Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

Wiu....wiu.....wiu.....Suara sirine polisi terdengar mengejar mereka.


"Oohh ****!!!!! mami pasti membunuhku!!" teriak Leo.


"Ayolah Leo!! sekali-kali kita jadi anak berandal!!" ucap Boy dengan senyum tipis menyeramkan nya.


"Fokus pada jalan brengseeek!!!!" umpat Lee


"Bagaimana Fabri?" lanjutnya.


Fabri bertugas mengotak-atik laptop nya dengan mengandalkan GPS di ponsel Kayra, memang setiap ponsel dari anak-anak 3 serangakai itu,terpasang alat kecil yang bisa di deteksi keberadaan mereka, belajar dari pengalaman di ciliknya Mommy Nayla, akhirnya Ben dan 3 serangkai yaitu Tian,Johan dan Ray memasang alat itu di masing-masing ponsel anak mereka.Tadinya Lee tak terpikirkan saking paniknya, namun setelah menghubungi paman Jay dan paman Jay akhirnya memberikan penjelasan.


DI RUANG KANTOR RAY


"Ada apa Jay?" tanya Ray yang tak biasa melihat Jay masuk dan menemui nya, biasanya Jay hanya akan berada di sekitar ruangan tersebut.


"Tuan Ray, tuan muda Lee dan kawan-kawan sedang dalam masalah!" jelas Jay


"Katakan dengan jelas Jay!"


Akhirnya Jay menceritakan perihal penculikan Kayra dan Vita, dan perihal tentang pengejaran yang di lakukan oleh 4 Sekawan tersebut. Terdengar Ray menghela nafasnya pelan, dia memejamkan matanya seakan berkata ' apa lagi ini?', Ray jelas tak ingin anaknya berkaitan dengan dunia nya dulu, mengejar penghianat, menghukum nya dan bahkan membunuh musuhnya.


"Hubungi Johan dan siapkan anak buahmu Jay, aku akan menelpon orangtua mereka juga!"


Ray berjalan ke ruangan tuan Adrian, setelah mengatakan semuanya,Ray meminta sekertaris nya yaitu Rini, untuk menyelesaikan beberapa berkas nya.


"Kerjakan dengan seksama!! dan kirim file nya ke email ku nanti aku akan memeriksa nya kembali'!" kata Ray


"Baik tuan Ray!"

__ADS_1


Jay yang sudah ada di samping kemudi dan Ray baru saja masuk, Jay sedang menghubungi Johan melalui sekertaris pribadi.


"Agam! dimana tuan Johan?" tanya Jay tanpa basa-basi.


"Sebentar...!


"Hallo...!" kini suara beralih ke suara Johan.


"Tuan Johan......!" Jay menceritakan sesuai dengan apa yang di ceritakannya pada Ray, seketika Johan mengamuk dengan mengumpat tak jelas, dia yang sedang dalam meeting penting, begitu saja meninggalkan ruang meeting, semuanya nampak takut dan heran dengan kemarahan Johan.


"Meeting di undur!'' kata singkat keluar dari mulut si sekertarisnya.


Johan segera melesat menuju ke tempat di mana Jay dan Ray berkata.


Sedangkan Ben yang di hubungi,perihal Boy hanya santai saja.


Untung saja dia sedang berada di kantornya, seandainya saja di rumah dan di sebelahnya ada mommy Nayla sudah jelas kepala Ben akan benjol dengan beberapa pukulan dari Mommy Nayla karena membiarkan anaknya bermain-main dengan bahaya.


"Bagaimana tuan Ray?" tanya Jay, ikuti kemana mereka pergi Jay, pantau saja! jangan bertindak dulu!" kata Ray, Ray mulai memikirkan perkataan Ben, apa benar mereka perlu mendapat didikan secara langsung, agar anak-anak bisa berkembang dalam segala situasi,karena tak mungkin rasanya seumur hidup Ray bisa melindungi anak-anak nya.


"Tuan! tuan muda dan kawan-kawannya tengah di kejar polisi karena ngebut di jalanan!" lapor Jay.


"Beres kan segera Jay!"


"Baik tuan Ray!"


Di sisi Lee dan kawan-kawan nya.


"Bagaimana Fabri?" tanya Lee lagi.

__ADS_1


"Bingo!!! dapat!!'' pekik Fabri.


"Tapi tunggu!!! mengapa GPS nya menuju ke arah ibu kota kembali!" kata Fabri heran.


"Apanya?" tanya Lee penasaran.


"Boy telepon paman Jay untuk mengecek posisi ponsel Kay!" perintah Lee.


"okey brother!"


Tak butuh waktu 10 menit, anak buah paman Jay sudah melaporkan keberadaan ponsel Kay ternyata di sebuah mobil yang di kendarai oleh seseorang, tanpa banyak bicara Leo segera melesat di jalanan sepi menuju lokasi yang ternyata tak jauh dari posisi mereka.


"Kenapa para polisi itu tidak ada?" tanya Fabri heran karena suara sirine mobil polisi yang mengejar mereka sudah tak terdengar lagi.


"The power of Paman Jay!!!" ucap Lee dan boy serempak, mereka sangat paham dengan cara kerja paman Jay nya.


"Oh Lee tangan ku sudah tak sabar ingin mencincang tubuh orang tersebut!" ucap Boy sambil memainkan jemarinya, Leo bahkan sudah keder lebih dulu, dia benar-benar persis seperti papi nya, Raka! sangat tidak suka bermain dengan kekerasan, sedangkan Lee yang terbiasa dengan Boy hanya tersenyum tipis saja sambil berkata...


"Kau mau kepala atau tubuhnya Boy?"tanya Lee sambil memiringkan kepalanya.Rasanya dia sudah tak sabar ingin mengintrogasi seseorang tersebut.


"Lihat di sana Lee!" kata Leo yang sudah menghentikan mobilnya di sebuah jalan desa setapak, dengan cepat dia mengambil cambuk di mobilnya, melempar kan cambuk tersebut pada Boy, dua lelaki muda itu berjalan bak malaikat maut ke arah seorang pemuda yang berdiri di samping mobil dengan di apit oleh anak buah paman Jay tanpa wajah takut sama sekali.


Sedangkan Leo dan Fabri hanya diam di mobil, sedetik kemudian mereka saling pandang!


"Bener-bener terlihat seperti Om Ray dan uncle Ben!!'' ucap mereka serempak.


"Menyeramkan!!" ucap Leo.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2