itu.


"Tolong kerjakan semuanya ini!" perintah Ray pada sekertarisnya Adrian yang bernama Andara.


"Baik asisten Ray!"


Kemudian dua Orang dingin itu kembali ke rumah besar sesuai keinginan tuan Adrian.


Sesampainya di rumah, Ray bergegas menuju rumah yang dijadikan tempat interogasi para penghianat.


"Bagaimana?" tanyanya pada salah satu anak buahnya.


"Dia di dalam tuan!"


Ray segera masuk dan berada di sebuah ruangan kedap suara, bukan tempat penyiksaan namun terlihat lebih seperti tempat interogasi yang berada di kepolisian.


"Apa kabar Manda?" tanya Ray dengan datar dan dingin.


"Aku hanya terima perintah tuan!"


"Dimana dia?"


"Aku tidak tau tuan!! aku hanya menerima telepon saja!"


"Jaya..... apa kau sudah menemui anaknya?" tanya Ray pada anak buahnya.


"Jangan tuan!!! jangan sakiti anak saya!!!" teriak Manda.


"Jangan??!! lalu bagaimana kamu berusaha menyakiti keluarga tuan Adrian Manda?"


"Apa hanya demi uang? kau menghidupi anak dan ibumu dengan uang yang kau dapat dari penyakit i seseorang!!" lanjut Ray.


Melihat wajah galak Ray, asisten kepala pelayan itu bersimpuh di lantai dan meminta maaf, dia berjanji tak akan mengulangi semuanya, semua perbuatannya yang menjadi mata-mata dan mencelakai keluarga Adrian.


"Bawa anak dan ibumu keluar pulau hiduplah jauh dari kota ini!! kalo tidak jangan harap anakmu bisa makan enak dan ibumu bisa hidup tenang karena melihat anaknya masuk ke dalam penjara!!"


"Ba-baiklah tuan! terimakasih atas kemurahan hati Tuan!!"


Ketika Ray mau beranjak pergi, wanita itu memanggil Ray.


"Tuan!...nyonya Monica punya sebuah apartemen di Luxury Park tuan! barangkali ini bisa membantu!"


ucap Manda dengan takutnya.


"Jaya....pastikan dia angkat kaki dari kota ini malam ini juga!" ucap Ray dan berlalu dari ruangan itu dan kembali ke rumahnya.


*******


"Tuan Arya butuh sesuatu?" tanya suster Maysha.


"Teh ha- nga-t" kata papa Arya sedikit kesusahan.

__ADS_1


"Ok May buatin tuan,....tuan di sini dulu!"


Suster May masuk ke dapur di sana masih ada bi Asti yang sudah bersiap mau meninggalkan dapur dan istirahat.


" Butuh apa suster May?" tanya bi Asti.


"Tuan minta teh hangat bi...biar aku saja! bibi istirahat saja, ini tugas aku!"


"Ya sudah suster bibi istirahat dulu ya...."


"Iya bi..."


Setelah membuat teh untuk tuan besarnya, suster May dengan telaten memberikan minum itu lewat sebuah sedotan.


"Sudah habis tuan! sebaiknya tuan istirahat, seperti tuan Ray akan akan telat, ini sudah jam 9 malam tuan!'


papa Arya menganguk, dan Suster May akhirnya mendorong kursi rodanya ke kamar, memindahkan papa Arya dari kursi ke ranjang sudah biasa bagi suster May, dia punya teknik tersendiri untuk itu.


Setelah memastikan pasien nya tertidur, suster May keluar dan mulai membersihkan diri, selesai membersihkan diri dia mengambil sisa makanan di dapur yang belum sempat dia makan tadi.


"Iya nanti mbak kirim!" suara suster May saat tengah makan namun menerima telpon dari seseorang.


"kapan mbak?...ini udah mau ujian!" suara seorang lelaki di sebrang sana.


"Sabar dong! kan mbak baru 3 mingguan di tempat kerja mbak yang baru! mana bisa kirim uang banyak gitu!"


"Trus kapan mbak?"


"Menurut tanggal mbak masuk kerja sih 5 hari lagi, nanti mbak kabari langsung ya!"


"Maaf mbak! selalu nyusahin mbak May!"


"udah gak papa, asal jangan......!" belum juga suster May menyelesaikan omongannya sudah terdengar suara nyaring disana.


"Mayyyy!!!!! tega kamu ya!!! tega kamu ninggalin aku kerja di rumah sakit itu sendiri!!!! dasar temen gak ada akhlak!!!! awas kamu kalo ketemuuuu!"


"Hihihihihi....kenapa Nay? kamu kan enak kerja disana! bukannya kamu naksir sama dokter Tian hihihihi....enak kan kerja di sana bisa mandangin wajah imutnya seharian!!"


"Dasar kamu May!!! emang kamu gak naksir sama dokter Tian??"


"Ih ya gaklah!! ngapain aku naksir sama cowok orang! lagian dokter Tian bukan tipe aku!! aku suka yang lebih macho!! bukan yang imut!!"


"Ya udah kamu istirahat aja udah malam, bye!"


Suster May mematikan ponselnya, melihat ke arah piring nya yang sudah habis. kemudian memandang i layar ponselnya, seakan berbicara pada sahabat nya itu.


"Gimana kalo kamu melihat tuan Ray Nay? bisa meleleh kamu! aku aja......eh apaan sih!!!"


ucap suster May sambil mengibaskan tangannya di depan mukanya.


"Sadar May...kerja...kerja...kerja!?" ucap suster May yang tak menyadari sedari tadi Ray sudah duduk di sana, suster May tak menyadari keberadaan Ray.


"Bisa buatkan aku kopi?" tanya Ray memecahkan keheningan malam itu.


prang.......

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2