Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Kemarahan Beniqno


__ADS_3

"Ben! aku baik-baik saja!! pulanglah!"


"Aku tidak tau kenapa sayang! hatiku tidak tenang sayang! ayolah pulang ke mansionku" kata Beniqno terlihat sangat posesif seakan-akan Nayla akan meninggalkan dirinya.


"Mana bisa!! udah jangan macam-macam!!"


"mama dan papa mu mengijinkan nya sayang! bahkan mereka percaya padaku! buktinya setiap bertamu aku selalu bisa masuk kamar mu!" bisiknya sambil memeluk Nayla.


"Itu karena kamu yang maksa Ben!!" sentak Nayla.


Benar! Ben tak pernah sekalipun bertamu dan duduk manis seperti tamu pada umumnya, dengan tatapan datarnya dia selalu bisa memenangkan hati mertuanya yang lebih tepatnya takut melihat wajah sang calon mantu,


Beberapa waktu yang lalu ketika Nayla menanyakan apa alasan mama dan papa nya membiarkan Ben masuk ke kamarnya, jam berapapun itu.


"Kenapa sih mama ijinin??" tanya Nayla ketus kala itu


"Kamu gak tau aja Nay!! matanya hampir melompat keluar kalo lagi ijin ke kamar kamu!! Belum lagi beberapa bodyguard nya yang berdiri tegak dengan sorotan mata sama tajamnya!! mama berasa dalam neraka seketika!!" kata sang mama.


"Trus mama korbanin anak mama gitu aja kan!!???" saut Nayla.


"Tapi kamu gak papa kan Nay?" tanya papa yang terlihat cemas, karena jujur saja dia merasa belum siap melepas anak semata wayangnya.


"Ya gak papa lah pa! Nayla kan pinter!" ucap Nayla


"Heleh kamu pasti di ehem-ehem sama Ben kan?ngaku!!! belaga ketus sama mama!!" kata si mama yang minim akhlak itu.


"Mama!! jangan asal nuduh deh!!" saut Nayla cepat, namun matanya memandang entah kemana, karena apa yang dikatakan sang mama benar adanya, walaupun gak sampai jebol gawang tapi lidah dan tangan Ben bergerilya kemana-mana.


"Anak kita sudah besar ma!" kata papanya.


"Iya pa! perasaan kemarin baru mama susu-in eh sekarang udah ada nyusu sama dia!!" kata mama Sita dengan ke absurd nya.


"Mama!!!" pekik Nayla tau maksud dari perkataan sang mama.


"Udah jangan di peduliin si Nay ma!! kita bikin anak lagi aja ma...biar rumah kita rame, setelah Nay menikah!" kata sang papa sambil menarik mama Sita yang berlagak malu-malu meong ke dalam kamarnya.


"Papaaaaa!!!!" teriak Nayla spontan berbaring di sofa dan menendang-nendang udara dengan gemasnya melihat tingkah kedua orangtuanya.


Begitulah alasan mereka yang selalu membiarkan Ben masuk ke dalam kamar Nayla saat bertamu.lagipula mana mungkin Ben berapa melakukan hal lebih pada anak mereka di rumah mereka sendiri.


"Pergilah Ben! sudah malam!" berontak Nayla dari pelukan tangan Ben.

__ADS_1


"Beri aku sesuatu untuk aku bawa pulang sayang!" kata Ben


"Apa mau kamu!" kata Nayla


Ben tersenyum licik, dia membalikkan tubuh Nayla dan membuka sabuk celananya, Nay paham apa yang diminta sang kekasih karena Nay yang polos sudah seringkali di racuni otaknya oleh otak mesum si Ben.


"Beeeennnnn!" rengek Nayla bermaksud menolak karena ini adalah rumah orangtuanya,bukan kamar mansion Ben yang biasa Ben gunakan untuk meracuni otak polos Nayla.


"Semakin cepat semakin baik sayang!" ucap Ben seperti biasa tak terbantahkan sambil melirik ke bagian bawahnya.


Dan merekapun larut dalam keinginan Beniqno.


**********


"Suster Nayla?" tanya dokter Ica yang pagi ini tiba di klinik milik Cristian.


"Ya? ada yang bisa di bantu?" tanya Nayla yang memang tak begitu mengenal dokter Ica.


"Aku Veronica! salah satu teman dokter Tian, aku juga bekerja sama dengan dokter Tian di rumah sakit yang sama!"


"Ah benar kah? wahh senang bertemu dengan dokter!" kata Nayla dengan sopan.


"Ah suster bisa saja! saya kesini hanya kebetulan lewat, kata suster di rumah sakit, dokter Tian punya klinik sendiri, saya hanya ingin melihat!"


"Benarkah? baiklah saya pergi menemui dokter Arman duly!"


"Silahkan dokter!"


Dokter Ica berlalu dari sana dan menemui dokter Arman, seperti sebuah takdir yang nyata, dokter Ica diterima bekerja dengan Nayla sebagai asisten nya menggantikan dokter Tian. Senyuman mengembang terus di sudut bibirnya, rencananya mendekati Nayla sangat di muluskan oleh Tuhan, ini sebuah keajaiban! kata dokter Veronica girang.


Beberapa hari sudah dokter Ica bekerja di sana, kondisi Tian yang masih lemah walaupun sudah terbangun dari komanya tak membuat nya bisa langsung beraktivitas, jangankan beraktivitas,keluar dari rumah sakit saja dia belum diijinkan.


"Nayla...!" panggil dokter Ica dari dalam mobil


"eh dokter! mau pulang dok?"


"Ayo bareng aja! kan kita se arah!" ajak dokter Ica.


"Tidak usah dok! nanti merepotkan!"


"Tentu saja tidak! ayo kita bisa sekalian ngobrol!"

__ADS_1


Akhirnya Nayla mengikuti ajakan dari dokter Ica, mereka bercerita apa saja, khususnya dokter Ica yang di nilai Nayla mudah akrab.


"cobalah ini!" dokter Ica menyodorkan minum botol yang masih tersegel.


"Tidak usah dok!" tolak Nayla


"Tidak..tidak...aku sengaja memberikan satu karena itu produksi temanku sendiri, dia ingin berjualan secara online, perekonomian suaminya sedikit terganggu!" ucap dokter Ica sambil menunjuk bangku belakang di mana ada minuman sejenis disana.


"Baiklah dok!"


Nayla meminumnya dan memberikan pendapatnya pada dokter Ica.


"Dokter ini sejenis minuman herbal! tapi rasanya....agak....agak...." suara Nayla melemah dia tak sanggup lagi meneruskan kata-katanya.


"Agak berbeda suster Nayla! karena kandungan obat tidurnya cukup tinggi!!"


ucap dokter Ica di barengi dengan senyuman licik di bibirnya.


"Ayo kita bermain sayang!....wwaahh aku senang sekali!!!" ucap dokter Ica girang, dia benar-benar dokter yang sakit jiwa!, dengan mengelabui Bodyguard Nayla, dokter Ica bisa membawa Nayla ke tempat dimana dia akan sedikit bermain-main dengan Nayla.


Di kantor Beniqno.....


"Apa???? kalian kehilangan jejaknya??" bentak Beniqno mendengar laporan dari anak buahnya yang memang setiap hari mengikuti Nayla kemanapun Nayla pergi.


"I---iya Tuan!!! ma-maaf kami Tuan!! ka-kami terkecoh!" jawab salah satu anak buahnya.


"Bangsaaat!!!"


bugh


bugh


bugh


Beniqno menggila, dia menghajar anak buahnya dengan membabi buta.


"Cari keberadaan gadis ku Antoni!!! kalo tidak ketemu!! penggal dan bawa kepala mereka semua di hadapan ku!!!"


Teriak Beniqno sambil menunjuk ke tiga bodyguard nya yang sudah gemetaran tak karuan! pasalnya apa yang di katakan Beniqno bosnya itu selalu menjadi kenyataan.


Antoni segera mengambil alih memerintah mereka untuk meninggalkan ruangan bos-nya.

__ADS_1


Antoni segera menyebarkan anak buahnya mencari keberadaan Nayla. Pikir Antoni jangan sampai dia mengecewakan big Bos nya karena dia juga tak mau kehilangan anak buahnya yang sudah terlatih.


bersambung.....


__ADS_2