Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 ( Empat Sekawan)


__ADS_3

"Hallo San....sandra..... hallo!!!"


Percuma Revita memanggil gadis tersebut, karena nyatanya gadis tersebut sudah tergeletak tak sadar kan diri, seseorang tersebut mengambil ponsel dan mengakhiri panggilan nya, dilihatnya siapa yang di telpon oleh gadis tersebut.


"Revita!!! cantik!!" ucap seseorang itu dengan senyuman liciknya.


"Tunggu aku sayang....aku juga penasaran sama kamu!!" ucap seseorang tersebut ke arah ponsel yang menampilkan foto profile Revita.


Kemudian mendekati Sandra,karena jeratan di lehernya,gadis itu tergeletak tak bernyawa di lantai.


"Sayang.....kenapa kamu tidur dilantai heemmmm?" tanya seseorang itu seakan mayat tersebut bisa bangun. Dia mengangkat tubuh Sandra dan membaringkan nya di ranjang yang ada di sana, sebuah ranjang yang terlihat seperti ranjang di rumah sakit.


"Aku ingin menikmati tubuh mu sayang..!!!!" ucapnya sambil melucuti tubuh Sandra yang sudah tak bernyawa.


Di sisi lain, Revita merasa bingung karena Sandra tak bisa di hubungi balik, Revita merasa cemas dengan teman satu Kampus nya itu, karena suara Sandra terlihat begitu ketakutan.Revita yang sedang kebingungan malah di foto oleh Abhi.


cekrek.......


"Lhoo Bhi...ngapain?" tanya Vita heran


"Miss Vita lagi cemas!!! kira-kira mikirin pacar yang mana ya?😁" unggah Abhi di status WA nya dan menampilkan wajah cemas Vita.


"Habis Miss Vita dari tadi melamun mulu'!" kata si Abhi.


"Nggak Bhi...iki temen Miss telepon tapi di telepon balik gak bisa!" kata Vita bingung. Kemudian mereka melanjutkan sesi les bersama, ya..les Abhi tak berhenti meskipun sekolah sedang libur. Di Bali sang kakak yang melihat status adiknya kembali senyum-senyum sendiri, namun sepersekian detik dia melihat wajah cemas dan kebingungan, Lee juga ikut bingung sambil memiringkan wajahnya.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Boy.


"Tidak ada apa-apa!" ucap Lee sambil mengembalikan ponsel nya ke saku nya.


Lee dan Boy akhirnya menyusul ke dua sahabatnya yang sedang bersama kedua gadis yang di bawa nya ke Bali.Mereka bersantai dan bersenang-senang sepanjang hari, walaupun sesekali Boy harus di repotkan dengan kemauan dan ulah Kayra, setelah puas bermain akhirnya mereka kembali ke kamarnya masing-masing,bersiap makan malam dan istirahat.


Rencana yang mereka susun hingga seminggu di Bali ternyata tinggal rencana,Lee merengek pulang ke Jakarta di hari ke empat.


"Gila loe! kayak orang bucin aja!!" umpat Boy yang tau apa yang di pikirkan oleh Lee,Lee hanya menatap tajam Boy.


"Emang ngapain kita balik cepat?" tanya Fabri yang tak paham.


"Si singa betina nya gak ada kabar 3 hari ini!!" kata Boy dengan entengnya.


"Apaan sih loe!!'' saut Lee sambil melempar handuk yang baru di pakainya dari kamar mandi.


Sedangkan di tempat lain.


"Vit...gimana ini? di sini sinyal susah!!" kata Rani temannya


"Ponsel aku malah udah hancur!!" beo Vita yang terlihat lesu,karena ponsel miliknya jatuh dan bahkan sekarang tak berbentuk.


Vita dan Rani mendapatkan kabar tentang menghilangnya Sandra teman kampus mereka, bahkan Sandra sama sekali tak menghubungi nya setelah terakhir kali terdengar ketakutan.Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari di rumah kedua orangtuanya Sandra, ternyata rumah orangtuanya terletak jauh di kota Bandung, berharap mereka hanya menginap satu malam saja di sana setelah bertemu Sandra, mereka mengira Sandra pulang ke rumah dan sinyal susah makanya Sandra tak menelpon balik Vita maupun Rani, begitu lah pikir mereka bahkan hasilnya nihil,karena Sandra tak berada di sana.


"Besok kita pulang ke Jakarta, katanya jalannya sudah di buka tadi!" kata Teo, orang yang menjadi sopir mereka ke sana,salah satu teman mereka.,ya... sesampainya di sana dua hari lalu, jalan tertutup karena longsor hingga mengharuskan mereka menginap karena itu adalah satu-satunya akses ke kota.Ponsel Vita hancur karena terjatuh,karena itu dia tidak bisa menghubungi Abhi ataupun meminta ijin pada Paman Jay karena tak hafal nomornya, walaupun sesekali ponsel Rani mendapatkan sinyal.

__ADS_1


"Ya udah yuk... istirahat dulu!"


Sesampainya di Jakarta,Lee langsung meminta Tora datang ke apartemen nya, tepatnya apartemen milik mereka berempat yang sengaja di beli sebagai tempat mereka berkumpul, Boy memilih pulang terlebih dahulu,begitu juga dengan Fabri,namun Leo yang tak mau pulang terlebih dahulu sekarang menemani Lee di apartemen.


"Bagaimana?" tanya Lee pada Tora dengan tegas dan dingin, karena cemas Lee terlihat seperti papa Ray di mata Tora, menyeramkan.


"Dia pergi bersama kedua temannya tuan muda! mencari keberadaan salah satu temannya yang tidak ada kabar!" lapor Tora.


"Kemana?" tanyanya lagi


"Bandung,tuan muda!!"


"Baiklah kau boleh pergi!jangan beri tahu papa soal apa yang aku perintahkan!" kata Lee karena dia tau betul papanya akan mengejeknya walaupun dengan cara yang halus,akhirnya Tora undur diri.


"Loe nyari si Miss cantik?" tanya Leo yang datang dengan secangkir kopi.


"Hemmmm!" jawab Lee,biar bagaimanapun dia tak pernah bisa bohong pada sahabat-sahabatnya,namun tetap saja gengsi kadang kala di kedepankan nya.


"Hahahahahaa ati-ati!! kena virus!!" kata Leo yang duduk santai di sofa.


"Virus apaan?" tanya Lee heran.


"Virus bucin!! hahahhahahhahahahaa!!"


"Sialan loe Leo!!!"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2