
Setelah acara pernikahan Lee dan Vita beberapa waktu lalu, Lee memutuskan untuk tinggal di apartemen miliknya, apartemen yang di jadikan markasnya dulu, namun sang Mama menentang betul keputusan Lee, hingga akhirnya May merombak kamar Lee dan menjadikan nya lebih besar, ruang kerja Ray di pindah ke bawah, sedangkan kamar Abhi di jadikan satu dengan kamar Lee dan dijadikan kamar Lee beserta ruang kerja yang di minta Lee menyatu dengan kamar tidur nya.Bekas ruang kerja Ray di rombak menjadi kamar Abhi, Lee hanya pasrah saja, karena dengan kompaknya sang istri lebih memilih ikut dengan keputusan sang mama.
Satu bulan lagi adalah acara wisuda sang istri, dan setelahnya dia ingin bekerja di bidang yang telah di kuasai nya, dia bahkan sudah di terima di sebuah perusahaan yang tak terlalu besar dimana temannya adalah pemilik perusahaan tersebut.
"Kapan kamu mulai kerja Yang?" tanya Lee sambil memeluk istrinya yang sedang mencari bajunya, Lee baru saja mandi, bahkan dia masih berbalut handuk di pinggangnya.
"Minggu depan Mas!.... minggir dong Mas!! aku nyari baju ini!" kata Vita, entah mengapa Lee menjadi sangat manja padanya. Sedangkan bila di luar kamar, dia bersikap sama persis seperti sang papa, biasa,dingin dan kadang sok jaim bila berdekatan dengan istrinya.
"Gak usah kerja boleh gak? " Lee masih saja menempel di pada Vita, bahkan sesekali menyesap leher istrinya dari samping.
"Kan kita udah sepakat mas! selama aku belum hamil, aku boleh kerja!" kata Vita.
"Kalau gitu yuk.....aku gak usah kuliah aja!! aku mau bikin adik bayi sekarang!!" kata Lee sambil menyeret pelan sang istri ke atas ranjang, bahkan Lee sudah tak mempedulikan teriakan Vita yang menolaknya.
"Berani menyentuh ku!! aku pastikan kau tak akan mendapatkan jatah mu satu bulan Lee!!!" ancam Vita, yang melihat Lee sudah melepaskan handuknya dan terlihat polos.
"Ya aku akan puasa satu bulan!!" ucapan bohong Lee terlontar begitu saja, bagaimana bisa dia puasa, pastinya itu hanya akal-akalan Lee agar mendapatkan apa maunya pagi ini. dan benar saja semua keinginan Lee terjadi juga! bahkan deeing ponsel di hp Lee di abaikan begitu saja oleh si empunya.
"Brengsek!!!!" teriak Leo karena tak mendapatkan respon dari Lee.
"Mentang-mentang udah punya istri!!! pagi-pagi gini dia udah makan duren!!"
sungut Leo yang berada di depan rumah Lee, dia yang berada di dalam mobil hanya bisa menggerutu tak karuan, sedangkan Boy hanya bisa tersenyum tipis melihat reaksi Leo yang kesal, pasalnya Lee meminta mereka untuk menjemputnya, dan nyatanya sekarang diyakini Leo dan Boy kalau Lee sedang makan 'duren' walaupun bukan dalam arti yang sebenarnya, karena sesibuk apapun Lee,dia akan mengangkat panggilan telepon dari salah satu empat sekawan, dan setelah menikah Lee mengatakan dia tak akan mengangkat nya bila sedang menikmati tubuh sang istri.
"Kita berangkat aja!" kata Boy
"Lalu anak itu??" kata Leo
"Aku yakin dia meminta ijin dosen!! ayo berangkat!!" perintah Boy.
Dan akhirnya mereka meninggalkan rumah Lee, sesampainya di kampus, Fabri sudah duduk menunggu di bangku dekat parkiran.
"Lama banget!!" ucap Fabri
__ADS_1
"mana Lee?" lanjutnya.
"Lee ngidam duren!!" saut Leo kesal, sedang kan Boy hanya mengangkat bahunya saja karena tatapan Fabri minta penjelasan.
"Eh gue pergi dulu!!! pujaan hati gue udah datang!!''
kata Leo begitu melihat Ayana datang di antar oleh kakaknya, mood nya yang tadinya berantakan kini kembali berbinar.
Ayana nyatanya menghindari Leo setelah perkenalan dengan mama Leo, Leo yang seenaknya memperkenalkan dia sebagai calon menantu sang Mama, pada akhirnya Ayana menjelaskan kesalahan pahaman tersebut. Belum juga Leo mendekat ke arah Ayana, seorang lelaki sudah mendekati nya,
"Yana! baru dateng?" tanya Erik, teman seangkatannya.
"Iya..gimana tugas nya sudah selesai?" tanya Ayana,
mereka terdengar berbincang cukup akrab, hingga tanpa sadar Leo yang sedari tadi mendengar geram sendiri.Moodnya kembali berantakan, Ayana terlihat menolaknya selama ini, namun dengan lelaki yang bahkan kalah tampan darinya terlihat sekali Ayana sangat nyaman.
"Ay......!" panggil Leo dengan sangat datar dan dingin, Ayana langsung menoleh, melihat wajah Leo yang tak bersahabat membuat Ayana menelan salivanya sendiri dengan susah payah.
"Masih lama diskusi nya?" tanya Leo namun menatap tajam ke arah Erik.
Akhirnya Erik menurut saja dengan perkataan Ayana. setelah kepergian Erik, Leo dengan cepat menarik tangan Ayana, memasukkan nya ke dalam mobil dan segera melesat keluar menuju belakang kampus yang sepi. Ayana hanya diam saja ketika Leo menghentikan mobilnya di bawah pohon rindang.
"Apa karena dia kau menghindari ku?" tanya Leo dingin sambil melepaskan selt belt nya.
"Bu..bukan begitu Leo!!" ucap Ayana lembut, inilah yang paling disukai Leo, sikap Leo yang sedikit bar-bar membuatnya seakan cocok dengan Ayana yang lemah lembut.
"Apa?? aku gak dengar!!!" kata Leo
"bukan begitu Leo!!" ulang Ayana
"Lalu kenapa kau menghindari pacar mu!? hemmm??!" tanya Leo
"Pacar? bukannya kita sudah menjelaskan semua pada Tante Vale....hmmpptt!!''
__ADS_1
Belum juga Ayana menyelesaikan perkataannya, Leo sudah melumaaat bibir Ayana yang sejak tadi begitu menggoda nya.Leo berlama-lama di sana, bahkan Ayana sudah beberapa kali mendorong dada Leo, dan akhirnya terlepas juga.
"Leo.....!" ucap Ayana lirih, entahlah mengapa sulit sekali marah pada lelaki di hadapannya ini.
Leo menyatukan keningnya dengan Ayana.
"Apa aku perlu melamar mu juga? seperti Kayra?" tanya Leo lirih, Ayana menggelengkan kepalanya pelan.
"Kalau begitu,terima aku sebagai kekasih mu! bagaimana?" kata Leo.
"Dasar pemaksa!" ucap Ayana lirih, marah saja dia terlihat sangat lembut, itulah yang membuat Leo tergila-gila.
"Bolehkah aku mencium mu kembali?" tanya Leo.
"Jangan!!! aku tidak.... hmmpptt!!"
Sekali lagi, perkataan Ayana yang belum selesai terpotong oleh ciuman dari Leo.
"Aku suka jadi pemaksa!!" bisik Leo di telinga Ayana setelah melepaskan ciumaaannya, Ayana hanya bisa melengos ke arah lain.
Akhirnya Leo kembali ke kampus dengan Setelah sampai di parkiran, Ayana ingin bergegas masuk ke dalam ruangan nya, entah mengapa setelah ciuman perdananya,dia terlihat sangat malu.
"Ay.....I love you!!" kata Leo, Ayana hanya tertunduk malu.
"Boleh cium lagi gak?" tanya Leo sambil cengengesan.
"Leo....!!"
"Ok....ok....nanti pulang aku jemput!! ingat jangan sama siapa-siapa!! apa lagi berduaan sama si Terik matahari itu!!" kata Leo terdengar cemburu.
"Namanya Erik bukan Terik!!" kata Ayana membenarkan.
"Ya..ya.....ok sayang....see you again!!"
__ADS_1
bersambung...