
brakkk
brakkkkk
Lemparan beberapa kursi dan meja di cafe milik Clara, wanita itu hanya diam saja ketika seseorang masuk dan menutup pintu cafe rapat-rapat, Martin sudah memutuskan cctv yang ada di dalam cafe tersebut.
Beberapa anak buah Bams yang di sewa oleh Johan memporak-porandakan cafe milik Clara tanpa sisa! beberapa pegawai di sana hanya bisa berteriak saja ketika meja kursi dan seluruh ornamen di sana hancur karena beberapa orang preman!
Clara yang tak tau mereka siapa, ikut ketakutan karena ulah para preman tersebut.
"A-apa mau kalian??? kenapa kalian mengacaukan cafe milikku?" tanya Clara dengan ketakutan bahkan dia sudah berpegangan dengan salah satu asistennya.
Praaaangggg....
"aaagghhhh....." teriak beberapa pegawai perempuan yang ada di dapur, hampir semua piring dan gelas di sana pecah dan berantakan tak karuan!.
Johan benar-benar menghancurkan semua isi cafe milik Clara, namun acara penghancur belum selesai dilakukan oleh para preman tersebut, Johan hanya duduk manis di dalam mobilnya.
Semalam Tian terbangun lagi setelah terkapar karena mabuk, dalam pengaruh alkohol Tian mengatakan kalo Clara bahkan tak pernah serius kepadanya, dia memang memanfaatkan Tian untuk bisa masuk ke dalam keluarga Cristian, bukan harta keluarga Cristian yang di incar nya tapi kakak ipar dari suami kakak Tian yang ke 3, David sang kakak ipar adalah bekas kekasih Clara yang bahkan tak pernah Tian tau!.
Karena seringnya bertemu dalam acara keluarga akhirnya David kembali dapat di rayu oleh Clara, Clara juga tau kalo David adalah anak orang kaya, hubungan mereka di tentang oleh mama David dan David di jodoh kan dengan Dania kakak ke 3 Cristian, mengetahui kalo mama David sudah meninggal Clara kembali mengejar David, hingga kejadian perselingkuhan di hotel tersebut di ketahui oleh Dania dan Cristian.
Semakin berang Johan mendengar semuanya, temannya lagi! di permainan oleh seorang wanita.
Dan di sini lah Johan sekarang! dia akan menghancurkan semuanya, semua isi cafe milik Clara, bahkan Martin sudah mempersiapkan dokumen pemindahan sertifikat rumah milik Clara karena termasuk dalam jaminan Bank, entah bagaimana cara Johan rumah milik Clara sebentar lagi akan jatuh di tangannya.
Benar kata Ray, kalo sampai Johan tau semuanya maka hal yang lebih kejam akan di lakukan oleh Johan untuk membalas sakit hati sahabatnya.
Ray hanya mengusir orang yang menjadi mata-mata keluarga Adrian karena rasa kemanusiaan, tapi Johan akan lebih kejam lagi.
Johan bahkan sudah bertemu dengan David yang kebetulan beberapa waktu lalu menjalin hubungan kerjasama dengan nya, dia mengancam David akan membatalkan semua kontrak kerja dengan nya bila dia berani menemui, membantu atau bahkan berhubungan lagi dengan Clara, uang yang berbicara! begitulah saat ini Johan bertindak.
Kembali lagi ke dalam cafe. Clara berulang kali menelpon David namun panggilan pertama David tak menjawab, panggilan kedua pun sama dan di panggilan ke sekian kalinya hp David sudah tidak aktif kembali.
"David kamu dimana?" gumam Clara sambil meremas ponsel di tangannya. Setelah semua isi cafe hancur, seseorang dengan angguh nya masuk ke dalam cafe, salah satu preman memberikan kursi untuk bos baru nya itu.
__ADS_1
"Johan?" gumam Clara, dan dia mulai paham dengan situasi yang terjadi di cafe nya.
"Johan apa yang kamu lakukan?" tanya Clara menahan amarahnya.
"Bermain-main! apa lagi?" kata Johan dengan tenang.
"Aku tak punya masalah denganmu Jo!!"
"Ciihhh..jangan lagi loe berani manggil gue dengan mulut kotormu!! dasar jaaalang bangsaaat!!"
Bentak Johan yang mana membuat Clara ketakutan.
Johan berdiri dan mendekati Clara yang sudah ketakutan bersama asistennya, Johan menatap wanita yang sampai kemarin di puja oleh sahabatnya Cristian.
"A-apa mau kamu??" Clara bertanya bahkan tak berani lagi menyebutkan nama Johan, mata tajam dan wajah sangar Johan seakan menguliti tubuh Clara saat itu juga.
"Loe sudah salah mencari partner bermain wanita muuurahan!!!"
"Ini bukan apa-apa!!! berani lagi loe mengusik sobat gue!! gue pastikan bukan hanya cafe loe yang hancur!! tapi hidup loe juga bakalan hancur Jaaalang!!!"
Braaaakkk.... suara tendangan kaki Johan pada sebuah kursi mengakhiri hukuman untuk Clara kali ini, dengan tenangnya Johan pergi dengan memasang kacamata nya terlebih dahulu dan berlalu dari cafe itu seperti tak pernah terjadi sesuatu.
Clara bersimpuh seketika di lantai! dia tak tau harus bagaimana lagi, hancur sudah cafe yang dia bangun dari hasil warisan kedua orangtuanya.
Clara melihat seisi cafe hancur, bahkan perlu berapa puluh juta untuk mengganti semua perabotan dan alat-alat yang ada di cafe itu, Clara hanya bisa menangis sesenggukan dan jangan tanyakan bagaimana pegawai nya mereka hanya bisa diam tanpa berani bertanya apapun pada majikannya itu.
*********
"Siang dokter!" sapa suster May yang melihat Tian masuk ke dalam rumah dan mengambil minuman di kulkas dapur.
"hemmm!..papa mana?"
"Tuan Arya sedang di kamar, sebentar lagi saya akan membawa nya keluar untuk makan siang dok!"
"Tidak usah terlalu formal sus! biasa saja!"
__ADS_1
"Baik dok....mau aku bikinin kopi?" tanya suster May yang tidak lagi berbicara formal, karena memang di rumah sakit dulu suster May adalah salah satu asisten Tian.
"Boleh! sus emm punya rekomendasi asisten gak buat gantiin posisi kamu! sebulan ini kerjaan suster Rina bertambah dan sepertinya dia kewalahan tanpa partner"!
"Kalo suster Nayla gimana dok? dia di sesi terapi!"
"Boleh deh! gimana kerjanya! aku gak mau ya kerjanya gak cekatan!"
"Dia cukup bagus dok! dia kan senior aku dok, beda 1 tahun kerja di rumah sakit itu dok!"
"Hubungi dia dan katakan untuk ke ruangan ku besok! hari ini aku gak masuk,pusing!"
"Kalo begitu aku bikinin teh jahe hangat aja ya dok jangan kopi! itu bagus untuk memulihkan diri dari efek alkohol!"
"Darimana kamu tau aku minum alkohol!"
"Hehehehe ingat dokter! saya suster dan tau bagaimana kondisi seseorang, lagian dokter juga masih bau alkohol!" ucap suster May nyengir.
"Ckck...iya aku mandi dulu, makasih sus udah mau bikinin teh jahe!"
"Sama-sama dok! makasih buat dokter yang udah nyariin aku kerjaan di sini juga!"
"Betah ya di sini?"
"Iya dok Betah! tuan Arya baik dan mudah di rawat, beliau juga penurut!"
"Kalo yang Lain?"
"Oh bi Asti, mang Ujang dan pak Edi serta pak Wandi baik semuanya, semua yang kerja di sini bikin betah aku dok!" ucap suster May dengan berbinar.
"Tuan Ray bikin betah juga dong!!"
"Eh......."
bersambung...
__ADS_1