Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Acara lamaran


__ADS_3

"Gimana pa? bi? pak Agung?" tanya Ray yang tak sabar mendapatkan jawaban dari mereka...


"ehmmmmm......! jangan!! gue dulu dong!!" saut Tian di antara ketegangan mereka, Johan sudah melirik tajam ke arah Tian, sayang yang di lirik hanya diam saja.


"Nikahnya sama aku ya kak?" celetuk Kila,dan langsung menutup mulutnya Ketika papa Arya menatap sang keponakan.


"Tian!" kata papa Arya


"Hehehe okey pa, serius!" saut Tian.


"Apa benar kamu sudah siap menikah?" tanya papa arya


"Iya pa! Ray yakin dengan pilihan Ray!" jawab Ray.


"Apa Maysha yakin juga Ray?" kata bi Ana.


"Ray yakin bi, dia juga bersedia!"


"Gimana cara loe ngelamar dia Ray?" tanya Johan penasaran bagaimana si Everest ini melamar anak gadis orang.


"Ya..cuma bilang... May nikah yuk?" dengan polosnya Ray mengatakan apa yang dia katakan pada Maysha.


Gelak tawa bersamaan membuat rumah tersebut ramai seketika.


"Dasar gunung es!!" celetuk Tian.


"Syukur-syukur ada yang mau sama loe!" kata Johan.


"Sudah-sudah...iya kita akan datang ke rumah orangtua Nayla karena mereka lah wali dari Maysha, orang yang sudah di anggap sebagai orang tuanya sendiri.!" kata papa Arya.


"Beneran pa? kapan papa ada waktu?" tanya Ray


"Kapan saja! papa siap! papa senang akan mendapatkan mantu! ha ha ha ha ha!"


"Nanti bibi bantu semua keperluan nya buat lamaran!"


"Bapak juga bakalan bantuin!" saut pak Agung.


"Makasih semuanya!"

__ADS_1


Di lain tempat Beniqno sudah uring-uringan karena Antoni memberikan jadwal yang cukup padat untuk dirinya bertemu beberapa klien.


"Apa tidak bisa kamu urus sendiri Antoni!! kapan selesainya kalo seperti ini!! kenapa jadwal ku padat sekali!! hah??!! kalo begini kapan aku ada waktu buat ngelamar Nayla!!"


"Ini semua harus anda hadiri tuan, kalo tidak maka bisa di pastikan kita akan rugi besar tuan!!"


"bayarkan saja pinalti nya!!"


"kalo tuan membayar kerugian sebanyak itu , bisa di pastikan tuan tak akan bisa menikah i nona Nayla tuan!"


"Apa maksud kamu Antoni????" teriak Beniqno.


"Tuan, kalo tuan bangkrut apa mama nona Nayla masih mau menjadikan anda menantunya?" ancam Antoni, seketika mata Beniqno melotot tajam ke arah Antoni.Rencana melamar Nayla yang di jadwalnya minggu ini berantakan karena dia harus keluar kota beberapa hari dan menandatangani beberapa berkas kerjasama.


Hancur sudah rencana Beniqno dan Antoni adalah sasaran empuk segala macam amukannya.


Sedangkan kedua wanita yang hampir membuat gila dua lelaki galak dan dingin itu sedang asyik menonton film kesukaan mereka di ruang keluarga di rumah mama Sita dan papa Roki.


"Jadi beneran May, kalo tuan Ray ngelamar kamu?"


"Iya ma! rencananya minggu depan bakalan ke sini! gimana pa?" tanya May pada papa Roki.


"Waaahhh anak-anak mama bakalan di nikahi sama orang-orang keren dan kaya pa!! waahhh musti pamer nih sama ibu-ibu pas arisan nanti!" kata mama Sita antusias.


"Idihhh dasar tukang pamer!!" saut Nayla.


"bilang aja kamu iri! gara-gara May di lamar duluan!" kata mama gak mau kalah.


"Siapa bilang!! Nay juga udah dilamar ma!!"


"Mana?? Ben juga belum ada rencana kesini!"


"Tapi srah-srahan lamaran nya udah nyampe kesini semua!" kata Nayla menyindir sang mama yang sering di sogok barang mewah oleh Antoni tentu nya atas perintah tuannya.


"Mana gak ada!!" ucap mama Sita sok polos.


"Huh!! Dasar mama matre!!" ucap Nayla kesel namun di balas cekikikan oleh sang mama dan Maysha.


Hari dimana di nanti-nanti oleh Ray datang juga! rencana nya nanti malam dia akan melamar Maysha di kediaman rumah mama Sita. Disana sedang heboh mempersiapkan jamuan makan untuk Ray dan keluarga nya, Maysha bahkan sudah meminta ijin untuk pergi ke rumah mama Sita sejak pagi, dan Ray mengijinkan Maysha pergi, sayangnya Lerie tak mau ikut dia hanya mau bersama papa Arya dan akhirnya May pun membiarkan saja toh nanti mereka juga bertemu di rumah mama Sita.

__ADS_1


"Kamu jadi melamarnya Ray?" tanya tuan Adrian.


"Iya tuan! malam ini rencananya" jawab Ray saat mereka berada di dalam mobil menuju rumah besar.


"Wahhh kak Ray akan menikah? apa ada yang mau menikah i manekin seperti kakak?" celetuk Raka saking senangnya yang mana hal itu membuat si tuan besar Adrian tertawa terbahak-bahak, Ray hanya menatap tajam Raka, sayangnya yang di tatap hanya diam saja dan fokus pada jalanan seakan merasa tak bersalah.


"Paling juga di jadikan pajangan di kamar wanita itu Raka!"


Ha ha ha ha ha tawa goda an mengelegar di dalam mobik mewah tersebut, mereka bertiga terkadang memang bercanda bersama, tentunya hanya Ray atau Raka yang jadi bahan olokan, sedangkan tuan Adrian tetaplah tuan Adrian yang tak ingin tersentuh.


**********


Mama Sita dan papa Roki saling memandang berulang kali! mereka binggung dengan apa yang mereka hadapi saat ini.


sedangkan semua orang yang ada di sana ikut merasakan hawa dingin dari dua orang yang saling menatap tajam satu sama lain yang duduk di hadapan papa dan mama Nayla tersebut.


"Tuan Beniqno! hari ini adalah acara penting bagi saya! bisa kah tuan tidak menganggu?" kata Ray dengan bahasa formal nya.


"Asisten Ray! hari ini juga hari penting untuk ku! aku rela menempuh perjalanan cukup jauh dan langsung bergegas ke sini!! demi apa? kalo bukan demi kekasih ku!! dan hari ini adalah hari penting ku juga!!" kata Beniqno tak mau kalah.


"Saya sudah merencanakan ini jauh hari tuan Beniqno!! tolong hargai saya!" Ray masih saja ngeyel.


"Kau pikir aku tidak asisten Ray?!"


Tatapan dingin dari kedua lelaki yang sejatinya datang dengan tujuan yang sama malam ini yaitu melamar kekasihnya masing-masing! namun di antara mereka tak ada yang mau mengalah. Ray merasa ini adalah acaranya dan Beniqno merasa dia juga berhak karena jauh-jauh hari sudah merencanakan semuanya juga.


"Baiklah bagaimana kalo acaranya di satukan saja! toh baru lamaran!!" usul mama Sita yang mencoba mengurai ketegangan di ruang tamu rumahnya itu.


"Tidak!!" kata Beniqno dan Ray bersamaan tanpa menoleh pada mama Sita karena masih saling menatap.


"Kau yang harus mengalah asisten Ray!!" kata Beniqno


"Harusnya anda taun Beniqno!" kata Ray lagi-lagi tak mau kalah.


"Bagaimana kalo lamarannya di batalkan saja!!"


"Tidak!!" Teriak Beniqno dan Ray bersamaan, kemudian mereka menatap tajam seseorang yang memberikan ide konyol menurut kedua lelaki yang tak mau kalah satu sama lain ini!.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2