
Maysha duduk termenung di depan cermin meja riasnya, di sesekali menyisir rambut nya, Ray yang sedari tadi sibuk dengan laptop nya belum menyadari bahwa May istri nya sedang melamun, Ray memang banyak pekerjaan, anak kedua tuan Adrian sudah berumur 22 tahun dan sedang belajar untuk memimpin perusahaan,bila sewaktu-waktu sang Daddy yaitu tuan Adrian harus pensiun.
Ray memandang sekilas ke arah istri nya ketika sudah menyelesaikan pekerjaannya.Maysha bahkan tak menyadari kalau Ray sudah berada di belakangnya.
"Ada apa? hemmm?" tanya Ray yang langsung mengangkat bahu istrinya agar berdiri menghadap diri nya.
"Mas ....udah selesai?" tanya Maysha yang memang lebih suka memanggil Mas saat berduaan dengan Ray.
"Dari tadi! kenapa?" tanya Ray sambil membawa istri nya naik ke atas ranjang, dia duduk di depan May, rasanya ada banyak pertanyaan yang ingin di tanyakan oleh Ray pada Maysha.
"Mas....aku hanya merasa anak-anak sudah besar! bahkan sebentar lagi Lee akan menikah!" kata May
"Dengar May, kehidupan terus berjalan, dan kita harus terima itu!" kata Ray dengan bijak.
"Apa boleh aku minta mereka tinggal di sini mas setelah menikah? aku belum bisa jauh dari Lee!" kata May, anak yang dia lahir kan dengan perjuangan pada waktu itu.
"Kita akan meminta Lee dan Vita nanti!" kata Ray
"Mas .....apa menurutmu Lee mampu melewati semuanya?" sebagai seorang ibu , May jelas merasa khawatir dengan sang putra.
"Dia anak seorang Naraya!! jelas dia mampu!" ucap Ray dengan serius.
"Iya...aku lupa! dia tumbuh dengan seorang papa yang hebat seperti mu mas!" kata May sambil mengelus pipi sang suami.
"Jadi berhenti lah mencemaskan dia! remaja nakal itu belum tentu khawatir dengan pernikahan nya!! bisa jadi dia sedang menikmati pernikahan yang akan di gelar nanti!!" goda May, karena kalau berkaitan dengan kenakalan Lee pada Vita maka May melupakan segalanya, bahkan kesedihan nya saat ini menghilang.
"Mas!!" pekik May
__ADS_1
"ada apa sih sayang?" tanya Ray heran
"Kamu udah periksa kan! anak kamu pulang apa belum?" tanya May, dia hendak keluar namun dia sudah lengkap dengan baju tidur minimnya, jadi May mengurungkan niatnya.
"Udah kok Yang!! dah yuk... tidur aja!! aku kedinginan!" kata Ray sambil menarik tubuh istrinya agar tidur di lengannya.
"Heleh!!! alasan!! matiin aja AC nya kalau kedinginan!!" kata May.
"Yang kedinginan yang bawah Yang!" mode mesum Ray sudah mulai on kalau sedang berduaan dengan May.
"Iihh kebiasaan!!"
Sedangkan di luar kamar, apa yang di cemaskan oleh May benar-benar terjadi, baru saja Lee pulang dari acara bersama Empat Sekawan, saat ini Lee sedang mengendap-endap seperti maling, dia sungguh waspada pada sang mama, malam ini Lee ingin tidur dengan Vita, tentu saja tidru dalam arti yang sebenarnya. Lee sudah berusaha menahan hasratnya akhir-akhir ini, Dulu Lee bahkan tak berminat sama sekali walaupun hanya berciuman dengan seorang gadis yang menyukainya, namun berbeda dengan Revita, Revita bagai magnet yang siap menarik Lee kapan saja bila mendekat pada nya, bahkan tanpa di sadari Lee, Vita sudah menjadi candu nya saat ini.
ceklek..... pintu terbuka, otak jenius nya berpikir pasti kamar Vita di kunci, siapa lagi kalau buka si Mama yang menyuruh Vita, namun sekali lagi otak jenius anak Ray itu mempunyai ide untuk mencuri kunci cadangan kamar Vita.
Lee melihat seorang wanita tengah tertidur dengan selimut sebatas perutnya, Lee terlebih dahulu mengunci kamar Vita, kemudian dia menyusup masuk ke dalam selimut dan memeluk Revita dari belakang,Revita yang sangat mengantuk tidak merasakan pelukan dari Lee, niat hati hanya untuk tidur berdua dengan Vita, nyatanya tak terlaksanakan dengan baik,Lee tetaplah Lee, dia terus saja memainkan tangannya di tubuh Revita, mengelus perut rata wanita tersebut hingga naik atasnya, Lee sangat kaget dan juga senang karena ternyata Revita tipe gadis yang tidak memakai dalaman bagian atas bila sedang tidur hingga Lee dengan mudahnya memainkan 2 squishy kembar milik kita.
"Kau tau saja sayang!!! ini mempermudah ku!" kata Lee dengan senyum licik nya.
Lee mulai memainkan lidah dan mulutnya, dia benar-benar menyetak kulit Vita hingga seperti macan tutul, di bagian leher, tengkuk, dada bahkan perut Vita, Lee puas melakukan nya tanpa harus menyatukan dirinya dan Vita. Lee akhirnya menyusul Vita ke alam mimpi. Menjelang pagi, Lee diam-diam kembali ke kamarnya, dia tak mau sang mama yang selalu membangunkan Vita melihat dirinya juga di kamar Vita.
Pagi menjelang, Vita yang merasa tak enak badan belum juga bangun dari tidurnya, Lee dan Ray serta Abhi dan Opa Arya sudah duduk manis di meja makan, dan Mama May sedang ikut menyiapkan sarapan.
"Kemana Vita Lee?" tanya sang papa.
"Gak tau pa! Lee belum ketemu!" kata Lee meminum teh hangat nya.
__ADS_1
"Biar mama yang bangunkan!" kata May berjalan ke kamar Vita.
"Bagaimana Persiapan pernikahan Lee dan Vita?" tanya Opa Arya.
"Semuanya baik-baik saja pa....kita akan mengadakan resepsi yang biasa saja, jangan terlalu mewah! itu permintaan Vita!"
Baru saja Ray menyelesaikan perkataannya, sudah terdengar suara teriakan Mama nya dari kamar Vita
"Leeeeeeeee!!!!!" teriak May.
"Vita??" kata Ray dan Lee bersamaan, dengan wajah cemas Lee berjalan cepat di ikuti Ray ke kamar Vita, sedangkan Abhi dan Opa Arya hanya diam saja.
"Ada apa ma?" tanya Lee dengan cemas, namun melihat Vita yang duduk di sandaran ranjang dengan selimut yang menutupi sebatas dada dengan tatapan tajam pada nya, Lee mulai menyadari kesalahannya.
"Eh ada apa?" tanya Ray
Vita langsung menaikkan selimut nya sebatas leher. May tak mempedulikan pertanyaan suaminya, fokusnya hanya pada anak lelakinya itu.
"Awwow..mam..... sakit!!!" pekik Lee, ketika tangan mamanya sudah nangkring di telinga Lee,
"Dasar anak nakal!!! siapa yang mengajari kamu mesum hah??? lihat badan Vita sudah seperti macan tutul!!!"
teriak May, ketika membangun kan Vita, dia melihat banyaknya kissmark buatan anak nya yang nampaknya Vita juga tak menyadari nya.
"Papa ma.... awwow Papa yang mengajari!!!" teriak Lee, Ray hanya bisa mendelik mendengar penuturan sang anak, apalagi setelah mendapat tatapan tajam mata sang istri.
"Tunggu hukuman mu pa!!" ucap May melepaskan tangannya dari telinga Lee, Lee segera melesat masuk kamar May, sebelum dia kena amukan dari sang papa. Sedang Ray lebih mementingkan istri nya yang sedang kesal.
__ADS_1
"May.....sayang.....tunggu!!"
bersambung....