Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

Ponsel Sesil berulang kali berbunyi,Namun karena keasyikan dengan permainannya yang sedang menyiksa Ayana, Sesil mengabaikannya, Pak Hadi sang papa begitu cemas dan terus saja menghubungi anaknya karena beberapa waktu lalu ponsel Sesil tidak bisa dihubungi, Namun karena sekarang sudah bisa dihubungi Pak Hadi dengan cemasnya terus menghubungi nomor ponsel sang anak untuk memberitahu bahwa Leo sedang mencarinya ke sana, bagaimanapun juga pak Hadi tidak mau Sesil menderita atau terjadi apa-apa pada Sesil,anak semata wayangnya karena kemarahan Leo, cukup Leo tunjukkan kepada-nya saja, pak Hadi sama sekali tidak mengerti dan tidak paham bahwa Levin kakak sepupu Ayana lebih mengerikan daripada Leo dan mereka sama-sama menuju ke markas di mana Sesil menyekap Ayana.


Deni dengan cepat menindih tubuh Ayana, melihat wajah lembut dan cantik Ayana, membuat Deni merasa beruntung mendapatkan Ayana.


"Menikahlah denganku! maka aku tak akan melakukan apapun padamu saat ini!"


bisik Deni agak tak terdengar oleh Sesil, dari pandangan Sesil Deni sedang mengecup telinga Ayana sampai ke lehernya, namun nyatanya Deni hanya membisikkan kata-kata tersebut pada Ayana, Ayana hanya terdiam saja,jujur saja Deni merasa Tak tega melakukan hal keji itu kepada Ayana, dari pandangan pertama bertemu dengan Ayana,Deni bisa melihat Ayana adalah gadis yang lembut dan juga baik,dan ketika Sesil menawarkan diri kepada Deni untuk menikahi Ayana, Deni sangat senang dan jujur saat itu juga Deni tidak tega melakukan apapun atau bahkan melakukan pelecehan pada Ayana.


"Tolong lepaskan aku!" balas Ayana.


Deni mengangkat sedikit tubuh nya agar bisa melihat wajah cantik Ayana, kemudian dia mengecup singkat bibir Ayana dan melumaaat nya pelan, air matanya Ayana lolos seketika, dia merasa mengkhianati Leo.


"Menikahlah denganku!" kata Deni lagi sambil melepaskan ciumannya.


Ayana menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia terus terisak dalam tangisan nya.


"Apa kau mencoba mengulur waktu Deni??cepat lakukan!?! kalau kau sudah masuk kedalam inti permainan nya aku akan keluar dari kamar ini, Aku juga tidak sudi melihat kalian bercinta!!!cepat lakukan!!!" perintah Sesil.

__ADS_1


Deni yang merasa ditolak oleh Ayana, akhirnya pun terpengaruh dengan apa yang dikatakan oleh Sesil, Deni mulai menciumi pipi Ayana sampai ke lehernya, menyesap pelan hingga membuat Ayana berontak, namun sekuat apapun kekuatan Ayana, Ayana tak bisa lagi berbuat apa-apa, berulang kali Ayana mendorong tubuh Deni agar tidak menindihnya namun kekuatan Ayana tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Deni.


Sesil meletakkan kameranya di tempat yang sekiranya bisa merekam perbuatan mereka di atas ranjang kemudian Sesil berniat untuk keluar dari kamar tersebut tanpa mau melihat Apa yang dilakukan Deni terhadap Ayana.


"Kenapa sepi sekali?sial!!!ke mana mereka pergi??"


gumam Sesil melihat keluar kamar ketika beberapa anak buahnya sudah tidak ada di sana, Sesil terus berjalan masuk kedalam ruang tamu namun dia tak menemukan anak buahnya satupun.


"Kemana mereka pergi!!!" kata Sesil sambil terus menelusuri ruangan tersebut.


Braaak!!!!!!


"Sesiiiiillllll!!!!!!" teriak Leo.


Braaaakkk.....


Satu kali tendangan membuat pintu rumah tersebut terbuka lebar, Leo mengedarkan pandangannya mencari sosok yang dia inginkan, siapa lagi kalau bukan Sesil dan juga Ayana,Lee berada di belakang Leo beserta anak buah Levin dan juga Levin sendiri tentunya, tanpa menunggu perintah lagi dari Levin semua anak buah Levin yang terdiri dari 5 orang langsung mengecek beberapa ruang yang ada di rumah tersebut, pandangan Leo tertuju pada lantai 2 rumah tersebut, lalu Leo segera berlari ke atas diikuti oleh Levin dan juga Lee.

__ADS_1


Sedangkan di dalam kamar....


"Deni ..........hentikan!!!" triaxial dengan cemas


Denny bahkan belum masuk ke permainan inti mereka, Ayana yang sudah terlihat polos namun Deni hanya melepas pakaian bagian atasnya saja karena nyatanya dia masih memakai celana nya lengkap dengan ikat pinggangnya, Deni memang berusaha untuk membujuk Ayana agar mau menikah dengannya tanpa harus merekam perbuatan mereka berdua sesuai keinginan Sesil, namun Ayana terus memberontak hingga akhirnya Deni kehilangan kesabaran dan merobek habis pakaian Ayana hingga Ayana terlihat polos,baru saja Deni ingin memulai mencumbu kembali Ayana, Sesil kembali masuk kedalam kamar dan bahkan berteriak meminta dia menghentikan perbuatannya pada Ayana.


"Deni hentikan!!! ayo kita kabur dari sini,mereka datang!! mereka sudah menemukan kita Deni!!!"


kata Sesil dengan sangat panik, Deni yang tidak paham dengan apa yang terjadi di luar sana, sangat kaget dengan permintaan dari Sesil. Deni masih terpaku dengan apa yang dikatakan oleh Sesil namun Ayana mendengar jelas apa yang dikatakan oleh Sesil, hatinya sangat merasa lega, Leo datang menyelamatkan nya,perlahan dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang sudah polos akibat perbuatan dari Deni.


"Mereka datang......ayo..kita...!!''


Belum juga Sesil menyelesaikan perkataannya pintu sudah di dobrak oleh Leo dan betapa kagetnya Deni setelah menyadari apa yang terjadi, mereka menemukan keberadaan Sesil dan juga dirinya. Leo melihat Ayana yang tertutupi oleh selimut dan keadaan Deni yang bertelanjang dada membuat amarah Leo naik sampai ke ubun-ubun,tanpa babibu lagi Leo langsung menghajar Deni,hingga perkelahian sengit di antara mereka terjadi,Deni memang bukan lawan yang lemah hingga perkalian mereka terlihat seimbang.


Sesil yang melihat perkelahian antara Leo dan Deni, serta Lee yang terfokus pada Ayana,membuat Sesil berkeinginan untuk pergi dari kamar tersebut secara diam-diam, namun tanpa disadari Sesil, Levin dari tadi menatap gadis tersebut, Levin tersenyum seringai menatap gadis yang sedang ketakutan yang mencoba mengendap-endap keluar dari ruangan tersebut, dengan cepat Levin menangkap tangan gadis tersebut.


"Halo manis!!!!rasanya kita perlu bermain sedikit lebih ekstrem!!!"

__ADS_1


ucap Levin dengan muka devil nya dan jangan lupakan tatapan membunuh dari seorang Levin.


bersambung...


__ADS_2