
Levin nampak tenang walaupun dia sudah mencurigai ada seseorang yang mengikutinya, Begitu Levin menekan tombol kunci apartemen nya, seseorang yang mengikutinya langsung dia tarik masuk dan Levin segera menghimpit nya sambil mencekik leher orang tersebut.
"Kau!!!" Levin nampak kaget dengan orang yang ada dalam himpitan nya.
"Apa yang kau lakukan di sini!!!" bentak Levin sambil melepaskan seseorang tersebut.
Levin memandang wanita yang 5 tahun lalu dia siksa dan dia kurung di vilanya,nampak jelas sekali ada beberapa luka robek di dahinya, badannya juga terlihat lebih kurus hingga pipi dan garis rahang yang nampak menonjol sekali,tidak lupa mata panda yang begitu kentara di wajahnya,sungguh dia terlihat seperti seorang gembel di pinggir jalan yang berhari-hari bahkan tak mandi,walaupun tak tercium bau tak sedap dari tubuhnya namun penampilannya benar-benar acak-acakan. Ya.....wanita adalah Sesil,wanita yang 5 tahun lalu pernah berbuat hal yang menjengkelkan bagi Levin, hingga membuat wanita tersebut harus dikurung Levin selama berapa hari di vilanya dengan sedikit siksaan yang Levin berikan kepada Sesil.
Sesil nampak mengeluarkan secarik kertas dari saku bajunya, kertas itu bahkan sudah terlihat sangat lusuh namun Sesil tetap memberikan carikan kertas itu kepada Levin,harapan terakhirnya adalah Levin dengan susah payah dia kembali ke tanah air hanya untuk bertemu dengan Levin dan mengakhiri penderitaannya selama 2 tahun ini.
"perjanjian kita masih berlaku bukan Tuan?"
Kata Sesil dengan suara yang terdengar bergetar karena tentu saja Sesil begitu sangat ketakutan di hadapan Levin, Levin hanya memandang tak suka ke arah Sesil namun Sesil terlihat begitu berharap bahwa Levin akan mengambil secarik kertas yang bahkan sudah tak berwarna putih lagi.
Flashback on
Sesil begitu senang diantar Safea menuju ke rumahnya,dia bener-bener sangat bersyukur Levin melepaskannya begitu saja walaupun harus menahan beberapa siksaan dan juga tindakan yang dilakukan selama ini padanya, Sesil kembali ke rumah dan melihat lelaki paruh baya itu Sesil langsung memeluk sang Papa, Safea langsung meninggalkan tempat begitu melihat Sesil masuk kedalam rumahnya,dan hari itu juga sang papa memutuskan untuk berangkat ke luar negeri meninggalkan tanah air demi keselamatan Sesil dan demi keutuhan keluarga mereka,dia tak ingin lagi dipisahkan dari anak semata wayangnya, Sesil yang sudah menyesali segala perbuatannya pun dengan antusias mengikuti sang Papa ke luar negeri.
Dua tahun kehidupan di sana dilaluinya dan juga Papanya dengan begitu bahagia, Sesil melanjutkan kuliahnya di sana namun kebahagiaan Sesil benar-benar hanya 2 tahun dia dapatkan bersama Papa nya, suatu malam dia memergoki sang Papa terjatuh di kamar mandi dan akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit, Naas sampai rumah sakit Papanya tak tertolong, Sesil sangat histeris mendapat kabar Papa nya tak tertolong, dia yang hanya mengenal asisten sang Papa tanpa mengenal siapapun di negara itupin merasa sendiri setelah kepergian Papa nya, semuanya Sesil gantungkan pada asisten Papanya yaitu Vera,wanita yang menjadi asisten dan juga sekretaris sang Papa yang ikut juga ke luar negeri setelah bertugas memindahkan semua aset yang ada di tanah air ke negara baru mereka tinggali saat ini.
__ADS_1
setelah kematian sang Papa Sesil masih melanjutkan kuliahnya, dia belum bisa memegang seluruh perusahaan yang ditinggalkan sang Papa untuknya, hingga semua urusan perusahaan dipegang oleh Vera asisten Papanya.semua berjalan lancar selama 2 tahun ini tak ada yang mencurigakan dari wanita yang terlihat sangat lemah lembut terhadap nya itu,bahkan mereka sekarang tinggal satu rumah, Vera nampak seperti seorang kakak yang baik pada Sesil Namun ternyata itu hanya kedoknya saja selama hampir satu tahun tinggal bersama,Rupanya Vera berusaha memindahkan seluruh aset perusahaan dan juga rumah serta seluruh harta kekayaan Papa Sesil menjadi hak miliknya Vera secara perlahan dan tak di sadari oleh Sesil, hingga suatu ketika...
Bruugg....... Sesil di dorong sampai jatuh keluar dari rumah nya sendiri.
"keluar dari rumahku!! sudah cukup kau tinggal di rumahku!!" kata Vera dengan angkuhnya.
"Apa maksudnya ini Kak?aku tidak mengerti? apa yang kakak maksud kan kenapa Kakak mengusirku dari rumahku? ini rumahku Kak ini rumah Papa!!" kata Sesil dengan menahan rasa kesalnya.
"rumah ini sudah bukan lagi rumahmu Nona Sesil,aah bukan bukan nona lagi tapi cukup dengan Sesil rumah ini bukan lagi rumahmu Sesilia Agatha, seluruh harta kekayaan peninggalan Papa mu sudah jatuh ke tangan ku!!'' kata Vera dengan tenang nya
"hahaha kau bercanda kan Kak? kau tidak mungkin melakukan ini padaku kan?aku sangat menyayangiku Kak Vera!!" kata Sesil yang tak bisa mempercayai nya.
"Tidak kak!! jangan Kak!!! breeengsek kamu!!!" teriak Sesil sambil meronta karena tak mau keluar dari rumah besar Papa nya.
seorang satpam sudah melempar Sesil keluar dari rumah besar tersebut tanpa apapun, yang dia bawa hanya sebuah tas yang berisi pakaian, uang?? tentu saja Sesil tak pernah mempunyai uang karena apapun kebutuhan yang dipenuhi oleh Vera segala sesuatunya sudah ada di rumah besar tersebut, begitulah Vera mempersiapkan dengan matang pengusiran Sesil dari rumah itu hingga Sesil tak bisa meminta bantuan siapapun untuk melawan Vera.
Sesil menjadi gelandang beberapa hari, bahkan teman-teman kuliahnya pun sangat sulit untuk dihubungi,mereka tak lagi mau membantu Sesil apalagi identitas Sesil tak jelas, Vera memblokir segala informasi dan bantuan dari manapun untuk Sesil,dia benar-benar ingin membuang Sesil dan membiarkan Sesil mati perlahan hingga tak perlu mengotori tangannya untuk membunuh Sesil secara pelan-pelan.
Sesil berhari-hari pontang-panting kesana kemari untuk mendapatkan tempat tinggal di negara itu,Bahkan tak ada satu sanak keluarga pun atau teman yang akrab yang bisa dia minta bantuan,hingga akhirnya dia bekerja di sebuah kedai makanan sebagai pelayan, asalkan dia diberi tempat tidur dan juga makan Sesil akan melakukan apapun, Sesil hidup menderita selama beberapa bulan, apalagi pemilik dari kedai itu merasa cemburu dengan keberadaan Sesil,hampir setiap hari Sesil mendapatkan pukulan dari istri si pemilik kedai, dia menganggap Sesil sering berdandan hingga wajahnya yang putih cantik membuat sang suami sering meliriknya, padahal Sesil memang pada dasarnya memang putih dan cantik.
__ADS_1
Wajah cantik sesil tak lagi semulus yang dulu, dia kerja keras, makan tak teratur dan segala penyiksaan dari istri pemilik kedai itu benar-benar membuatnya seperti sosok gembel di jalanan,dari Putri raja dia turun derajat menjadi gembel dijalanan. Sesil seringkali menangisi nasibnya, apakah ini karena segala salahnya dimasa lalu hingga dia harus menebus semuanya dengan begitu sangat tersiksa,Sesil mengingat sesuatu di buku diary-nya, buku yang beberapa waktu lalu diberikan oleh pelayan rumah besar papanya yang masih merasa iba padanya, Sesil meminta beberapa foto dirinya dan Papa nya juga buku diary di kamarnya dan untungnya pelayan itu memberikannya secara sembunyi-sembunyi pada Sesil.
Dan kali ini Sesil sekali lagi mencuri waktu untuk bertemu dengan pelayan itu ketika pelayan itu mengambil cuti bekerja nya.Dan saat ini Sesil sedang menunggu pelayan itu di sebuah kedai kopi.
"Nona Sesil'' kata si pelayan, si pelayan yang bernama Wati itu terlihat menangis melihat keadaan anak sang mantan majikan.
"bantu aku keluar dari negara ini itu saja yang aku mau tolonglah aku......tolonglah aku!" kata Sesil tanpa basa-basi ketika si pelayan menyapanya.
Wati merasa iba dengan Sesil,dia memang sudah lama bekerja kepada Sesil dan juga Papanya,namun pelayan itu juga tak bisa berbuat apa-apa dengan kekuasaan dari Vera, akhirnya pelayan tersebut mencarikan dan saat ini membawakan paspor milik Sesil dan identitas yang lainnya agar Sesil bisa meninggalkan negara ini dan kembali ke negara asal sang Papa, Wati masih menatap iba pada Sesil, bagaimana bisa begitu banyak luka di dahinya bahkan di pipi dan juga di bibir gadis itu,benar-benar sesuatu yang tak pernah terbayangkan oleh sang pelayan hampir 1 tahun tak pernah bertemu dengan anak majikan dan saat ini melihat wajah Sesil yang babak belur membuat pelayan tersebut ikut miris membayangkan bagaimana hidup Sesil selama setahun ini, pelayan tersebut melepaskan kalung,gelang dan juga memberikan beberapa lembar uang pada Sesil.
"Pulanglah..... hiduplah lebih baik, aku akan mencarimu jika aku kembali nanti!" kata si pelayan yang bernama Wati itu,karena kontrak kerjanya dengan Vera belum selesai.
Flashback off
"perjanjian kita masih berlaku bukan Tuan?"
Ucap Sesil lagi ketika melihat tatapan benci dan tak suka dari Levin, Sesil pikir lebih baik menjadi budak Levin seumur hidupnya,namun dia tak mendapatkan penyiksaan seperti istri pemilik kedai itu, dan bahkan dia berada di negara yang masih menjunjung tinggi norma kemanusiaan,hingga dia yakin walaupun di jadikan budak Levin,namun Levin pasti tak akan melewati batas nya.
bersambung
__ADS_1