
Di sebuah ruang kerja, dua manusia berbeda jenis itu sedang bertukar keringat, menyalurkan rasa-rasa nikmat bersama.
Beniqno...si mantan Casanova ini selalu saja mengajak sang istri bercint@ bila sudah melihat istrinya marah-marah karena cemburu dengan banyaknya wanita yang menganggu rumah tangga mereka. posisi Nayla yang berada di pangkuannya dan sedang membelakangi nya membuat Ben leluasa membisikkan kalimat-kalimat bujukan agar istrinya tak marah lagi, entah mengapa emosi Nayla akhir-akhir ini sering meledak-ledak.
"Jangan marah lagi Canim!! dia bukan siapa-siapa!"
kata Ben dengan terus memacu istrinya itu dari arah bawah, Nayla yang larut dalam gairah nya hanya bisa mendesah tak karuan. selain emosian Nayla juga sering menguras habis tenaga Ben di atas ranjang, Ben kadang kewalahan dengan permintaan sang istri.
"Hanya kamu!! hanya kamu yang bisa membuatnya berdiri tegak Canim!!"
kata Ben terus saja merayu sang istri.
Saat bercint@ seperti ini, Ben yang galak dan temperamental akan berubah jadi Ben yang lemah lembut dan penyayang.Ben mengubah posisi Nay yang tadinya duduk di pangkuan nya, sekarang Ben berdiri di belakang Nay dan memberikan kenikmatan pada sang istri yang sedang posisi bungkuk di depannya. Ben yang mendengar rintihan dan desahan sang istri yang semakin keras menjadi semakin liar,dia tau ini adalah posisi favoritnya sang istri.
"Aku lebih suka dari belakang Ben sayang, lebih terasa!" ucap Nayla kala itu yang masih terngiang di telinga Ben.
Ben semakin mempercepat gerakannya, dia merasa juga sudah hampir pada ujungnya, Beberapa saat kemudian Ben sudah mengakhiri pergulatan,dan kembali lagi memangku Nayla tanpa melepaskan penyatuan nya.tiba- tiba....
"Aaargghh...Ben.....sayang .....sakit!" rintih Nayla yang merasakan perutnya sakit, Ben segera melepaskan diri dari Nayla dan membawa Nayla ke sofa.
"Canim! ada apa? kenapa? mana yang sakit?" tanya Ben panik
"Perut ku,arggghh sakit!"
Tanpa pikir panjang Ben berlari ke kamarnya,mengambil dress untuk sang istri bahkan dia tak mempedulikan dirinya yang hanya mengenakan boxer tanpa dalaman.Dengan cepat dia mengganti boxer nya dengan celana pendek dan memakai kan dress ke tubuh istrinya.
"Antoniiiii!!! siapkan mobil!!" suara Ben menggelar di rumah besarnya, hingga beberapa pelayan keluar dan terlihat panik melihat nyonya besarnya di bopong dengan wajah kesakitan, Antoni segera berlari menuju mobilnya dan seorang anak buahnya membuka pintu mobil agar Ben dengan leluasa masuk.
"Cepat Antoni!!!!" Teriak Ben.
__ADS_1
"Canim.... sayang... bertahanlah!!! cup..cup...cup....!" baru kali ini Antoni melihat Ben begitu panik dan cemas,bahkan dia melihat tuannya itu hampir menangis melihat sang istri merintih kesakitan. berkali-kali Ben menciumi istrinya.
"Apa kau tidak bisa cepat Antoni!!"
bentak Ben karena panik dengan keadaan Nayla. Tanpa banyak bertanya dan berkata Antoni memencet klakson mobilnya berkali-kali berharap anak buahnya tau keinginan tuannya dan sekaligus memberi peringatan pada mobil di depannya agar mau menyingkir.
Dengan bantuan anak buahnya yang mengawal dari depan, Ben sampai di rumah sakit, dia berlari membopong istrinya masuk ke rumah sakit.
"Dokter!!!! dokter...tolong istriku!!" teriak Ben.
"Nay!!! ada apa ini tuan Ben??" Tian yang kebetulan berada di situ melihat Nayla pingsan segera mengiring Ben ke UGD
"Keluar lah dulu Tuan!" perintah Tian, namun Ben masih terpaku melihat sang istri.
"Tuan keluar lah biar kami bisa menanggapi istri Anda!"
kata Tian lagi, walaupun mereka sekarang memang semakin akrab tentunya karena Ray dan Nayla yangs ering berkunjung ke rumah Ray, namun dalam lingkup kerja Tian selalu profesional.
"Keluar Ben!!! gue gak bisa nangani Nay kalo loe masih di sini!!!" bentak Tian balik.
"Antoni!!! bawa keluar tuanmu!!" teriak Tian sampai Antoni mendengar nya.
Antoni hanya diam dan menimbang perintah Tian, dia tak berani melakukan perintah selain dari tuannya.
"Loe mau Nay kenapa-napa hah???!! keluar Ben!!" Tian menarik kaos Ben yang tak berkerah itu, tak ada jalan lain, dia tau Ben pasti akan membuat keributan bila berada di dekat sang istri yang sedang di tangani.
Dengan kesal Ben keluar dari UGD tempat Nayla di tangani, dengan panik dia mondar-mandir tak karuan.
"Tu-tuan apa kita perlu menghubungi papa nyonya tuan?" tanya Antoni,yang serta merta mendapatkan tatapan tajam dari tuannya.
__ADS_1
'Salah ya aku?' batin Antoni terkejut melihat tatapan tuannya.
"Kau mau mereka jantungan??? atau kau mau membuat image untuk ku sebagai menantu yang gak becus melindungi istrinya?? hah??!! katakan Antoni!!???"
karena pikiran kalutnya, pertanyaan Antoni yang sebenarnya meminta pendapat menjadi bumerang bagi Antoni sendiri.
"Maaf Tuan!! dokter sudah keluar Tuan!" kata Antoni mengalihkan pembicaraan karena tak mau menerima amukan dari singa marah di hadapannya, dia tak mau berakhir di kolam buaya milik Ben.
"Tian!!! bagaimana Nay??" ucap Ben yang menerobos masuk,dengan kesal Tian mengikuti masuk Beniqno, untung nya suster susah keluar semua dari ruang UGD.
"Ckck..... sebentar lagi Nay akan di pindah ruang rawat! kau ini!! kau apakan saja istri mu!!" bagi Tian, Nay Suster yang pernah jadi asisten nya itu sudah dianggap sebagai sahabat nya sendiri,dia merasa kesal setelah tau apa penyebab sakit yang di derita oleh Nayla.
"Kau pikir aku tega menganiaya istri ku??" ucap Ben dengan sinis pada Tian.
"Ciiihh.... dengar ya tuan Ben yang terhormat!! sebaiknya berhati-hati jika bercint@ dengan istrimu!"
"Kenapa kau jadi mengurusi urusan ranjang istriku?? makanya menikah!! aku yakin burung mu sudah karatan karena sering bermain solo!!" ejek Ben.
"Apa?? Oh Tuhan Tian!! sabar!!" ucap Tian dengan kesal, untung nya di sana tak ada orang lain selain mereka bertiga.
"Tuan Beniqno yang terhormat!!! Nayla istri tercinta Anda sedang hamil muda!" lanjut Tian.
"Apa??? maksud mu Nay sedang hamil?? aku..aku akan jadi Daddy? begitu?" tanya Ben dengan gugup dan ter dengar sangat bahagia.
"Benar Tuan Beniqno yang terho..... aaargghhh!!!" Teriak Tian yang belum menyelesaikan omongannya.Seketika Antoni masuk di ikuti dua suster yang tadi ikut menanggapi Nayla, mereka bertiga melotot dengan apa yang mereka lihat, bahkan seorang suster sudah memegang dadanya takut jantung nya copot.
"Huuuuuu.....aku bahagia Tiaaaannn!!?" teriak Ben sambil mengangkat tubuh Tian hingga dada Tian sejajar dengan wajah Ben, dan memutarnya, adegan itu sukses membuat ketiga pasang mata yang baru masuk itu salah paham.
"Ben!!!! turunkan gue!!!" bentak Tian ketika menyadari ada yang memperhatikan kekonyolan Ben.
__ADS_1
bersambung