Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Keromantisan si kembar


__ADS_3

"Sayang cepet dong!" pinta Beniqno.


"Aaaarggghhh!! Beniqno gilaaa!!!!" Teriak Nayla, yang mana hanya membuat Beniqno tersenyum menang karena berhasil menarik Nayla ke atas ranjangnya.


"Cepat sayang! mulailah!" ucap Beniqno sambil melepaskan kaos tipis yang di pakainya.


"Kenapa harus di lepas sih!" ucap Nayla lirih.


"Karena aku gak bisa tidur kalo pake baju sayang!" jawab Beniqno.


"Itu kebiasaan pertama yang harus kamu tau!!" bisik Ben.


"ciiihh....."


Nayla melongo dengan banyaknya buku cerita di nakas samping ranjang! Nayla berpikir ini sungguh aneh, Beniqno yang selama ini di sangka oleh Nayla seorang Mafia menyimpan begitu banyak buku cerita anak-anak. syarat kedua yang tadinya membuat pikiran Nayla traveling kemana-mana karena harus di lakukan di atas ranjang bahkan sampai ijin menginap di mansion Beniqno kini ambyar sudah.


"Sayang cepat dong!!" ucap Ben manja sambil merentangkan tangannya meminta Nayla masuk ke dalam dekapannya, jika tak ada siapa pun di antara mereka maka mode manja Ben akan muncul walaupun hanya bisa di hitung jari saja.


"Maksud kamu apa ini?" tanya Nayla heran sambil mengangkat satu buku di sana.


"Syarat kedua bacakan aku buku cerita sampai aku tertidur! tapi...." ucap Beniqno menggantung sambil menarik tangan Nayla agar lebih dekat dengannya.


"Tapi apa?" tanya Nay penasaran.


"Tapi kalo kau tidur duluan sebelum aku! maka jangan salahkan aku kalau kau mendapati dirimu sudah tak perawan saat bangun tidur!" bisik Ben penuh ancaman.


"Ben!!" bentak Nayla tanpa sadar.

__ADS_1


"Aku suka panggilan itu! cup.....!cepat mulai!"


Nayla sangat kesal dengan apa yang dilakukan Ben, nyatanya Ben mendekapnya sambil mengelus puncak kepalanya, dia malah serasa di nina bobok an oleh Beniqno! jam sudah menunjukkan pukul 22.30 namun tidak tanda-tanda Ben mengantuk sama sekali, sudah 14 buku cerita yang dia baca namun Ben hanya menikmati apa yang di baca oleh Nayla, dia seakan kembali menjadi anak kecil, rindu pada sang mama yang telah meninggal sejak dia berusia 6 tahun, dan buku-buku cerita inilah yang selalu jadi temannya bila merindukan sang mama.Alasan dia meminta Nayla membaca buku cerita sebenarnya ingin mengenalkan Nayla dengan sang mama yang telah tiada karena sebentar lagi dia akan menjadi istri dari Beniqno.


Perlahan tapi pasti buku cerita ke 15 jatuh dari tangan Nayla yang sudah terlelap di pelukan Beniqno, bagaimana tidak terlelap kalo Ben terus mengusap kepala Nayla dengan lembut hingga rasa kantuk yang harusnya Ben alami namun Nayla lah yang merasakan.


" Kamu curang Ben!" Nayla mengigau dalam tidurnya.


"Ya aku curang sayang! aku sungguh curang!" Ben mulai menidurkan Nayla di atas bantal kemudian melumaat bibir mungil Nayla berlama-lama, memindahkan bibirnya ke leher sang kekasih dan meninggalkan beberapa jejak kissmark disana. Mendapatkan reaksi 'pisang raja' miliknya, Ben menghentikan aksinya, Ben yang menamakan dirinya mantan Casanova setelah bertemu dan jatuh hati pada Nayla memang sudah lama tak menjamah tubuh wanita, sedikit sentuhan saja pada Nayla sudah membuat hasrat nya melambung tinggi, namun karena tau Nayla tak akan mau di bobol gawang nya terlebih dulu dan karena dia ingin memperlakukan Nayla seistimewa mungkin maka Ben merencanakan pernikahan nya lebih cepat.


Walaupun dia berniat membuat Nayla tak perawan lagi saat bangun tidur kalau sampai Nayla tidur terlebih dulu, nyatanya itu tak pernah dilakukan nya, rasa cintanya membuat Ben tak tega berbuat hal itu pada Nayla, jadi lah malam ini Ben menahan sekuat tenaga hasrat di dirinya dan hanya tidur memeluk Nayla saja.


Sedangkan di rumah papa Arya, Maysha tak bisa tidur, apalagi tadi mama Sita bilang kalo Nayla malam ini menginap di mansion milik Beniqno, segala macam pikiran buruk sudah mampir ke otak Maysha, Maysha merasa bersalah pada Nayla, Maysha merasa Nayla mengorbankan dirinya untuk membuat Ben mengalah pada Ray.


Di lihatnya jam menunjukkan pukul 12.30 malam, perutnya tiba-tiba lapar karena terlalu banyak memikirkan Nayla, sedangkan yang dipikirkan sudah melayangkan ke dunia mimpi di dekapan kekasihnya, sungguh kekhawatiran yang sia-sia 😁..May keluar dari kamarnya, dia berencana membuat mie instan, setelah mencari apa ada mie instan di dapur akhirnya May menemukan satu buah mie instan yang di yakini milik bi Asti, karena baik Ray atau papa Arya tak pernah terlihat sekalipun memakan makanan instan tersebut.


"Bikin apa?" tanya Ray, ya orang yang memeluk nya adalah Ray, Ray yang memang belum tidur dan masih di ruang kerjanya, begitu keluar dari ruang kerja dia melihat lampu dapur menyala dan dia melihat May sedang melamun di sana.


"Kau mengagetkan aku!" ucap May sambil memukul lengan Ray yang ada di perutnya.


"Aku lapar! bikin mie! mau?" tanya May.


"Tidak..makan lah aku temani!" ucap Ray dan melepaskan pelukannya, mereka menuju ke meja makan dan Ray yang membawakan mangku mie instan milik Maysha.


"Kau sedang memikirkan apa?" tanya Ray sambil memegangi rambut panjang Maysha yang hampir menutupi wajahnya karena tertunduk memakan mie nya.


"Nayla!" jawabnya singkat sambil mengunyah.

__ADS_1


"Dia akan baik-baik saja! tuan Ben selalu memperlakukan wanitanya dengan baik, apalagi Nay adalah wanita yang dicintainya!" ucap Ray menenangkan Maysha, Ray mengambil rambut Maysha dan menyatukan nya di tangan kiri nya hingga terlihat terikat ke belakang supaya mempermudah Maysha menikmati makanannya.


"Mau?" tawar Maysha.


"Makanlah!" ucap Ray sambil menyeka sisa kuah mie di ujung bibir Maysha.


Di rumah sakit, malam ini Tian tiba-tiba di telpon karena ada pasien darurat yang membutuhkan penanganan segera, Dengan mengabaikan rasa kantuknya Tian mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit dan langsung menuju unit ICU.


"Bagaimana bisa terjadi Suster?" tanya Tian pasalnya pasiennya tadi sudah menunjukkan tanda-tanda peningkatan yang baik saat Tian meninggalkan nya.


"Apa ada yang memeriksa nya selain aku sus?"


tanya Tian sambil berjalan cepat menuju ICU


"Dokter Ica yang tadi menangani pasien dok!"


"Dokter Ica? dia masih di rumah sakit?" tanya Tian heran mengapa dokter Ica sip malam, padahal dia tak pernah dapat jatah jaga malam.


"Dokter Ica katanya sedang tak ingin pulang ke rumah dok! itu alasannya!"


"Baiklah sus! siapkan semua peralatan nya!" ucap Tian sesampainya di ruang ICU.


Di ujung lorong, dokter Ica sedang memandang i Tian, rencana dokter Ica membawa Tian ke rumah sakit tengah malam berhasil, karena dia sebenarnya yang membuat pasien dokter Tian mengalami kritis kembali.


"Periksalah dokter.... dan pulanglah kembali dengan mobil mewahmu! dan ucapakan selamat tinggal pada dunia!". ucap dokter Ica dengan senyum menyeramkan nya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2