
"Haaaaaaa!" teriak Lee kesetanan,dia segera berlari ke arah paman Jay dan merebut pistol yang ada di tangan paman Jay
dor...
dor......
dor....
Suara tembakan menggema di kamar tersebut, Revita menjerit histeris, hal pertama yang baru dia lihat, Lee sudah seperti kerasukan setan, tanpa pikir panjang, Revita berlari dengan memegang seprei yang membalut tubuhnya.Dia turun dari ranjang dan memeluk Lee dari belakang,dia berharap pistol yang sekarang di arahkan ke kepala Vandi tak dilepaskan pelurunya, Vita tak mau hanya demi dia, iniLee akan menjadi seorang pembunuh.
"Lee..... berhenti Lee....hiks...... Lee berhenti.....!!"
Ucap Vita sambil memeluk Lee dari belakang, berharap Lee kembali ke akal sehatnya.Lee menurunkan pistol nya, kaki dan kedua tangan Vandi sudah bercucuran darah akibat tembakan yang dilakukan Lee, Lee ingin menyiksa lelaki bajingan itu! terlalu enak bila lelaki tersebut mati seketika.
"Hahahaahhaa!! bunuh saja aku!!! hahahhaa karena ketika aku mati! maka Revita juga akan mati!!!"
ucap Vandi tersengal-sengal sambil menahan sakit di bagian tubuhnya yang tertembak.
"Bangsaaat!!!" Teriak Lee sambil menendang perut Vandi.
braaak.......tubuh Vandi terbentur sebuah kursi yang ada di sana.
"Tuan muda!! biar saya yang mengurus bajingan ini!!" kata Paman Jay.
"Paman! Lee...kita menemukan ini!" kata Leo menemukan beberapa file yang tertuliskan nama-nama beberapa gadis, melihat kamera terpasang di sana, Leo berasumsi bahwa file-file tersebut pasti rekaman beberapa gadis yang pernah disakiti Vandi.
"Apa maksud mu??apa yang kau berikan pada Vita??" bentak Lee.Lee lebih konsentrasi pada pembicaraan Vandi.
"Ciihhh......" Vandi meludahkan darah yang keluar dari mulutnya.
"Aku mengembangkan obat perangsang dan menyuntikkannya pada tubuh Vita!!! kau tau bocah!! dia akan sangat hot di atas ranjang hahahaahhaa!!!"
__ADS_1
"Karena apa?? walaupun dia di bawah pengaruh obat tersebut, kesadaran nya penuh! bahkan tak berkurang sama sekali hahahhahahaahah!!! aku menguji coba penemuan ku pada nya hahahahha!!"
kata Vandi menjelaskan sambil terus tertawa puas.
"Banyak bicara!!!!""
bentak Lee sambil menendang dan menghantam tubuh Vandi dengan kursi yang ada di ruangan tersebut.l, akhirnya Vandi tergeletak tak berdaya lagi.
"Tidaaaakkkk.....tidak....!!" Teriak Vita histeris mendengar apa yang dikatakan Vandi,dia sudah hampir membuang kain yang menyelimuti tubuhnya, sesuatu yang tak tersalurkan mulai terasa disana, namun kesadarannya membuat Vita menolak menyalurkan hasratnya.Lee yang menyadari nya langsung memeluk dan membenarkan selimut Vita, dia membawa Vita keluar dari kamar tersebut, Vita tetep berteriak histeris. Namun beberapa saat kemudian Vita mulai melemah,dia memegang dada kirinya, Lee panik melihat semuanya.
"Paman Jay?" panggil Lee seakan meminta ijin pada paman Jay, mengobati Vita merupakan delima tersendiri bagi mereka semua.Paman Jay memejamkan matanya, memikirkan apakah hal ini yang terbaik bagi Vita dan Lee.
"Lee.....kamu yakin?" tanya paman Jay,tidak ada kata tuan muda Lee dari mulut paman Jay, ada nada keseriusan di dalamnya.
"Ya Paman...Lee yakin! ini jalan satu-satunya!" kata Lee
"Pergilah bawa dia ke apartemen miliknya, kebetulan masih di gedung yang sama!"
Lee membaringkan Vita di atas tempat tidur nya,membuang kain penutup tubuh Vita.Dengan cepat pula Lee menanggalkan pakaian nya sendiri dan sekarang sudah mengungkung Vita di bawahnya.
"Jangan Lee hiks....hiks..... biarkan saja aku mati...jangan bodoh kamu hiks....hiks....!"
kata Vita, Vita tak mau Lee melakukan nya karena terpaksa, Vita tak bisa menghancurkan masa depan lelaki yang ada di hadapannya itu,pikir Vita.Lee memandang Vita yang tengah menangis sejadi-jadinya, dia meraba pipi Vita dan menghapus Air matanya.
"I love you Revita!"
Ucap Lee dan tanpa pikir panjang lagi, Lee membenamkan bibir nya ke bibir Revita, tiba-tiba air matanya Vita mengalir lagi, karena perbuatan bejad Vandi membuat dia menjadi seperti ini,dan dia terpaksa melibatkan Lee di dalamnya. Lee berhenti dan memandang wajah Vita.
"Apa kau.....!' kata Vita terpotong oleh ucapan Lee
"I love you Revita!"
__ADS_1
"Hiks....hiks.....bodoh!!! dasar bocah cilik bodoh hiks......hiks....!"
Tak mau Vita semakin merasa bersalah padanya,Lee segera memulai aksinya, Lee yang tak pernah bersentuhan dengan wanita lain sebelumnya merasa sedikit kaku, namun itu hanya di awalnya saja, lama kelamaan Vita yang terpengaruh obat mulai lebih menuntut, benar yang dikatakan Vandi, Vita menjadi lebih h*ot di atas ranjang, bahkan Lee sudah berakhir di bawahnya sekarang, Namun Lee tak mau di kuasai,dia membalikkan tubuh Vita kembali dia bawah kungkungannya.Pertarungan beberapa waktu lalu di depan rumah Lee seakan terulang lagi, namun kali ini pertarungan mereka melibatkan peluh dan kenikmatan yang nyata.
"Leeee.......!" jerit Vita ketika Lee berhasil memasuki tubuhnya.
"Ini tidak akan lama sayang....!" Lee berbisik di telinga Vita sambil terus menyesapi leher jenjang Revita, mengatakan bahkan persatuan mereka tak akan sesakit ini sebentar lagi, karena ini adalah hal pertama untuk Vita dan Lee,tapi tentu saja kesakitan hanya terjadi di bagian Revita saja. Pergulatan mereka berakhir setelah beberapa waktu, namun Vita tak bisa hanya satu kali permainan saja,dia berusaha meraba Lee agar tau kemauan nya, efek obat tersebut sangat membuat Revita tidak nyaman, hasratnya tak bisa hanya dia tuntaskan sekali saja.
"Lee.......!" panggil Vita.
Tanpa Vita ungkap kan Lee sudah tau kemauan Vita, dan adegan pemersatu bangsa kembali terulang di kamar milik gadis pujaan hati Lee tersebut.
Disisi lain
"Paman bagaimana ini?" tanya Fabri
"Biar paman urus semuanya,kalian pergilah!" kata paman Jay.
"Leo....apa loe gak ingin disini saja? sepertinya loe punya pengemar baru!" kata Fabri dengan senyum licik nya, dia tau bagaimana tatapan lapar mata Edo pada Leo.
"Temen bangsat!!!" saut Leo sambil keluar dari apartemen tersebut, dia bergidik ngeri akan perkataan Fabri, dan jangan tanyakan bagaimana Fabri,dia tertahan bahkan sampai meneteskan air matanya.Setelah kepergian mereka, paman Jay menghubungi tuan Ray.
"Hallo Jay, bagaimana?" tanya Ray di sebrang sana.
"Tuan Ray,....tuan muda Lee....!" Paman Jay menceritakan semuanya, apapun yang terjadi di sini tanpa menutupi apapun dari tuannya tersebut. Ray memejamkan matanya perlahan, sedangkan Paman Jay menunggu dengan cemas apa yang di katakan oleh Ray.
"Jay.....!"
"Ya Tuan!!"
"Hubungi orang tua gadis itu!"
__ADS_1
bersambung......