
"Kak Cris itu milik Kila ya..jangan macam-macam!!!"
ucap Kila dingin dan tajam,entah mengapa aura Ray tiba-tiba keluar dari wajah gadis yang biasa terlihat polos ini dan menyebalkan ini.
Melihat Tian yang menegang wajahnya, spontan Lerie tertawa terbahak-bahak, bagaimana tidak, dia tau kalo Tian adalah orang yang sangat di gilai oleh Kila, kakak barunya, dan bahkan Lerie tau bagaimana sifat dan sikap Tian bila sedang berada di lingkungan kerjanya, hanya karena aura dingin dari Kila, dia langsung bisa diem dan menengang seperti seorang kekasih yang tertangkap basah sedang selingkuh saja.
"Diem loe anak ingusan!!" Tian menoyol kepala Lerie.
" okey...damai kak damai!" saut Lerie sambil memberikan tanda dua jari pada Tian.
"Dan loe anak bau kencur!!! gue bukan milik loe ya!! belajar yang bener!! jangan cinta aja yang dipikirkan!!" kata Tian malah menasehati Kila,mereka larut dalam obrolan, akhirnya tian undur diri karena ada pasien yang harus dia kunjungi,sampai beberapa saat kemudian, Ray datang untuk menjemput May dan Lerie.
"Lerie di jemput temen Lerie kak!" ucapnya pada Ray.
"Mau kemana?" kata Ray
"Belajar kelompok kak, tuh udah di jemput Thomas" jawab Lerie ketika sahabat nya datang dengan dua temannya,Gading dan Kaka.
"Hati-hati, pulang jangan terlalu malam!" ucap Ray dingin.
Ketiga temen Lerie hanya bisa menelan salivanya sendiri-sendiri, karena baru kali ini dia melihat kakak dari sahabat nya yaitu Lerie.
'Gila! dinginnya banget!'
'Lerie banget nih kakaknya'
' Pantesan Lerie dingin! kakaknya gunung es!'
batin mereka bertiga, sekarng mereka tau kenapa ketua gang mereka, sangat dingin dan berwibawa di antara teman-teman sekelasnya walau pun mereka masih berada di kelas 2 SMP dan 2 bulan lagi mereka akan berada di kelas 3 SMP.
"Ya kak!.. cepet sembuh kak Kill!".
"Kila!! bukan Kill ya....!" seru Kila yang selalu di panggil kak Kill oleh Lerie, Kill yang berarti 'bunuh/membunuh'.
"Ayo...." tanpa mempedulikan protes dari Kila, Lerie berlalu dengan teman-temannya, ada tugas yang akan mereka kerjakan bersama, otak jenius Lerie selalu dijadikan senjata untuk teman-teman nya, namun Lerie tak pernah mempermasalahkan nya, semuanya masih dalam batas wajar dan kadang berupa candaan.
"Kila kakak pulang dulu ya...nanti kakak suruh bi Asti nemeni kamu disini!" kata May karena Ray menginginkan May pulang.
__ADS_1
"Gak usah kak! kasihan bi Asti udah tua, Kila sendiri aja, lagian banyak Suster juga kok!" dasarnya Kila memang tak pernah mau menyusahkan orang lain.
"udah biar gue aja yang jaga!" kata Tian yang baru saja memasuki ruangan tersebut.
"Waahh di jaga sama dokter cintaku!!! auto sembuh dong!!" ucap Kila berbinar.
"Berisik!!"
"Udah Ray,kalian pulang aja! biar nih anak bau kencur sama gue aja! gue ada pasien juga nanti". lanjut Tian.
Setelah kepergian May dan Ray, Kila di berikan makan malam oleh seorang suster, dengan berbagai cara Kila akhirnya di suapi oleh Tian dengan wajah kesal Tian.Sedang asyiknya menyuapi Kila, tiba-tiba pintu di buka dengan paniknya.
"Kila!! kamu gak papa kan?" tanya salah satu temannya.
"Kamu terluka gak? mana..mana yang luka!!" tanya nya lagi sampai-sampai Tian mundur ke belakang menghindari teman Kila tadi. Mereka bertiga adalah teman kuliah Kila, Chaca, Mela dan Alvi, dan yang teriak-teriak dari tadi sambil panik adalah Alvi, lelaki satu-satunya di geng Mereka.
"Iihh Al!! gue gak papa! kaki gue aja nih!! awas hati-hati!!" ucap Kila kala melihat Alvi sudah mau duduk di pinggir ranjang dekat kakinya.
"busyet deh!! gue khawatir kali!!"
Namun Chaca dan Mela hanya diam saja mengamati Tian yang sedang sibuk mengembalikan mangkuk pada tempat nya serta mengelap tangannya dengan tissue yang ada di sana.
"Dokternya harus ini nih!" kata Mela mengigit bibirnya.
"Tampan banget sih!!"
"Korea banget deh!"
ucapan-ucapan dan tatapan mata mereka membuat Tian gak nyaman,apa lagi dia melihat lelaki yang kira-kira seumur an dengan Kila itu begitu akrab dengan Kila. Melihat keakraban antara Alvi dengan Kila membuat Tian semakin yakin bahwa anak bau kencur itu bukan benar-benar menyukai nya namun hanya sebatas menggodanya saja.
"Ehemmm.... aku pergi dulu nanti aku balik lagi!" kata Tian pamit undur diri. dia sudah tak tahan dengan kedua sahabat Kila yang menatapnya lapar, seakan siap menerkam dan mengambil keperjakaan nya...hehehehehe lebay memang tapi begitu lah pikiran Tian kira-kira.
"Kak Cris, nanti bawain Kila susu coklat hangat ya"
"Iya nanti kakak bawain!"
Setelah kepergian Tian mereka bertiga berkumpul di dekat ranjang Kila.
__ADS_1
"Dia dokter cinta itu La?" tanya Chaca
"He'eh.. ganteng gak?" tanya Kila balik
"Ganteng banget!...aku aja kesemsem!!" saut Mela.
"Iihh lebay kamu sayang!!"
ucap Alvi yang merasa tak suka pacarnya itu mengagumi ketampanan dokter Tian, walaupun dia sudah tau sifat dari pacar sekaligus sahabat nya itu, hanya sebatas memuji si dokter, karena cinta mereka berdua sangat besar.. berakar sejak SMP, ya Mela dan Alvi bahkan sudah mempunyai tanggal pernikahannya.
"Iihhh cuci mata ayank!" ucap Mela manja di bahu Alvi.
"Ciihh pasti deh...iri gue!!" balas Chaca si jomblowati.
"Trus gimana perasaan kamu sama dokter itu La?" tanya Chaca serius.
"Ya gue cinta pada pandangan pertama sama dia Cha!cinta pertama! gue bahkan belum pernah jatuh cinta sebelum nya!" kata Kila memandang langit-langit kamar rawatnya.
"Bakal loe perjuangan in dia La?" tanya Mela yang tiba-tiba juga ikut serius, sedang Alvi hanya mendengar mereka bertiga sambil memeluk Mela yang berada dalam pangkuannya.
"Gak lah Mel!! gue sadar kok gue siapa! dia dari kalangan orang berada Mel, orang kaya! gue berasa jadi tai lalat di tubuh dia...keciill gak kelihatan!" jelas Kila sendu.
"Loe kan juga kaya La!"
"Bukan gue! tapi kak Nara...apa yang gue punya itu punya kak Nara...gue ma cuma Kila!"
"Setidaknya loe berjuang dulu La!" kata Chaca
"Gue lebih senang mencintai dia tanpa memiliki nya Cha....gue gak siap sakit hati lebih dalam!"
"Cukup dengan menggodanya saja!! sudah cukup!" lanjut Kila.
"Oohh give me a hug!" ucap Mela dan Chaca bersamaan.
"Selalu ceria...selalu tersenyum....buang segala rasa sakit!! biar awet muda!!! ha ha ha ha ha ha!!" ucap mereka berempat bersamaan.
Tian yang sedari tadi dibalik pintu yang terbuka sedikit otu hanya bisa diam, niatnya untuk kembali mengambil sesuatu yang terlupa di urungkan ketika mendengar Chaca teman Kila menanyakan perasaan Kila pada Tian.Tian berbalik kembali meninggalkan depan ruang rawat Kila, beberapa kali dia terlihat menyapu kasar wajahnya sendiri.entah apa yang dipikirkan oleh Tian saat ini.
__ADS_1
bersambung....