Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

"Semangat Lee?" ucapnya pada dirinya sendiri berulang kali.


Abhi hanya diam saja melihat sang kakak terlihat gugup tak seperti biasanya, dia sangat penasaran dengan tingkah sang kakak.


"Ada apa kak?" tanya Abhimanyu heran.


no l


"Gak papa!! emang kenapa?" tanya Lee balik.


"Kakak terlihat sangat gugup!"


"Tentu saja tidak!! kakak biasa saja!" kilah Lee sambil melempar pandangan ke arah jendela mobil.


May terus melihat ke arah anaknya, tak di sangka Lee di usianya yang baru menginjak 18 tahun sudah harus menikah, May awalnya kurang setuju dengan pernikahan Lee dan Vita, May merasa takut bila Lee tak bisa menjadi suami yang baik untuk Vita, namun Lee menegaskan pada sang Mama bahwa dia akan berusaha untuk menjadi suami yang baik untuk Vita, bahkan dia sudah berjanji akan menjalankan perusahaan sang papa yang sekarang sedang di pegang oleh Om Kevin, papa dari Fabri. May akhirnya menyetujui pernikahan itu, sebenarnya May hanya khawatir jika Vita malah merasa tidak bahagia bersama Lee, walaupun pada kenyataannya May senang dengan Vita yang di kenalnya sebagai gadis yang baik.


"Kita sampai Lee!" kata sang Mama, sedangkan Lee yang sedang melamun hanya diam saja mendengar seruan sang Mama, Ray menghela nafasnya pelan, dia tau bagaimana sang anak saat ini, Lee tak seperti dirinya yang siap berhadapan dengan siapa saja, Lee masih terlalu muda memang kalau harus berhadapan dengan hal-hal yang resmi seperti ini.


"Apa kita batalkan saja Lee?" suara sang papa sukses membuat Lee menegakkan tubuhnya.


"Jangan pa!!" saut Lee cepat


"Papa lihat kamu belum siap! papa akan meminta paman Jay untuk membatalkan semuanya!"


ancam Ray, ya Ray tau bahwa ancaman akan membuat jiwa pemberani dan nekat Lee muncul, Ray sampai berpikir, entah mengapa sifat Lee sama dengan Beniqno, perbedaan nya hanya di gelar cassanova yang di sandang Ben saat muda dulu, namun tak pernah di sandang oleh seorang Lee, walaupun dia juga terkenal mempunyai banyak cewek yang mengklaim diri mereka sebagai kekasih Lee, padahal jalan bareng atau sekedar bersentuhan saja Lee tak pernah mau.


"Enak aja!!! ayo turun!!" sewot Lee, dan sesuai sekali dengan perkiraan Ray. Akhirnya semuanya turun dari mobil dan memasuki restoran dimana paman Jay memesan tempat nya, sebuah private room.

__ADS_1


"Maaf kami datang terlambat!'' kata May saat masuk ke dalam private room tersebut.


"Tidak mengapa nyonya May,kami juga baru datang!" saut Roni ayah dari Revita.


Semuanya masuk dan duduk di kursi yang telah di sediakan, tinggal Lee yang masih berdiri di ambang pintu, entah mengapa Revita nampak sangat cantik di mata Lee malam ini.


"Cantik ya?" sebuah suara terdengar di telinga Lee.


"Iya.... cantik banget deh calon istri!"


Kata Lee tanpa sadar, Paman Jay yang baru saja masuk sehabis dari toilet sukses membuat Lee malu, pertanyaan itu keluar dari mulut paman Jay, Revita sudah terlihat salah tingkah, sedangkan Ray dan May hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan anak sulung nya.


"Tapi duduk dulu Lee!! makan dulu baru di puji!"


kata Paman Jay tanpa rasa bersalah dan duduk di samping sang istri.Seketika Lee menyadari kesalahannya dan merasa malu, namun dengan cepat Lee mengontrol ekspresi wajahnya. Acara lamaran pun di laksanakan, sebuah lamaran sederhana seperti yang di inginkan Revita, namun untuk acara pernikahan nya Ray tak bisa menjanjikan acara sederhana,karena kolega bisnis nya sangat banyak, tentu saja ini akan menjadi pernikahan besar karena ini adalah kali pertama Ray merayakan pernikahan anak nya.


Setelah mendapat penanganan secara intensif dari seorang psikolog, Kay mulai bisa menerima seseorang selain Boy, namun bila terbangun tiba-tiba karena mimpi buruk nya, Kay tetap memanggil nama Boy untuk pertama kalinya.Seperti malam ini, Kiara yang menemani Kay terlihat kewalahan karena Kay terus memberontak sambil memanggil nama Boy. Johan yang kala itu sedang mencari makan untuk sang istri nampak berlari dari lorong ruang rawat sang anak,karena mendengar Kay yang berteriak-teriak.


"Ra.....ada apa?" tanya Johan kaget karena tangan Kay sudah berlumuran darah akibat jarum infus yang sudah terlepas.


"Kay mimpi buruk lagi!"


kata Kiara yang sudah memegang tangan Kay yang terus memberontak. Bersamaan dengan itu Boy datang bersama kakak Kay yang baru datang dari luar negri, rencananya dia ingin menjenguk Kay, entah mengapa Boy selalu kepikiran dengan Kay.


"Kak Boy......!!!" teriak Kay


Boy yang kebetulan sudah berada di ambang pintu langsung berlari ke ranjang Kayra dan memeluk Kayra erat.

__ADS_1


"Kakak disini!!! kenapa? hmmmm?" kata Boy sambil terus mengelus punggung Kay yang terisak di dekapan nya.


"Mereka datang lagi!!! mereka membuka....membuka baju... aarrgghh!!!"


Kay bahkan tak bisa meneruskan perkataannya.Boy langsung membawa Kay berbaring di atas tempat tidur, Boy bahkan lupa kalau di sana masih ada Johan, Kiara dan Levin,kakak lelaki Kay.


"Separah ini ma?pa?" kata Levin lirih,


dia sangat terluka melihat adik kecilnya mengalami trauma, Levin tak mengira bahwa dia akan melihat Kayra yang ceria berubah menjadi gadis yang sangat menyedihkan.


"Ya.....!" jawab sang papa sambil menepuk bahu anak sulung nya. Kiara hanya bisa menangis sambil menutup mulutnya agar tak terdengar oleh Kay.Boy terus menepuk punggung Kay yang erat memeluk nya, sampai Kay tertidur kembali.Boy beranjak dari ranjang Kay, dia duduk bersama Levin yang masih ada di situ.


"Makasih Boy, makasih!" ucap Levin melihat ketulusan Boy pada Kayra.


"Tidak apa-apa kak! hanya itu yang bisa aku lakukan untuk Kay, maaf aku terlambat menolong nya!" kata boy sambil tertunduk.


"Tidak Boy!!! kau sudah melakukan yang terbaik! aku yang seharusnya bisa melindungi dia!" kata Levin.


Boy dan Levin memutuskan untuk tidur disana, karena jam sudah menunjukkan pukul 01.00, sedangkan Johan memaksa Kiara untuk pulang karena Kiara kurang enak badan.


Ditengah malam, Kayra terbangun, dia melihat ke sekeliling kamar nya, di lihatnya Levin sedang tertidur di sofa panjang, sedangkan Boy tertidur di sofa kecil hingga terlihat meringkuk disana.


"Maafkan aku kak!!! aku janji besok tak akan menyusahkan kakak lagi!" gumam Kayra yang menutupi mulutnya kembali,agar Isak tangisnya tak terdengar kakaknya dan juga Boy.


Dengan pelan Kay berjalan menuju kamar mandi, dia meraih sebuah pisau kecil yang digunakan Kiara mamanya untuk mengupas buah, Entah apa yang di lakukan oleh Kay saat ini.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2