Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

Perayaan kelulusan Kay sudah berakhir beberapa minggu yang lalu, dan Kay sekarang sudah mendaftar kuliah di tempat yang sama dengan Boy, Boy seeing sekali sibuk,hingga jika ada kesempatan dia akan membawa Kay ke markas,sekalian dia bertemu dengan Papa nya yaitu Ray yang memang di panggil Papa oleh Boy.


"Bilang bibi buat kan cemilan sayang!"


kata Boy sambil mengecup bibir Kay sekilas, dan Kay berlalu masuk ke dalam rumah Lee yang memang menyatu dengan markas mereka.Kay baru saja merayakan ulang tahun nya yang ke 17 beberapa hari yang lalu, dan hal itu yang membuat Boy segera ingin menikahi Kayra.


"Aku sering gak bisa nahan kalau deket-deket dia!!" ucap Boy pada saat Kay sudah menghilang keluar dari markas,


"Kapan?" Lee menanyakan kapan mereka akan menikah.


Bahkan dengan laknat nya sang sahabat memberitahu bahwa menikah memberikan kenikmatan tersendiri bagi nya di atas ranjang, karena tak akan ada yang melarang mu untuk saling memberikan kenikmatan satu sama lain.


"Kalau udah ngerasain! gue jamin loe ketagihan!!! hahahahahaha!!" kata Lee dengan gaya angkuhnya.


"Bangsaaat loe!!" ketiga sahabatnya spontan mengumpat.


"Hahahahahaha, gue yakin, loe ,loe..sering mak*ing out kan sama cewek loe!!" lanjut Lee dan menunjuk Leo dan Boy secara bergantian.


"Percaya lah!! Mak*ing love lebih mantap!!!" ucap Lee.


Leo dan Boy hanya menghela nafasnya kasar, Boy memang akhir-akhir ini sering sekali melakukan nya dengan Kay, bahkan di kamar markas mereka pun pernah melakukan nya, tentu saja Boy lah yang selalu menggoda Kay, dan Kay si bucin itu sudah pasti mengabulkan apa yang di minta oleh Boy, lain ceritanya dengan Leo, Ayana selalu menolak Leo bila Leo sudah melebihi dari ciuuuman dan remasan di kedua squishy milik Ayana, Ayana selalu bisa mengendalikan Leo agar tak bertindak lebih jauh, jadi yang bisa di lakukan oleh Leo hanya sebatas perut ke atas, taman surga milik Ayana belum pernah tersentuh oleh tangan Leo.


"Loe? gimana?" tanya Lee pada Fabri


"Gue? emang kenapa gue?" tanya Fabri balik.


"Gue dengar Sania sudah menikah dengan kekasihnya di luar negeri! loe masih patah hati?" tanya Lee lagi.


"Udah basi!!! gue ragu juga,kalau gue dulu cinta sama dia!!" jawab Fabri.


"Kalau cinta? gimana bisa gue lupa sama dia secepat ini!!" lanjut Fabri sambil menyandarkan punggungnya di sofa tersebut.


"Trus si Ela, apa kabarnya?" tanya Boy.


"Gue gak pernah ketemu sama dia!"

__ADS_1


Sudah hampir 6 bulan memang Fabri tak lagi mengurus Ela, terakhir kali Ela sembuh dari sakit nya, dan itu adalah terakhir kali juga Fabri melihat Ela. Kay masuk dengan membawa beberapa camilan buat si bibi, dan di belakangnya di ikuti sama Vita yang hari ini libur kerja.


Vita tiba-tiba duduk di depan Boy, dia menatap intens Boy,hingga membuat Boy heran, jangan lupakan bagaimana panasnya hati Lee,dan wajah cemberutnya Kayra.


"Kenapa Vit?" tanya Boy heran


"Boy!!hari ini kok, kamu ganteng banget sih!!" kata Vita malah sudah menopang dagunya dengan kedua tangannya.


Lee melotot dengan sempurna, sedangkan Leo dan Fabri menahan tawanya sebisanya, Boy bahkan sudah menatap Kay yang bibir nya terlihat maju 10 Senti dari biasa nya. Lee segera menarik lengan Vita dan menarik Vita duduk di pangkuan nya.


"Apaan sih sayang!!....kok malah kamu muji-muji Boy!!!" ucap Lee ketus.


"Gak tau mas.... Boy wajahnya enak di lihat! bule-bule gimana gitu!!" kata Vita


"Tau ah gelap!!!"


kata Kay sambil menghentakkan kakinya bergantian, dia segera berlalu dari hadapan semua orang. Boy yang tau gelagat gak enak dari Kay, Kay buru-buru masuk ke dalam kamar yang ada di sana, Boy yang tak rela rasanya bila Kay cemburu pada apa yang di lakukan Vita, segera mengikuti langkah Kay.


"Kay....sayang!! jangan marah dong!!!" kata Boy sambil tersenyum manis ke arah Kay, setelah dia menutup pintu kamar tersebut.


"Kakak juga gak tau sayang!" kata Boy dengan rayuan maut nya.


"kamu sengaja ya,masuk sini!"


bisik Boy yang tiba-tiba sudah memeluk Kay dari belakang.


Merasa ada yang salah, Kay mengigit bibirnya sendiri,dia salah sudah masuk ke dalam kamar karena kesal dengan sikap Vita.


"Aku kangen kamu sayang!"


bisik Boy lagi sambil menji*lat telinga Kay dengan pelan, hingga Kay merasakan hal yang aneh dalam tubuh nya. Boy segera berlari ke arah pintu dan menguncinya,dan apa yang di inginkan Boy harus terpenuhi oleh Kay, karena beberapa hari ini Boy sangat sibuk hingga dia jarang bisa berduaan dengan Kay.


Mendengar pintu kamar terkunci, Leo dan Fabri mengumpat pelan sambil saling berpandangan, mereka tau apa yang akan dilakukan Boy dan Kay di dalam sana,sedangkan Lee sibuk dengan Vita, Vita merasa senang melihat wajah Boy.


"Sayang....!!! Kay bisa salah paham!! lihat sekarang, Kay salah paham kan!!" kata Lee yang masih setia memangku Vita tanpa mempedulikan keberadaan Leo dan si jomblo Fabri.

__ADS_1


"Anak kamu mas yang pengen lihat wajah Boy!!" ucap Vita


"Anak???" pekik Leo dan Fabri serempak.


"Iya..Vita lagi hamil Bri, Le!!" kata Vita saking senengnya.


"Apa???!!" teriak Fabri kaget.


"gila!!! gue masih jomblo Lee!!! bahkan ciuman aja belum!! loe malah seenaknya saja bikin anak!!" kata Fabri dengan menggebu-gebu.


Pletaakk......


"Awooww!!!" Fabri mengaduh karena kepalanya di jitak Leo saking kesalnya Leo.


"Bego' loe!!! mereka sudah menikah!! wajar kalau punya anak!! makanya nyari pacar!! biar gak karatan!!" kata Leo.


Vita bahkan sudah cekikikan gak karuan.


"Kamu bakalan jadi uncle Bri!!" kata Vita senang.


"Bilang sama anak kamu Ta, cepetan lahir, cepetan gede! ditunggu sama Om ganteng Fabri!! di ajak nikah!!" kata Fabri menanggapi perkataan Vita.


"Sialan loe!!! emang loe pedofil!!!" sentak Lee.


Mereka berempat malah berdebat kecil-kecil an gegana ulah Fabri yang terus saja tak terima dengan memenangan Lee yang lebih dulu akan menjadi bapak,bahkan di usian yang masih muda.Mereka bahkan tak memikirkan dua insan yang tengah di mabuk cinta di dalam kamar markas tersebut. Tawa mereka terhenti ketika suara seseorang menggema di ruangan tersebut, nampak jelas di depan Lee laki-laki yang menjadi sahabat dekat Papa nya itu.


"Di mana Kay dan Boy?" pertanyaan yang sulit sekali mereka jawab.


Tiba-tiba saja si Singa Jantan itu melihat pintu kamar yang tertutup, dengan pelan dia menuju kamar tersebut.


"Mampus loe Boy!!" batin Fabri


"Tamat loe Boy!!" batin leo


"Gue yakin!!loe dinikahi juga Boy!!!!

__ADS_1


bersambung


__ADS_2