
Kerinduan Levin pada Sesil membuatnya lupa diri, entah mengapa meninggalkan Sesil sebentar saja membuat rindu di hatinya semakin menumpuk. Dia terus saja mencumbu sang gadis pujaan hati nya.
"Aku menginginkan mu malam ini!" bisik Levin dengan nafas memburu nya.
Sesil nampak mengigit bibirnya, dia terlihat ragu, pasalnya dia dan Levin belum menikah, jujur saja Sesil masih ragu,apa benar Levin benar-benar jatuh cinta pada nya.
"Tapi Lev... hhmmmmppp.."
"Lev.......sttttttttt!" ucap Sesil ketika Levin menyesap sedikit menuntut leher jenjang Sesil.
Levin seakan tak mengenal kata penolakan, dia segera melahap bibir dan leher Sesil berganti an, Sesil masih merasa ragu dengan keinginan Levin. Gerakan Levin semakin menuntut, lagi-lagi.... pengendalian dirinya selalu runtuh di depan gadis yang dulu sangat dia musuhi. Levin tak mempedulikan panggilan Sesil, dia terus bergerak ke manapun yang Levin mau, hingga kedua bukit kembar milik Sesil kini jadi sasaran nya, Sesil semakin di buai kenikmatan, dia tak lagi ingat penolakan nya akan perilaku Levin, hingga dia merasakan hisapan dan gigitan kecil di kedua bukit kembar milik nya.
'Vin...... hentikan....." panggil Sesil mencoba menghentikan Levin, namun Levin sudah lebih dulu melucuti pakaian Sesil hingga nampak polos dalam sekejap.
Levin bahkan sudah menyusuri setiap jengkal tubuh Sesil hingga di bagian bawahnya,dan dengan cepat lebih membuat lebar paha dan bermain-main di bawah sana.
"Levin.......ohhh.." desaahan lirih keluar dari mulut Sesil.
__ADS_1
Levin melirik ke atas sebentar, kemudian kembali memberikan kenikmatan pada Sesil, dia sengaja tak memainkan jarinya di sana karena tau Sesil pasti belum pernah melakukan nya, sama halnya dengan Sesil,ini kali pertama Levin menyentuh tubuh wanita, bisa di pastikan bahwa keperjakaan nya pun hanya akan di serahkan pada Sesil.
"Aahh..... Lev.....aku...oh God!!" pekik Sesil ketika merasakan sesuatu tumpah di bawah sana, namun Levin masih setia di sana, beberapa saat kemudian, Levin naik ke atas tubuh Sesil yang masih tersengal-sengal karena pelepasan nya.
"Apa nikmat?" bisik Levin sambil menj*ilati telinga Sesil. Sesil nampak tersipu malu, sungguh dia tak menyangka Levin yang dingin dan pendiam bisa seganas itu di atas ranjang.
"Sekarang giliran ku sayang...aku akan mengajarkan mu cara membuat ku puas!" bisik Levin lagi.
Levin tak ingin merusak Sesil terlebih dahulu sebelum acara pernikahan mereka, namun hasrat nya kali ini sudah tak terbendung lagi.Akhirnya Levin memilih M*aking O*itu dari pada merusak Sesil. Levin meminta Sesil melihat satu video yang bisa mengajarkan cara Sesil membuat Levin puas, Sesil nampak salah tingkah ketika melihat video tersebut.
"Sudah siap?" tanya Levin sambil mengelus rambut Sesil yang tengah malu saat ini.
"Oh.. Baby.....!!'' ucap Levin ketika senjata pamungkas nya di masuk Sesil ke dalam mulutnya.
Bahkn Sesil mempraktekkan bagaimana cara dia memakan es krim cone pada senjata pamungkas milik Levin, menjilat, menghisap dan kadang menaik turunkan tangannya dengan memegang benda pusaka milik Levin.Deesahan demi desahaan keluar dari mulut Levin, bahkan sudah hampir beberapa menit Levin tak juga mau mengakhiri kenikmatan yang diberikan oleh Sesil.
"Lebih cepat Baby...,....ohhh" ucap Levin sambil memegang kepala Sesil dan membantu nya mempercepat pergerakan Sesil, hingga beberapa saat kemudian Levin mendeesaah cukup panjang menandakan dia sudah mencapai puncaknya.
__ADS_1
"Iiihh Vin...... belepotan!!" gerutu Sesil
"Sini......peluk dulu sayang!" kata Levin sambil meraih tisu basah di dekat nya, kemudian membantu Sesil membersihkan diri sebelum mereka membersihkan diri di kamar mandi.
"Mau mandi bersama?" tanya Levin yang sudah membawa Sesil ke dalam dekapan nya.
"Dingin" saut Sesil
"Ya sudah biar aku peluk aja....cup.... tidurlah......" pinta Levin
"Besok aku libur, khusus buat kamu" lanjutnya
"benarkah?"tanya Sesil.
"Hemmmm.... tidurlah...jangan sampai Aku benar-benar menerkammu sayang......" bisik Levin.
Sesil tak mau ambil resiko, kali ini dia lolos tapi bisa jadi beberapa menit ke depan kalau Sesil tak segera menuruti kemauan Levin, Sesil takut Levin benar-benar akana memakannya. Akhirnya Sesil benar-benar tertidur di dalam dekapan Levin.
__ADS_1
bersambung.....
dikit-dikit dulu up nya ya..... author baru pulih 🤭😁😁