
Wiuuuu......wiuuuu...wiuuuu.....
"Oh Damn!!" umpat Boy ketika mendengar suara sirene kendaraan polisi yang mengejar mereka. Leo tertawa sambil berteriak ruang, dia berhasil membuat Boy kesal, sedang kan Fabri ikut gembira karena merasa bisa sedikit terhibur dengan ulah Leo.
"Ayo Leo!!! sekali-kali jadi anak nakal itu menyenangkan!!!" kata Fabri dengan santai.
"Sialaaan loe!!!!" umpat Boy sambil memukul kepala Fabri dari belakang.
"wwooowww....apa kita perlu memperlambat kecepatan Bri?? kita harus di kejar mereka!!" teriak Leo.
"lakukan Leo, akan semakin menyenangkan!!" kata Fabri
dan benar saja, mobil polisi tersebut bisa mengejar bahkan sejajar dengan mobil Boy, namun karena kaca mobil yang gelap membuat para polisi tidak bisa melihat ke dalam isi mobil tersebut.
"Berhenti!!!! kalian melanggar aturan dalam berkendara!" teriak salah satu polisi dengan pengeras suara.
"Aku sedang buru-buru pak!!" teriak Leo yang sedikit menurunkan kecepatan nya dan kaca samping mobilnya namun tak sampai terlihat wajah Leo.
"Berhenti!!! kalian kena pasal..........."
Suara polisi itu hilang tertelan angin, ketika dengan teganya Leo melesat meninggalkan mobil polisi tersebut.
Lee yang mendengar perdebatan mereka hanya geleng-geleng kepala sambil mengeluarkan ponselnya. Rasanya Lee tau kalau Leo hanya ingin bersenang-senang tanpa mau di gelandang ke kantor polisi karen ngebut di jalanan, Lee juga tau kalau Leo hanya bertujuan mengalihkan ketegangan Boy karena khawatir dengan keadaan sang istri, dan jangan lupakan Fabri yang sedang bersedih, mungkin bagi Leo sekali menyelam minum air, sekalian membuat Fabri senang.Lee nampak mencari nomor seseorang yang bisa dia mintai pertolongan.
"Hallo Tuan muda!" sapa Tora asisten nya.
"Tor, kamu bawa mobil yang sama dengan milik Boy, aku share lokasi nya, gantikan Leo mengecoh polisi!! anak itu sedang ingin gila-gilaan!" perintah Lee
"Baik Tuan muda" Tora langsung paham apa yang di maksud dengan si Bos nya.
Dengan segera dia menyusul Lee setelah mendapat lokasi pasti nya mereka berempat.
"Dasar anak muda!!" ucap Tora sambil memandang ponselnya.
Kembali ke Leo dan kawan-kawan nya yang di kejar-kejar polisi, mobil Boy yang sudah di modifikasi dengan canggih,sulit rasanya di kejar oleh mobil polisi yang tertinggal jauh dari mereka.Dan beberapa menit kemudian, Tora datang dengan mobil yang sama.
"Bolek kiri Leo!" perintah Lee ketika melihat mobil Tora ada di belakangnya.
__ADS_1
"Siaaapp brother"
Kini Leo dan teman-temannya, mengambil jalan lain ke rumah sakit, hingga beberapa saat mereka sampai diparkiran rumah sakit.Dengan wajah kesal Boy turun dari mobil.
"Urusan kita belum selesai Leo!!" ucap Boy
"Haaaishh kau tak tau rasanya bersenang-senang!" saut Leo.
mereka berempat segera menuju ke ruang rawat dimana Kay dirawat, setelah tadi dia dilarikan ke rumah sakit, ternyata Kay kurang cairan, kelelahan dan butuh perawatan lebih intensif, akhirnya Papa Johan meminta pihak rumah sakit untuk merawat anaknya tersebut, karena ditakutkan kalau di rumah Kay tidak akan bisa dirawat dengan maksimal. Kay dan Boy memang tinggal di rumah Boy, namun setiap weekend, Kay meminta pada Boy untuk bisa menginap di rumah sang papa, karena minggu kemarin Kay tidak bertemu dengan sang papa, maka hari ini dia meminta izin Boy untuk bertemu dengan sang Papa, naas! kejadian di mana Kay pingsan malah terjadi di kantor Johan, bagaimana dengan Boy? tentu saja Boy harus bersiap dengan amukan singa jantan tersebut,karena sudah bisa di pastikan, Johan pasti beranggapan bahwa Boy tidak bisa menjaga Kay dengan baik.
ceklek.....
"Kay.....sayang...kamu kenapa?"
Tanya Boy yang langsung berhambur memeluk sang istri, sungguh Boy sangat khawatir dengan istrinya tersebut.
"Kay cuma kelelahan kak!" jawab Kay
"Kau apakan anakku!! menantu kurang ajar? berani kau tidak menyapa mertua mu!" hardik Johan
"Eh Papa! hehehehe" Boy langsung menyalami tangan Johan sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Lee yang mendekati Kay, kemudian mengelus kepala gadis yang sudah di anggap adiknya sendiri.
"Cuma rasanya lemes kak, dan sekarang sudah lebih baik!" jawab Kay.
"Apa Boy terus melakukan malam pertama berulangkali padamu? hingga kamu kelelahan gini?" tanya Leo sangat vulgar, hingga sebuah pukulan kecil mendarat di bahu Leo,dan Fabri lah pelakunya, Kay terlihat merona di pipinya.
Boy sudah melotot tajam ke arah Leo, sayangnya Leo tak peduli dia juga ikut mengelus kepala Kay yang nampak lemas tersebut.
"Cepat sehat Kay" ucap Fabri dari belakang Leo.
"Terimakasih kak" ucap Kay
Lee duduk dengan tenang di samping Kay, sambil mengupas buah jeruk di tangannya untuk Kay, Boy masih belum berani beranjak dari samping mertuanya tersebut.
"Papa ingin bicara denganmu!! duduk!!" kata Johan pada Boy.
__ADS_1
Boy menangkap sinyal yang tak baik dari sorot mata sang papa, Boy langsung memandang ke arah Fabri, dan Fabri mengerti akan kode dari Boy, Fabri mendekati mereka, berharap tidak ada pertumpahan darah antara dua singa jantan tersebut.
"Ada apa?" tanya Boy berusaha untuk tenang.
"Apa terjadi sesuatu pada Kay?Kay baik-baik saja kan pa?" tanya Boy dengan cemas nya.
Entah mengapa, Johan mengurungkan niatnya untuk duduk sambil berbicara pada Boy, dia lebih memilih berdiri dan memerintah Boy untuk berdiri pula.
"Berdiri kamu Boy!!" pinta Johan
Kay sudah memegang erat tangan Lee, hingga Lee merasa heran dengan apa yang dilakukan Kay, Kay nampak cemas melihat Papa dan suaminya berhadapan.
"Kenapa?" tanya Lee sambil berbisik.
Kay menjelaskan semuanya pada Lee, tentu saja dengan berbisik juga agar semua yang ada di sana tak mendengar cerita Kay, Lee hanya bisa menepuk jidatnya pelan. Rasanya dia sedikit iba dengan sahabatnya itu, Lee memandang Leo yang asyik dengan ponsel, kemudian melempar kulit jeruk pada Leo agar memandang ke arah Lee, Leo memandang Lee dan tau kode dari tatapan mata Lee.Leo segera berdiri mendekati Fabri yang sudah ada di samping Johan dan Boy.
"Ada apa pa? katakan??" ucap Boy dengan nada meninggi,dia sungguh cemas dengan keadaan Kay, hingga tak sadar bahwa yang ada di hadapannya adalah sang mertua.Johane melotot sempurna.
"Kay hamil!" ucap Johan
"Apa?? Kay hamil?? sayang....kita punya anak!!" pekik Boy bahagia.
"Tunggu pa! masalah nya dimana? toh aku dan Kay sudah menikah pa!!" kata Boy dengan santainya.
"Masalah nya?" tanya Johan balik
"iya! masalahnya apa pa?" entah mengapa mereka saling melempar pertanyaan.
"Masalah nya Boy!! bagaimana bisa anak gadisku hamil 8 minggu padahal kalian baru menikah 4 minggu yang lalu!!! dasar anak kurang ajar!!! bukankah aku menghukum mu agar tidak bertemu dengan Kay?? kapan kau melakukan pembuatan anak itu,dasar anak nakal!!!" hardik Johan sambil menjewer telinga Boy dengan keras.
"Awooww aaaarrggghhh sakit paaaa....!"
"Pa...sakit!! Boy cuma uji coba!!" ucap Boy ngasal.
"Kau pikir anakku bahan malpraktek mu??!!!"
"Ampuuun papaaaaaaa!!!!" teriak Boy
__ADS_1
Kay merasa ngeri sendiri melihat Papa nya ngamuk pada Boy, ketahuan sudah perbuatan Boy yang melakukan malam pertama bahkan sebelum mereka menikah. ketiga temen nya hanya bisa diam memandang drama mertua dan menantu yang susah sekali akur tersebut.
bersambung...