Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

Fabri hanya diam sambil menyaksikan Ela makan dengan lahap nya, setelah berpamitan dengan sang Mama, akhirnya Fabri mengajak Ela untuk makan siang yang sudah terlewati jamnya, sebelum keluar dari cafe tersebut, Frela mengemasi barang-barang miliknya yang ada di dalam gudang tempat nya tinggal, gudang itu nampak bersih karena ia selalu membersihkannya walaupun bersandingan dengan beberapa barang-barang kafe namun Ela merasa senang bisa tinggal di sana karena di sana dia tidak perlu membayar kos lagi,hampir 2 bulan dia di sana dan masih mengumpulkan uang untuk membayar kost dan keluar dari gudang tersebut,namun belum juga dia mendapatkan kost dia sudah mendapatkan masalah dengan pengelola cafe di rumah sakit tersebut dan terpaksa harus di pecat dan harus keluar dari gudang tersebut.


Dan sekarang Ela berada di sini, berhadapan dengan Fabri sambil menikmati makanan nya, tentu saja karena paksaan Fabri yang mengajak nya makan siang.


"Setelah ini apa rencana mu?" tanya Fabri mencair kan suasana.


"Ela punya sedikit uang kak, nanti Ela cari kost yang bisa di DP dulu! yang penting Ela malam ini bisa tidur!"


ucap Ela sambil tersenyum menampakkan gigi gingsul nya.


"kakak tenang saja Ela juga sudah punya pekerjaan kok,selain di cafe itu, Ela jadi kasir di minimarket itu,di sana"


Kata Ela yang melihat Fabri terlihat dengan tatapan iba nya, Ela tidak suka dikasihani, dia juga tidak pernah menampakan kesedihannya kepada orang lain, ya Ela sadar,dia hidup sendiri dan dia harus menghadapi semuanya sendiri.


"Kamu kamu gak sekolah?" tanya Fabri karena memang Ela masih terlihat muda.


"Tidak kak! makan saja Ela susah, kalau sekolah malah menyiksa diri jatuhnya kak!''


'' kamu gadis hebat!'' kata Fabri


"Bukan kak!! aku terlihat hebat hanya karena aku miskin dan menerima semuanya!! seandainya sedikit saja aku punya, belum tentu aku terlihat hebat Kak!!!"


Perbincangan mereka melebar kemana-mana, Fabri hari ini benar-benar hanya sebagai pendengar saja, Fabri tahu cerita sang kakek, kakeknya juga bukan orang yang berada seperti dia saat ini,hanya keberuntungan saja yang membuat kakeknya bisa hidup enak dan menjadi orang yang lebih punya saat ini atau bisa dibilang sebagai orang kaya,Kevin, sang Papa menjadi kaki tangan tuan Ray dan tuan Ray akhirnya mempercayakan seluruh perusahaannya kepada Kevin karena tuan Ray tidak bisa meninggalkan Tuan Adrian dan tetap memilih menjadi asisten Ceo tersebut daripada mengelola perusahaannya sendiri kala itu,akhirnya hidup keluarga Kevin bisa senyaman ini sekarang.


"Ini..... ambillah, kita cari kost!" kata Fabri setelah melihat Ela selesai makan, dia menyerahkan beberapa uang pada Ela.

__ADS_1


"maaf kak! tapi tidak perlu, kakak traktir makan saja, Ela sudah senang! terimakasih kak!!" kata Ela menyodorkan uang itu kembali pada Fabri.


"Kakak meminjamkan nya!! gimana?"


"Apa tidak apa-apa? maksud nya setelah gajian nanti aku bisa mengembalikan nya?" tanya Ela sedikit ragu.


"Iya ...kau bisa mengembalikan nya saat gajian, di cicil juga boleh!" kata Fabri.


"Benar kah?...."tanya Ela sambil tersenyum, lagi-lagi gigi gingsul itu dia perlihatkan kembali pada Fabri.


Senyum Ela membuat hati Fabri lega, entahlah, namun Fabri merasa iba dengan apa yang menimpa gadis muda itu, hidup sendiri, berjuang sendiri, di dalam kerasnya ibu kota, gadis lain mungkin memilih untuk menyerah, namun tidak dengan Ela, Fabri merasa Ela gadis yang hebat.


setelah beberapa menit mencari tempat kost yang dekat dengan minimarket di mana Ella bekerja, akhirnya dia mendapatkan sebuah kos yang cukup nyaman,satu rumah dengan bangunan kecil di sampingnya,Ella menempati bangunan kecil tersebut dia harus melewati pintu pagar samping dari rumah tersebut untuk keluar masuk ke tempat kosnya yang baru, setelah itu melewati gang pemukiman untuk sampai ke minimarket tempat dia bekerja, Ela sangat senang karena perjalanannya dari kos ke minimarket tidak begitu jauh dan tentu saja itu akan menghemat biaya agar Ela tidak perlu naik angkutan umum.


"ini!" kata Fabri menyerahkan ponselnya yang sudah dia ganti no.nya ketika melewati konter pulsa kecil di sekitar kos Ela.


"Biar aku bisa menghubungi kamu, bagaimana aku menagih utangmu kalau kau sendiri tidak punya ponsel yang bisa di hubungi,belum tentu aku punya waktu untuk terus ke sini, bukankah begitu ya Ela?"


"Kakak benar!! jadi Ela pinjam dulu ya!"


"Tidak!! kamu cicil juga!!" kata Fabri entengnya.


"Tapi ini mahal kak, Ela bisa seumur hidup nyicilnya!!" kata Ela sambil memanyunkan bibirnya.


"Berarti seumur hidup kamu tergantung padaku!!" kata Fabri.

__ADS_1


"Hah??? hehehehhee bisa begitu?" saut Ela


"Sudahlah,pakai saja!! baiklah kakak pergi dulu!! nanti kakak telpon kamu!!" kata Fabri.


"Kak!!" panggil Ela ketika Fabri di ambang pintu kos.


"Ya?"


"terima kasih,aku tahu Tuhan berbaik hati padaku lewat kakak dan semoga kakak selalu mendapatkan kebahagiaan, kesehatan dan semua keinginan kakak terkabulkan,jika Tuhan beri aku satu saja permintaan!maka aku akan meminta supaya kakak bahagia, terima kasih kakak, terima kasih!!"


ucap Ela sambil berkaca-kaca, selama hidup nya setelah di tinggal sang Mama, Fabri lah orang pertama yang baik dan peduli padanya, sebuah sandwich yang Ela curi dari mobil Fabri, membuat dia mengenal Fabri, malaikat penolong nya. dan lagi...ketika Ela di hadapkan pada hal yang tak menyenangkan, Fabri datang sebagai malaikat nya.


"Kakak pergi dulu!" pamit Fabri, dan Ela mengangguk sambil berjalan ke arah Fabri, mengantar Fabri sampai ke dalam mobilnya.


Fabri mengendarai mobil nya pelan, tiba-tiba Fabri tersenyum tipis ketika terlintas di benaknya, senyuman tulus dari Ela tanda terima kasih padanya, sekali lagi Fabri salut dengan ketegaran seorang Frela!.


Fabri sampai di rumah saat makan malam hampir berlangsung, dan dia merasa heran ada seseorang yang menunggu nya di ruang tamu rumahnya.


"Fabri...sini sayang! ada Tante Rika!" kata Desi, mama Fabri.


Fabri melihat Rika, Andi orang tua Sania dan Sania duduk berjajar di ruang tamu.


"Ada apa ya ma?" tanya Fabri dengan biasa saja.


"Fabri! maafkan aku Bri, aku benar-benar gak bisa tanpa kamu!!! aku kehilangan anak itu Fabri! dan kami sudah bercerai!!! Mau kah kau kembali padaku??"

__ADS_1


kata Sania sambil bersujud di bawa kaki Fabri yang sedang duduk di samping Mama nya,dengan tak tau malunya, Sania mengajak orang tua nya berharap Fabri bisa memaafkan nya. Desi hanya tak enak pada sahabat nya yang datang jauh-jauh dari luar negeri untuk memenuhi keinginan sang anak.


bersambung....


__ADS_2