
"Kita bisa mulai...sayang???" kata Veronica mengambil sebuah se**x toys yang dia sediakan tadi, nayla yang sudah kehilangan kesadaran hanya mengeliat di atas ranjang karena pengaruh obat tersebut. Namun Veronica mengurungkan niatnya, dia membuang alat tersebut dan ingin bermain-main dengan tubuh setengah polos milik Nayla, dada Nayla memang terlihat sangat m*ontok dan menantang, hal itu membuat Veronica semakin senang.
"Kamu seksi sekali sayang!..." ucap Veronica sambil mengabsen wajah dan leher Nayla dengan tangannya, kini yang tersisa di tubuh Nayla hanya secarik kain di bagian atas tubuhnya dan di bagian bawahnya saja, obat yang ter lalu banyak membuat wajahnya semakin memerah karena merasa panas dari dalam tubuhnya.
"To-tolong aku....eegghh!" ucap Nayla tanpa sadar, dia sudah merasa tak tahan lagi, Veronica menindih tubuh Nayla kemudian dengan cepat meluuumat bibir Nayla penuh nafsu,lama dia melakukan di sana hingga beberapa saat nafas Nayla mulai tersengal-sengal. Veronica melabuhkan bibir nya di leher Nayla, mengabsen setiap jengkal leher jenjang wanita yang menjadi asisten nya tersebut.
Suara desahan dari mulut Nayla membuat Veronica semakin menggila.
Di sisi lain....
"Masih jauh Kevin?" tanya Ray
"Masih sekitar 10 menit an tuan! Villa itu sepertinya memang di bangun agar tak banyak orang yang melewati nya!" jawab Kevin.
Kevin menyarankan agar Ray tak membawa banyak orang, jadi memang kali ini hanya ada 3 mobil menuju vila yang ditunjukkan oleh Kevin, mobil Raka, mobil anak buah Ben dsn mobil Ben yang di kendarai oleh Antoni.tiba-tiba saja Ben mengeliat, rupanya dia mulai tersadar dari pingsannya.
Ben merasa bagian belakang sedikit sakit, namun dia tak peduli ketika benar-benar kesadarannya kembali, dia menatap tajam ke arah Ray, yang ditatap hanya santai tanpa beban.
"Sampai mana kita?" tanyanya ketus.
"di depan kita sampai tuan!" kali ini Kevin yang menjawabnya, seketika Ben menegangkan cara duduknya, di depan di lihatnya sebuah villa yang sendirian tanpa ada bangunan lain di sekitarnya, sepertinya memang vila itu sengaja di bangun agar tak terllau dekat dengan villa yang lain. Ben tiba-tiba turun dan berlari masuk ke dalam vila, namun dia terlebih dahulu harus melewati jalan setapak menuju pekarangan depan vila, melihat tuannya berlari rombongan Bodyguard Ben yang berjumlah 5 orang segera ikut turun dan berlari di belakangnya.
"Dobrak!!" teriak Beniqno.
Braaakkk.....dan benar saja hanya dengan satu dobrakan anak buahnya, pintu tersebut terbuka, Ben segera berlari mencari disetiap kamar yang ada di bawah,karena tak ada dengan cepat Ben naik ke lantai atas, dia mendengar suara desahan wanita dari satu kamar.
__ADS_1
Deg....
"Nay....!'" gumam Ben dan segera berlari ke arah suaranya tersebut.
Braaakk.......suara tendangan pintu, Ben mendadak berwajah murka, melihat kelinci kecilnya yang setengah polos, di cumbu oleh seorang wanita dengan lingerie hitam yang di pakainya, saking asyiknya Veronica sampai tak sadar dengan suara dobrakan pintu yang keras.
"Bangsaaat!!!! wanita ular!!!! akan ku cincang tubuhmu yang berani menyentuhnya!!!" Teriak Ben.
hingga akhirnya Veronica sadar kalo ada orang yang menganggu keasyikannya. Dia segera berdiri dari tubuh Nayla yang sudah setengah telanjang, Ben yang notabenenya juga seorang dokter tau gelagat yang di lakukan oleh kekasihnya. Ben tau pasti kalo Nayla dalam pengaruh obat. Ben berteriak memerintahkan anak buahnya agar tidak masuk karena melihat kondisi sang kekasih, Ben segera berlari ke arah ranjang dan menutupi tubuh Nayla dan mengikat nya agar Nayla tak bisa lepas. kemudian dia kembali ke depan wanita yang ada di hadapannya itu.
"Bajingaaan!!!! kau berani bermain-main dengan Beniqno? maka saat itu juga adalah ajalmu!!" Teriak Beniqno dan sudah berdiri di belakangnya anak buah Beniqno. Veronica yang tak merasa takut hanya diam dan tersenyum ramah.
"Kenapa datang sekarang? aku baru saja bermain-main dengan kekasihmu itu! harus nya kau datang sebentar lagi tuan Beniqno!" kata Veronica santai.Ternyata Veronica sudah memegang pistol di tangannya dan siap diarahkan pada Beniqno yang sedang terlihat murka!.
"Bangsaaat!!!!" Teriak Beniqno sambil maju menuju ke arah Veronica, Veronica yang panik melihat Ben maju, spontan menarik pelatuk di pistol yang dia pegang
"Masih mau main-main hah???!!!" teriak Ben sambil mencekik leher Veronica
"Aaargghh le-lepaskan brengseeek!!! kau dan pa-pacar mu memang layak menderita!!" ucap Veronica dengan sedikit terbatas karena cekikikan tangan Ben.
Ben menyeret Veronica keluar dari kamar dan menuju lantai satu, di sana sudah ada Ray, Kevin dan Raka, Raka tersenyum miring melihat wanita cantik berpakaian tipis di hadapannya, seketika Ray menyenggol Raka yang dia tau sudah bertraveling kemanapun otaknya.
"Brengseeek!!! lepas!!! dasar bajingaaannn!!! terkutuk kalian!!!" teriak Veronica yang di tarik paksa oleh Ben, kemudian Ben melemparkan wanita tersebut ke lantai.
"Sekarang giliran ku bermain-main wanita sialan!!'" ucap Ben dengan seringai di bibirnya.
__ADS_1
"Kalian tak ingin bersenang-senang?"
katanya pada ke lima anak buahnya, Veronica yang tau maksud dari Ben mendadak mundur selangkah, dia memang seorang penyuka sesama jenis, jadi berhubungan dengan lelaki merupakan hal menjijikkan baginya.
Ray, Kevin dan Raka yang tau apa yang akan terjadi hanya diam saja ,duduk manis di sofa yang ada disana.
"Boleh bos?" tanya salah satu dari mereka yang sudah menegang melihat lekuk tubuh Veronica.
"Sialan!!! brengseeek! berani mendekati ku bunuh kalian!!" Teriak Veronica.
Tanpa aba-aba lagi ke-lima anak buah Ben,dengan senang hati menjamah tubuh Veronica, ada yang memegang tangan kanan, kiri dan kaki Veronica masing-masing, dan satu anak buahnya menindih dan mencumbu Veronica, Veronica berusaha memberontak dan berteriak-teriak tak karuan, hingga salah satu anak buah Ben sudah memasukkan ular pithon mereka ke sarang Veronica, jangan lupakan mulut nya yang juga terisi penuh oleh ular pithon milik anak buah Ben yang lain, Veronica bener-bener di gilir oleh ke lima anak buah Ben dan di saksi langsung oleh Ben, bukan hanya lubang kenikmatannya saja yang menjadi sasaran mereka tapi juga mulutnya Veronica.
bahkan tubuhnya penuh dengan cairan mayonaise dari ular-ular pithon tersebut, mereka merasa puas dengan suguhan yang di berikan sang bos besar, Veronica yang lemas di paksa berdiri oleh anak buah Ben.
"Antoni!!" teriak Ben.
"Ambilkan samurai ku!!" lanjut Ben.
bersambung...
Nah...nah...nah....di apain tuuhhh si Veronica!!! apa beneran di bikin begedel ya???🤔🤔🤔🤔
udah di up 2X ya.. sesuai janji
jangan lupa
__ADS_1
like vote
komen