Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Shailendra Barata Putra


__ADS_3

Shailendra Barata Putra, bayi mungil itu di tatap lekat oleh Ray, anak lelakinya baru beberapa hari yang lalu di lahirkan secara Caesar karena keadaan sang ibu yang memburuk.Bayi itu nampak diam tanpa terusik sama sekali! bahkan dia tak pernah tau apa yang terjadi pada orang-orang di sekitarnya atas kelahiran nya yang sempat menggegerkan rumah sakit milik sang papa. Ray masih terus berdiri di luar ruang bayi tersebut, dia bisa melihat jelas anaknya di balik kaca, Johan yang datang beberapa saat yang lalu menepuk bahu sahabatnya itu, Ray hanya diam bahkan lelaki itu sudah seperti tugu yang tak bernyawa.


"Dia bayi yang kuat Ray! gue yakin!! dia akan melalui semuanya dengan mudah!"


kata menenangkan dari Johan, rasanya dia sudah ingin menangis saja, melihat apa yang di alami oleh Ray, Johan memang bukanlah saudara kandung Ray,tapi entah mengapa dari dulu, dari awal pertemuan mereka, Johan seakan tak rela melihat Ray susah, bersedih ataupun disakiti seseorang. Ketika orang-orang banyak menghina Ray di masa remajanya, Johan lah orang pertama yang ada di barisan depan membela sang sahabat, bila Ray di sakiti maka Johan lah yang pertama merasa sakit juga.


Seperti saat ini, Johan tak sanggup melihat sahabatnya itu dalam masa terpuruk, gunung Everest itu sudah sangat dingin! bahkan dinginnya bisa mematikan orang yang ada didekatnya dan sekarang! bukan hanya dingin, namun wajahnya penuh dengan kesedihan.Dunia Ray jungkir balik tak karuan, prioritas utamanya sebagai asisten Ceo bahkan di abaikan begitu saja beberapa hari ini.Yang dilakukan nya hanya menatap ke dalam ruang rawat tersebut. melihat bayi mungil yang menjadi penyemangat hidup nya saat ini.


"Ayo Ray makan dulu!! ntar gue temenin loe lagi!" ajak Johan, lagi-lagi Ray tak bergeming, perasaan nya hampa, tertekan dan sedih, gembira bercampur menjadi satu.Johan hanya menghela nafasnya pelan. kemudian dia menepuk bahu Ray sebagai tanda berpamitan, karena jam sudah menunjukkan pukul 23.00. Johan selalu menyempatkan diri pergi ke rumah sakit sepulang dari kantor nya, untung nya jalannya searah dengan rumah Johan jadi memudahkan baginya membagi waktu untuk Ray dan Kiara sang istri. Johan bahkan memprioritaskan Ray beberapa hari ini, dan Kiara sangat paham akan tindakan Johan,dia mendukungnya saja.


"Gue besok balik lagi! tidurlah!! masih banyak orang yang membutuhkan loe Ev!!" kata Johan dan di jawab Ray dengan anggukan kepala saja. setelah kepergian Johan, Ray kembali memandang wajah tenang Baby Lendra, mengelus kaca di depannya seolah mengelus pipi sang putra.


"Maafkan Papa! karena tak bisa berbuat apa-apa sayang!" wajah sendu terlihat jelas di wajah Ray saat ini.Ray berlalu pergi dari sana, dia sudah berjanji pada Johan bahwa dia akan baik-baik saja! Ray memasuki sebuah ruangan yang dia gunakan untuk istirahat selama dia berada di rumah sakit tersebut, di atas nakas sudah ada sebungkus nasi yang di bawa oleh Johan tadi.Ray mulai memakan makanannya, dia harus sehat, paling tidak itulah yang ada dalam benaknya saat ini.

__ADS_1


Tak jauh beda dari Ray, Papa Arya juga nampak termenung di ranjang kamar nya, kesehatan akhir-akhir ini menurun, dengan setia Lerie memeluk tubuh rentan di sampingnya itu.Lerie sejak berita kelahiran keponakan nya dan apa yang menimpa kakaknya Maysha, sekarang Lerie memutuskan untuk tidur dengan Papa Arya.


"Papa ingin sesuatu?" tanya Lerie sambil tersenyum manis, remaja itu ingin nampak baik-baik saja.


"Tidak....papa hanya ingin istirahat!" saut Papa Arya.


"Liat ini pa! baby Lendra...lucu kan?" Lerie menunjukkan sebuah foto bayi mungil yang di ambil Kila tadi siang saat menjenguk si baby, keadaan nya yang belum membaik membuat baby Lendra harus di rawat di rumah sakit terlebih dahulu, karena Ray pun tak mau terjadi apa-apa pada babynya.


"Iya pa.... semoga beberapa hari ke depan dia bisa pulang ke sini pa! rumah ini pasti akan ramai tangis an dia! hehehhehehe!"


Lerie terus menghibur sang Papa, papa Arya tak diijinkan ke rumah sakit oleh Tian karena alasan kesehatan nya, Padahal bukan hanya itu alasan Tian dan Johan yang tak memperbolehkan Papa Arya ke rumah sakit, mereka hanya tak ingin papa Arya melihat keadaan Ray yang terlihat berantakan dan terlihat bagai manusia tak bernyawa, Tian dan Johan harus menjaga agar papa Arya tak terlalu banyak pikiran, penyakit stroke yang pernah di deritanya bisa kambuh lagi jika melihat sang anak terpuruk saat ini. Biarlah hanya Tian dan Johan yang tau akan keadaan Ray saat ini.


#######

__ADS_1


"Hiks...hiks.... May....hiks....!" Isak tangis Nayla selama beberapa hari ini bahkan tak bisa do hentikan oleh Ben, melihat keadaan Nayla yang terus menangis i Maysha membuat Ben merasa prihatin.


"Canim!! hei...... semuanya akan baik-baik saja sayang? percayalah.... baby Lendra kuat! Ray juga! okey?!!" hibur Ben, walaupun Ben tau kebenaran akan keadaan Ray saat ini, lelaki yang sering dia aja berdebat itu sedang dalam keadaan yang tak baik-baik saja! benar-benar tak baik saat ini.Nayla memaksakan diri menelan makanan yang disuapkan Ben ke mulutnya, kalau bukan karena menyusui Boy putranya, rasanya Nayla tak akan makan, selera makannya sangat kacau beberapa hari ini. Namun Boy yang masih membutuhkan asupan ASI milik nya membuat Nayla menelan makanan nya dengan susah payah.


Kesedihan beberapa hari ini menyelimuti keluarga dan sahabat-sahabatnya Ray dan May, cuaca saat ini pun seakan tau tentang kesedihan Ray, hujan tak kunjung reda, walaupun hanya berupa gerimis saja, Namun dari pagi kota Jakarta seakan tak berhenti berduka.


bersambung......


Komen boleh! jangan di marah-marahi ya othor nya,.. othor cakep lagi semedi, buat menentukan takdir Ray bagaimana ( Ciee..berlagak jadi Tuhan🤭🤭)!!!


Ini cerita sudah terekam di otak othor,karena komentar kalian yang sering othor baca ( walaupun jarang bales..cuma di like doang😁✌️) kadangkala membuat otak othor belok! tapi Alhamdulillah selalu kembali ke jalan yang benar kok!!


so...baca.. nikmati.....ambil positifnya dan like, komen dan kopi....mana kopi... othor demen kopi....gak demen bunga ( kalo dikasih masih mau).

__ADS_1


__ADS_2