Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Pertemuan dengan calon mertua


__ADS_3

Raka mondar-mandir di ruang tamu rumah Ray, ya malam ini adalah malam di mana Raka wajib melamar kekasihnya yaitu Valeria,papa Valeria tak mau tau! walaupun belum bertemu langsung dengan Raka dia mau malam ini juga Raka melamar Valeria, Kali ini papa Valeria meminta Raka datang ke rumah Adrian suami dari keponakannya yaitu Clarissa.


"Bisa kamu diam Raka!" perintah papa Arya.


"gak bisa Om!! kak Ray lama banget sih!! kayak cewek aja! dandan lama banget!" omel Raka dalam kecemasannya.


Ya malam ini Ray selaku kakak angkat Raka yang akan datang melamar Valeria untuk Raka, tentu saja papa Arya dan Maysha akan ikut serta sebagai keluarga Raka,karena Raka memang sudah tak punya siapa-siapa kecuali Ray.


Ray dan Maysha turun pelan dari arah lantai dua.


"Lama banget sih kak!" kata Raka yang terlihat tak sabar.


"Bisa sabar gak sih!" saut Raka yang menggandeng sang istri.


"Udah kita berangkat sekarang aja Raka!" ucap May yang menengahi mereka berdua. Akhirnya mereka berangkat tanpa diduga Raka, Bams sudah berdiri di samping mobil miliknya.


"Ayo masuk.. pangeran cantik!" ledek Bams seperti biasa.


"Ckck....." Raka akhirnya masuk, dengan gembira dia berangkat menuju kediaman keluarga Adrian, kali ini dia buka datang sebagai sopirnya, namun sebagai seorang lelaki yang datang untuk melamar kekasihnya Valeria.Raka yang 4 tahun lebih muda dari kekasih nya terlihat sangat siap mempersunting wanita pujaan hatinya itu.


Bams sengaja mengantar Raka untuk melamar Valeria, karena selain Ray, Bams juga telah di anggap kakak oleh Raka,bahkan dia lebih sering menginap di rumah Bams daripada rumah Ray, Anak Bams dan Camila juga sangat dekat dengan lelaki yang biasa di sebut pria cantik oleh Bams itu, jadilah Raka terkadang menginap di sana karena anak Bams yang meminta tidur bersama pamannya itu.


"Gimana rasanya?" tanya Bams dengan senyum yang terlihat meledek.


"Cciiihj loe ngeledek gue??" sentak Raka.


"nanya cantik!" goda Bams


"Deg deg an lah gue!! galak gak ya papa nya Vale!" ucap Raka yang memang lebih sering memanggil pacar nya itu Vale.


"Berapa umur loe?" tanya Bams


"Ngapain loe nanya umur gue?" ucap Raka kesal

__ADS_1


"Hahahahahhahaha gue cuma nanya doang kali Ka!"


Sedangkan di mobil belakang mereka, Ray yang berada satu mobil dengan papa Arya dan sang istri, dengan Jay yang menjadi sopirnya.


"Memang hari ini bakalan menentukan hari pernikahan juga mas?" tanya Maysha, karena keadaan sedari tadi hening.


"Hemmmm!"


"Apa mas yakin lamaran nya di terima?" tanya May lagi


"Yakin sayang.....papa nona Ria tak akan membiarkan Raka lepas tangan! aku sudah bertemu dengannya kemarin!" kata Ray menjawab keraguan Maysha.


"Kenapa?" tanya Ray lagi


"Aku kasihan kalo Raka sampai ditolak!"


"kita lihat saja nanti!"


Sampailah mereka di depan rumah Adrian, Raka sudah terlihat memeras tangannya sendiri berkali-kali, papa Arya yang tau itu semua langsng mendekati Raka dan menepuk bahunya.


".iya Om!" ucap Raka lirih.


Mereka disambut oleh kepala pelayan keluarga Adrian, mereka di persilahkan masuk dan menunggu tuan rumahnya. Raka terlihat pucat, melihat itu Ray hanya tersenyum kecil, sedangkan Bams sudah benar-benar ingin meledakkan tawanya, hilang sudah Raka yang dingin, terkadang gesrek dan menyebalkan. berubah menjadi Raka yang seperti anak kecil yang sedang berbuat salah dan siap di marahi orangtuanya. Beberapa saat kemudian, tuan Adrian datang bersama sang istri dan seorang lelaki paruh baya yang di yakini adalah papa Valeria. Jantung Raka semakin di pompam saja rasanya bahkan sudah hampir melompat keluar sarang nya.


'Ooh shit!! kenapa gue jadi deg-degan gini sih!!! ini bahkan lebih menengang kan dari balapan mobil!' batin Raka.


Semuanya hampir saja berdiri menyambut kedatangan tuan rumah, namun Adrian memberi isyarat agar duduk saja.Tak lama kemudian Valeria datang di dampingi oleh Andra adiknya, melihat muka tegang sang calon kakak ipar, Andra menahan tawanya sebisa mungkin.karena yang dia tau Raka sosok yang dingin dan bahkan terkesan angguh,namun dia sangat hangat dan kadang lucu bila berada di dekat sang kakak, tentu nya saat bertiga dengan Andra juga.


"Selamat malam tuan Adrian,nyonya Clarissa dan tuan Bima, kedatangan kami ke sini melamar putri anda tuan Bima untuk adik saya... Raka!" ucap Ray Setelah para tuan rumah duduk berselang beberapa menit. Semuanya diam, Adrian seakan memberi kesempatan pada pamannya untuk menjawab sendiri permintaan dari asisten nya yang mewakili sopirnya yang sudah di anggap adik sendiri oleh Ray.


"Yang mana Raka kalo boleh saya tau?"


tanya tuan Bima, semua orang heran ternyata tuan Bima belum pernah melihat Raka walaupun hanya di sebuah foto,pikir Semua nya. Karena disana, selain Ray yang di dampingi istrinya, ada Raka,Bams dan juga Jaya atua Jay yang terlihat masih muda semua dan mereka datang tanpa di dampingi siapapun. Semuanya saling pandang dan kebetulan Jay yang paling dekat dengan Raka.

__ADS_1


"Dia Raka tuan!" jawab Jay, entah mengapa ketegangan raka bertambah,dia benar-benar seperti memasuki area uji nyali,bukan lagi area balap seperti biasanya.


"Kau Raka?" tanya tuan Bima


"Iya Om!"


"Kau yakin yang menghamili Valeria, anakku?"


Semua orang sedikit melongo mendengar kata-kata tuan Bima yang terkesan vulgar.


"Eh.....!" spontan Raka berkata.


"Aku yakin bukan kamu yang menghamilinya!! jangan-jangan Ria yang memperkosa kamu ya?" kata tuan Bima tanpa dosa.


"Papa!!!!" pekik Valeria kesal dan malu pada semua orang,


Sekali lagi orang-orang hanya melongo saja,karena mereka tak menyangka kalo calon mertua Raka begitu Absrud. termasuk Raka yang hanya bisa mengedip-ngedipkan matanya tak percaya kalo calon mertuanya begitu konyol.


"Ya mana papa percaya Ria kalo dia sudah memperkosa kamu! liat tuh, wajahnya imut dan polos gitu!"


"Cantik lagi pa!" saut Andra yang emang sudah tau sifat gesrek si papa Bima.


"Bener tuh Dra!"


"ehem...ehemm....jadi gimana tuan Bima! apa lamaran kami diterima?" tanya Ray


"Jelas! siapa coba yang gak mau punya mantu imut gini! istri saya pasti suka!!" saut tuan Bima dengan senyuman lebarnya.


"mirip aktor korea ya om....emang suka bikin gemes si Raka ini Om!! tante pasti suka, kan dia pecinta drama Korea banget!"


kata Clarissa yang terlihat berbinar menatap Raka.Dan jelas tatapan mata tuan Adrian begitu tajam ke arah Raka. Raka jadi salah tingkah sendiri mendapat tatapan tajam tuan besarnya itu, sedangkan Valeria sudah menunduk malu dengan perkataan sang papa, yang mana papanya di dalam tadi sudah berjanji akan terlihat berwibawa tanpa memperlihatkan ke absrud annya. Namun sekarang semuanya ambyar sudah.


'Sial!!! percuma dong gue tegang dari tadi, kalo camer gue gesrek gini!!' batin Raka.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2