
Meninggalkan Lee yang menikmati kehidupan barunya sebagai seorang Papi muda,beranjak ke Leo yang ternyata tak cukup sampai di situ gangguan dari Sesil, Sesil bahkan mengancam Papa nya akan meninggalkan sang Papa kalau sampai Papa nya tak bisa membujuk Raka, papi Leo untuk melanjutkan perjodohan mereka.
sebenarnya Raka tidak pernah melakukan perjodohan dengan Papa Sesil yaitu pak Hadi, hanya pak Hadi yang berinisiatif untuk menjodohkan anaknya dengan Leo ketika melakukan pertemuan kerjasama yang dihadiri Raka dan juga Leo, saat itu pak Hadi melihat bagaimana Leo yang yang cekatan dan juga mahir dalam mengurus perusahaan Raka, Pak Hadi merasa sangat senang dan menjadikan Leo sebagai salah satu kandidat mantunya, salah Pak Hadi ketika tiba-tiba dia membicarakan hal ini dengan Sesil anaknya,yang notabene nya mengenal Leo karena mereka satu kampus,pak Hadi tak membicarakan lebih mendalam lagi dengan Raka, Dia cukup menyesal karena pada akhirnya tahu bahwa Leo sudah mempunyai kekasih, Padahal anak semata wayangnya sudah sangat senang dan terima dengan perjodohan tersebut.
"Bagaimana pak Raka? maafkan saya karena tidak membicarakan hal ini sebelumnya, tapi dia anak saya satu-satunya pak Raka, saya sangat menyayangi nya!" kata pak Hadi ketika meminta bertemu dengan Raka.
"saya minta maaf pak Hadi, bukannya ini tidak ada hubungannya dengan kerja sama kita? masalah percintaan anak-anak remaja biarlah menjadi urusan mereka!" kata Raka dengan sopan.
''saya tahu pak Raka, tapi maafkan keegoisan saya, jika perjodohan antara Sesil dan Leo diurungkan, saya juga akan menarik atau membatalkan kerja sama kita" ancam pak Hadi.
"diurungkan? maksudnya apa Pak? bukankah kita tidak pernah membicarakan soal perjodohan anak-anak kita? jadi karena tidak pernah ada pembicaraan tentang itu sama sekali,menurut saya tidak ada yang harus diurungkan pak Hadi" jawab Raka,
Raka sadar betul, bila pak Hadi menarik dana yang sudah masuk ke dalam pembangunan proyek yang perusahaan Raka kerjakan, maka Raka akan sangat rugi besar, bukan hanya itu,Bila dia meneruskan sendiri proyek nya dengan dana dari perusahaan nya sendiri, maka akan banyak mengeluarkan uang untuk biaya pembangunan dan gaji para karyawan,dan Raka takut bila dana tak cukup, mengingat perusahaan miliknya tak terlalu besar.
"Tolong di pikirkan kembali pak Raka, saya tunggu jawaban anda dalam waktu satu minggu ini! permisi pak Raka!"
Pak Hadi pergi begitu saja, Raka hanya diam saja di tempat, dia memikirkan banyak hal tentunya.
Di sisi lain...
"Bagaimana?" tanya Leo pada Aska asistennya,yang di minta membuntuti sang Papi.
"Tuan Raka bertemu dengan pak Hadi Bos, dan mereka membicarakan ini!" lapor Aska dengan memberikan sebuah rekaman video dan dapat di dengar jelas oleh Leo bagaimana isi percakapan mereka.
__ADS_1
"Bos, sebaiknya hati-hati dengan keputusan Bos, ini bukan lagi menyangkut diri Bos tapi juga perusahaan dan seluruh karyawan Bos!" saran Aska
"Brengseekk!!! gak profesional banget mereka!!'' umpat Leo.
"Pak Hadi memang baik Bos, tapi aku mengira ini pasti karena desakan dari putrinya, dia adalah anak pak Hadi satu-satunya bos, apalagi istrinya sudah lama juga meninggal, jadi Nona Sesil adalah alasan utama pak Hadi hidup!" kata Aska.
"Berarti sekarang harapan ku hanya Sesil! dia sendiri yang harus meminta pada Papa nya agar permintaan konyolnya di hentikan!" kata Leo dengan geram.
Tiba-tiba pandangan tertuju pada seseorang yang ada di belakang Aska.
"Sayang .....sejak kapan kamu di situ?" tanya Leo kaget karena melihat Ayana sudah berada di dalam apartemen nya. Aska meminta undur diri karena melihat kekasihnya Bos nya datang.
"Apa mereka mengancam Om Raka?" tanya Ayana yang terlihat sedikit gugup
"Tidak.....sini!" kata Leo menepuk pahanya.
sreeekk....
Leo menarik Ayana duduk di pangkuan nya, dia tau gadisnya tersebut sedang merasa bersalah pada Papinya, Ayana gadis yang terlalu baik menurut Leo, segala sesuatu yang membuat orang lain terluka karena ulahnya menurut Ayana maka dia akan menyerah dan terus merasa bersalah.
"Semuanya akan baik-baik saja Ay, kamu ngapain ke sini? hemmm?" tanya Leo mengalihkan pembicaraan mereka.
"Aku hanya khawatir sama kamu, kenapa tidak kuliah?" tanya Ayana
__ADS_1
"Dosenku tidak hadir, jadi aku bolos!" kata Leo di ikuti dengan senyuman manis nya.
"Dasar!.... sekalian aku mau bilang, aku mau nginep di rumah Kayra, aku kangen sama dia, sejak cuti kuliah aku jarang ketemu dia!" kata Ayana.
"Kalau begitu nanti aku antar, Sekarang aku mau makan siang ku!" kata Leo,
Saat Ayana mau mengatakan kalau dia tak membawa makanan, tangan Leo sudah aktif ke berbagai penjuru di tubuh gadis yang ada di pangkuan nya itu, akhirnya Ayana tau maksud makan siang yang di minta Leo, dan seperti biasa Leo selalu bisa membuat suasana dingin menjadi panas.
Malam setelah makan malam di rumah Johan
"Jadi maksudnya Papa nya cewek itu ngancam Om Raka?" tanya Kay setelah mendengar cerita dari Ayana.
"iya Kay menurutmu aku harus gimana? Aku sudah berjanji pada kak Leo kalau aku akan berjuang untuk dia apapun yang terjadi, Tapi kalau sudah seperti ini, aku harus apa Kay? aku gak ingin mereka mengalami kebangkrutan!aku bingung Kay!" kata Ayana bahkan sudah hampir menangis.
"Gimana kalau kita bilang Papa aja! barangkali Papa bisa bantu untuk menggantikan kerjasama itu!" kata Kay memberi solusinya.
"Aku gak yakin Kay kalau Om Raka mau! Kay hiks....aku harus gimana?"
pecah juga tangisan Ayana, dia sangat bingung! tadinya dia bisa tenang di depan Leo, namun sekarang, membayangkan berpisah dengan Leo dia tak sanggup,namun membayangkan Om Raka, Papi Leo dalam masalah pun dia tak sanggup.
Kay hanya bisa menenangkan Ayana yang sedang terisak, Kay terus saja membuat Ayana menceritakan segala sesuatu yang ada di hatinya,Kay ingin Ayana merasa lega dengan cerita yang dia berikan kepada Kay, karena Kay sangat tahu bagaimana sosok Ayana, Ayana sosok yang selalu memendam sesuatunya sendiri entah mengapa sejak bersama Leo,dia lebih terbuka.tak jauh dari mereka seseorang sedang mendengarkan pembicaraan mereka, orang tersebut adalah Levin,Levin adalah kakak Kay dan tentu saja sama dengan Kay, Levin adalah sepupu Ayana, dia merasa sangat marah ketika adiknya mendapat masalah seperti itu.
Levin segera menjauh dari tempat perbincangan kedua adiknya,dengan cepat naik ke atas ke kamarnya dan mengambil ponsel dalam sakunya dan melangkah menuju balkon kamarnya, dia mencoba menghubungi seseorang
__ADS_1
"Halo Leo.....!" kata Levin dengan seringai licik nya
bersambung...