Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

"Cuma di sikat doang?? Boy lebih memilih di jilat daripada di sikat!!" jawab Boy dengan ambigu, pecahlah tawa si Daddy laknat itu.


"hahahahahaha....apa kau yakin Boy? apa kau tidak takut dengan Papa nya? aku rasa singa jantan itu bisa mengamuk kalau kau apa-apa kan anak gadis nya!!" kata Beniqno santai.


"Bukan kah aku anak Daddy? darah kelicikan Daddy pasti sangat kental mengalir dalam diriku!! bukankah begitu tuan Beniqno??!!" ucap Boy dengan gaya Beniqno.


"Ciihh.... kau memang anak laknat Boy!!! tapi Daddy suka hahahahahaha!!!" kata Ben.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Nay yang baru saja masuk bersama Kay membawa makanan, namun dia masih bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


"Sayaaang....!! anak gadismu mana?" tanya Ben mencari adik Boy.


"Dia pergi bersama Mama Sita, sepertinya akan menginap di sana!!" saut Nay sambil mendudukkan dirinya di samping Ben.


"Oohh...ya udah kalau gitu kita bikinin dia adik lagi aja!!" kata Ben tanpa filter sama sekali, bahkan di sana ada Kay yang terlihat salah tingkah karena mendengar omongan konyol calon mertua nya.


"Sayang!!! jaga ucapan mu!!" kata Nay sedikit ketus, dia merasa tak enak pad Kay.


"makan yang banyak Kay, biar tambah sehat dan kuat menghadapi kenyataan!!" kata Nay.


"Kenyataan apa ma?" tanya Boy heran.


"Kenyataan kalau calon suami dan mertua nya sama- somplak!!!" kata Nay,


Boy dan Ben seketika menatap tajam ke arah Nay yang nampak santai. Kay sudah cekikikan tanpa sadar. Ben yang melihat Boy,menatap Nay tajam, akhirnya bereaksi juga.


"Jaga matamu Boy!!!jangan memandang istri ku seperti itu!!" sentak Ben, entah mengapa kalau menyangkut Nay, mereka sudah seperti kucing dan tikus.


"Dan dia Mommy ku tuan Ben!! apa anda lupa?" kata Boy santai.


"Oh Tuhan kapan kalian akan berhenti berdebat!!" kata Nay sambil memutar bola matanya. Dia sudah terbiasa dengan perdebatan dua lelaki yang sama-sama di cintai nya itu, namun Kay yang baru bergabung masih terasa aneh perdebatan antara dua lelaki itu.


Di sisi lain.....


"Apa???!!! gak mungkin Fabri!!!''

__ADS_1


Teriak sang Mama yang mengetahui kebenaran keadaan Sania. Mamanya tiba-tiba merasa sangat di hianati oleh gadis yang di anggap nya anak sendiri itu, Sania gadis yang baik di mata Desi, istri dari Om Kevin papa Fabri.


"Fabri juga gak tau ma! tapi dokter mengatakan yang sebenarnya, bahkan Sania mengatakan akan menggugurkan kandungannya agar bisa kembali kepada Febri Ma!!" kata Fabri.


"Gila!! Mama benar-benar gak nyangka!!" kata Desi.


"Fabri,apa kamu......." kata-kata Desi terhenti saat yang suami melihat nya tajam, Kevin tau apa yang akan di minta Desi pada anaknya.


"Ma....jangan bilang Mama mau aku melanjutkan hubungan ini ma!!''


ucap Fabri yang tau gelagat sang Mama.


Desi sangat menyayangi Sania, sepintas dia kasihan dengan nasib Sania, namun tiba-tiba melihat wajah sang anak yang tersakiti oleh ulah Sania, Desi menyesal karena terlintas di pikiran nya untuk mengorbankan Fabri agar bertanggung jawab atas keadaan Sania.


"Maaf kan Mama Fabri! kamu sudah memutuskan hubungan mu dengan dia?" tanya Desi pada anaknya.


"Sudah ma! Aku tak perlu menghubungi orang tua nya kan ma?"


"tidak perlu! hubungan kalian tak ada sangkut pautnya dengan mereka!" kali ini Kevin yang berbicara,dan Fabri juga Mama nya hanya mengangguk saja tanda setuju.


"Ma....hari ini Fabri tidur di rumah sakit ya?" kata Fabri


Fabri akhirnya menceritakan kejadian yang dia alami hingga pertemuan nya dengan Sania secara tak sengaja di rumah sakit.


"Apa dia tidak apa-apa?" tanya sang Mama.


"Tadi dia kehabisan darah, tapi semua sudah aman ma, tinggal tangan kanannya yang mengalami patah tulang!" kata Fabri menjelaskan


"Kasihan ma kalau sendirian malam ini!" lanjut Fabri


"Ya udah bawain makanan sekalian, biar bibi siapkan!" kata Mama nya.


Akhirnya di sinilah Fabri berada!


"Sudah makan?" tanya Fabri

__ADS_1


" Belum kak!" jawab Frela,sambil memandang makanan yang ada di meja samping ranjangnya,dia kesusahan untuk menyuapinya sendiri.


"Ini tadi Mama bawain, makan ini aja masih hangat!" kata Fabri.


"Sini...biar kakak suapi!" kata Fabri


"Ti-tidak kak, biar Ela sendiri aja!"


"Tidak apa-apa! anggap kakak ini,kakak kamu sendiri ya?!" kata Fabri.


Karena Fabri terlihat bersahabat, Ela akhirnya sedikit terbiasa,dia tak setakut pertama kali bertemu dengan Fabri,dan tak secanggung pertama kali Fabri masuk tadi. Fabri memutuskan untuk tidur di sofa setelah mendengar kan cerita hidup Ela, tentu saja dengan desakan dari Fabri, akhirnya dia mau terbuka dengan Fabri. Fabri tertidur sangat pulas walaupun hanya tidur di sofa, lain hal nya dengan Lee yang sama-sama tidur di sofa kamar nya. Itu karena kekesalan Vita tadi berimbas pada hukuman Lee yang di larang menyentuh nya selama satu bulan, dan di awal i dengan Lee yang harus tertidur di sofa kamar mereka.


"Sayang.....kamu belum tidur?" tanya Lee yang tak kunjung bisa tidur.


"Udah dong mas!! aku mau tidur!!" jawab Vita,


pasalnya ini sudah yang ke 10 kali Lee bertanya pada Vita. dan jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Lee hanya menunggu Vita setengah terlelap, kemudian melancarkan rencananya. Jangan panggil namanya Shailendra kalau kalah dari sang istri. Sekali lagi Lee memanggil Vita, merasa tak mendapatkan jawaban, Lee segera berdiri dari sofa, membawa bantal dan selimut nya menuju ke atas ranjang, perlahan dia naik ke ranjang agar sang istri tak terbangun.


"Mau mengalahkan aku sayang! tidak akan aku biarkan!!"


gumam Lee pelan sambil masuk ke dalam selimut yang sama yang di pakai sang istri. Rencana yang sudah dia simpan di otaknya rapi, akhirnya di lancarkan nya setengah jam setelah istrinya terlelap cukup lama. Lee bukanlah tipe suami yang takut pada istrinya, setidaknya dia akan menuruti sang istri agar sang istri merasa menang terlebih dahulu. Walaupun pada akhirnya Lee akan memenangkannya juga, Vita acap kali bernyali ciut bila Lee sudah ber mode diam dan dingin ala Ray, sang mertua.


Pagi yang cerah akhirnya menyambut dua insan yang sedang terlelap di balik selimut yang sama, Lee dengan tenang memeluk Vita dari belakang. dan Vita yang belum menyadari keberadaan Lee, hanya menggeliat pelan, karena pelukan Lee yang tak begitu kencang akhirnya memudahkan Vita lepas.Vita merasa ada yang aneh pada dirinya,dia menoleh ke arah kanan,di lihatnya sang suami tidur tengkurap dengan wajah menghadap dirinya, Vita dengan cepat memeriksa keadaan tubuh nya di dalam selimut dan.....


"Leeeee!!!!!!!" teriak Vita yang spontan membangun kan Lee yang langsung terduduk di atas ranjang.


"Apa sih sayang!!" kata Lee lirih sambil mengucek matanya.


"Dasar suami mesum!!! kamu sedang di hukum Lee!!!"


teriak Vita sambil memukul dada Lee berulang kali, dia bahkan melupakan selimut nya yang jatuh dan memperlihatkan tubuhnya yang polos, Lee hanya bisa menggaruk tengkuknya sambil cengengesan.


"Sayang!!! kalau begini, aku bisa minta lagi lho!!" kata Lee yang akhirnya menyadarkan Vita kalau mereka dalam keadaan polos di atas ranjang tanpa selimut yang menutupi nya.


"Dasar suami gila!!!" pekik Vita sambil lari ke kamar mandi.

__ADS_1


"Hehehehe..... Lee di lawan!!" ucap Lee ketika melihat punggung sang istri yang masuk ke kamar mandi, ya... semalam Lee berhasil juga memperkosa istrinya tanpa membuat Vita terbangun!! Dasar Lee si laknat yang entah mengapa lebih menuruni sifat Beniqno dalam hal kemesuman.


bersambung....


__ADS_2