
Kali ini Empat sekawan berkumpul terlebih dahulu di lapangan basket kampus setelah menyelesaikan mata kuliahnya,mereka sudah cukup lama tak bermain di sana, biasanya mereka melakukan olah raga di tempat langganan mereka, namun kali ini Fabri yang mengajak mereka untuk bermain basket.
"huuuuuuu ayo.....kak Boyyyyy!!"
teriak beberapa gadis yang melihat boy sedang mendribble dan di kejar beberapa lawan dan akhirnya Boy mencetak angka, sekarang giliran Lee yang membawa bola, lagi-lagi para gadis itu meneriakkan nama Lee, acara makin seru ketika mereka melihat Lee dan kawan-kawan nya semakin berkeringat, apalagi beberapa kali Leo mengibaskan rambut basahnya, wajah imut ala Korea milik Leo bahkan sudah kemerahan karena tersengat matahari yang semakin naik.
Fabri melepaskan kaosnya dan terlihat jelas tubuh kekar nya, di antara mereka yang mempunyai tubuh kekar berotot adalah Boy dan Fabri, sedangkan Lee dan Leo terlihat kecil namun padat berisi, walaupun perut mereka sama-sama mencetak 6 kotak ala roti sobek. Teriak para cewek lebih histeris lagi, jarang bagi mereka melihat empat sekawan olah Raga di kampus beberapa waktu ini.
"Ada apa sih? rame banget di lapangan? tumben?" tanya Ayana pada Sari,teman satu kelasnya, Ayana baru saja keluar dari kelasnya.
"Empat sekawan lagi Olah raga!! aaaaahhhhhhhhh ayooo kesana!!" pekik Sari,
Ayana hanya diam saja tanpa menanggapi perkataan Sari, Ayana hanya mengikuti temannya yang sedikit berlari ke arah lapangan basket. Sesampainya di lapangan, dia melihat sang kekasih di datangi seorang gadis dengan membawa sebotol air mineral, Ayana yang memang pembawaan nya kalem, lembut dan tenang hanya diam saja saat melihat Leo sedang di dekati seorang gadis.
"Kak Leo....ini untuk kakak!" kata si gadis itu, ketika para pemain basket sedang beranjak dari lapangan untuk istirahat terlebih dahulu.
"Terimakasih!" kata Leo menerima minuman itu, namun dia hanya memegang nya saja, setelah si gadis itu berlari menjauh, Leo melempar botol itu pada Fabri, lalu Fabri membuka segel dan meminumnya sendiri. Sekilas dia melihat Ayana yang berlalu dari lapangan, dengan cepat Leo mengejar Ayana.
"Mau kemana?" tanya Leo sambil memegang tangan Ayana.
"Mau pulang" jawab Ayana,
Sari teman yang ada di samping nya kaget, bagaimana bisa salah satu empat sekawan mengenal Ayana,pikir Sari. karena tak banyak yang tahu kalau Ayana adalah pacar Leo, apalagi Ayana baru memulai kuliah nya lagi setelah cuti satu semester.
Leo mengambil minuman yang ada di tangan Ayana, dan dengan cepat meminum nya.
"Leo...itu punya aku, kamu kan udah dapat dari cewek tadi''
Nada lembut Ayana yang selalu di sukai Leo, dia hafal betul dengan setiap ucapan yang keluar dari mulut Ayana, walaupun lembut namun ada kesan cemburu di sana.
"Aku udah selesai! tunggu di mobil" perintah Leo, semakin membuat teman Ayana bengong.
"Gak mau, aku pulang sama Sari" tolak Ayana, entah mengapa dia merasa ingin menjauhi Leo hari ini.
"Turuti aku sayang!cup......!" ucap Leo di akhiri dengan kecupan singkat di kening Ayana.
__ADS_1
"Sari...kamu Sari ya?" tanya Leo
"Eh.. i-iya" jawab Sari gugup
"Aku bawa Ayana ya...kamu hari ini bisa pulang sendiri kan?" kata Leo, yang sukses membuat Ayana melotot.
"O-okey.....bye Ay....gue pergi dulu" kata Sari yang akhirnya ngacir terlebih dahulu.
"Nyebelin!" kata Ayana sambil memanyunkan bibirnya
"Udah dong! jangan gitu kalau cemburu! ntar aku gemes lho!" goda Leo sambil menyodorkan wajahnya di depan Ayana.
"Aku ke mobil, udah sana ganti dulu! bau tau!" kata Ayana
"Bau yang lain aja kamu suka, ini kan cuma mau keringat aja sayang!" bisik Leo ambigu.
"Mesum!!" jawab Ayana dengan isyarat mulutnya saja.
Akhirnya Leo meninggalkan Ayana,dan Ayana berlalu ke mobil Leo yang terparkir di parkiran kampus, namun ternyata dari tadi Sari menunggu Ayana sendiri untuk mengintegrasikan temannya itu.
"Gila Ay.....loe pacaran sama Leo??" tanya Sari antusias.
"Trus....trus....kamu kenal dong sama ketiga sahabatnya dong Ay!!!'' tanya Sari lebih heboh lagi.
"Iya!"
"Aaaaagggghhhhhhhhh....kenalin dooong sama yang bule itu!!! ganteng nya kelewat batas!!" teriak Sari, sampai Ayana menutup telinganya.
"Sari!!!! pelan-pelan dong ngomong nya" saut Ayana
"Maksud kamu Boy?" lanjut Ayana
"He 'eh!!" Sari mengangguk antusias.
"Dia suami dari sepupuku, mau kamu jadi pelakor?" kata Ayana santai.
__ADS_1
"hah?? apa??? si bule udah nikah??? patah dong hati gue!!!" kata Sari sok sendu
"Sama si Lee aja deh!"
"Malah istri nya udah mau melahirkan!" saut Ayana
"Apa???!!! yaaahh stok cogan di kampus kita berkurang dong yang jomblo!!" kata Sari
"Gak nanya di Fabri?" kata Ayana
"Si kekar? gak..gak....gak....! cakep sih! tapi paling sangar di antara mereka!! apalagi pas lagi mode dingin!! hiiiiiii serem!!"
kata Sari yang membuat Ayana tertawa cekikikan sendiri.
Akhirnya Sari berlalu dari sana karena memang ojek online yang dia pesen sudah sampai, sedangkan Ayana masih menunggu Leo di samping mobil milik Leo, namun tiba-tiba...
byuuurr.....
"Uupsss...... sorry, gak liat sih ada orang di sini!" kata Seorang gadis cantik dengan gaya modis nya.
Ayana hanya diam saja sambil membersihkan kemejanya yang sudah basah oleh jus yang di tuangkan di bagian dadanya.
"Apa masalah kamu sama aku?" tanya Ayana dengan tenang,sambil membersihkan sisa jus dengan tangannya.
"Jauhi Leo, jangan sok keganjenan sama dia ya!" kata gadis itu yang bernama Sesil, Ayana coba mengingat, ternyata dia adalah gadis yang memberi Leo air mineral tadi.
"Apa hak kamu melarang aku dan Leo?" tanya Ayana.
"Kamu Ayana kan? gara-gara kamu!! perjodohan aku dan Leo di batal kan!!! kamu memang perusak hubungan seseorang ya?? Merusak hubungan Papa aku dan Om Raka!!!" kata Sesil sambil tersenyum sinis, Ayana tak mengerti maksud Sesil.
"Om Raka hanya tak enak saja dengan om Johan,kalau sampai keponakan om Johan yang kecentilan ini di tolak oleh Leo!! jadi mereka terpaksa mengiyakan hubungan kalian!! padahal aku tau kamu pasti yang kecentilan sama Leo!! dasar miskin gak tau diri!!"
Ayana hanya diam saja, tiba-tiba saja, hatinya membenarkan omongan Sesil, benarkah karena dia, hubungan Papa Sesil dan Om Raka papi Leo retak?. Ayana larut dalam lamunannya, hingga dia tak tau bahwa Sesil sudah berlalu dari sana setelah menuangkan sisa jus nya di tubuh Ayana kembali.
Ayana memang tak sekuat gadis lain, hatinya sungguh sangat rapuh dan mudah terbawa suasana, dengan cepat Ayana berlalu dari sana, dia ingin menghindari Leo, dia tak ingin lagi menunggu Leo yang ingin pulang bersamanya.
__ADS_1
"Kemana sih Ayana? kenapa ponsel nya gak aktif?" gumam Leo sesampainya di mobil karena tak mendapati Ayana di sana.
bersambung....